Blog Siswa
Saudara, Pelipur Lara
Gadis berusia 16 tahun itu terbangun dari alam bawah sadarnya. Ia menerawang bingkai jendela tanpa kaca yang berada di seberangnya ―tanpa bangkit dari posisi tidurnya. Manik emerald-nya menatap nanar lukisan nyata di balik bingkai alam tersebut.
Ini malam.
Temaram sinar bulan purnama tak bosan memamerkan keagungannya. Semburat putih tipis bersembunyi di balik gugusan bintang yang menggantung di cakrawala kelam. Angin yang agak kencang berhembus melalui celah terbuka lebar itu, membuat sang gadis berambut sebahu tadi agak menggigil.
Malam, ya.
Cakrawala hitam.
Iris mata kelam.
Entah mengapa, gadis itu jadi teringat akan sosok ayahnya. Sorotan mata onyx sang ayah mungkin memang tajam, namun tersirat makna kasih sayang mendalam di mata kelam itu. Waktu malam memang mengingatkannya pada mendiang ayahnya. Beliau adalah sosok dingin ―namun 'menghangatkan', dan sosok tegas yang penuh kasih sayang.
"Khh ... Tou-san(1) ..."
Gadis itu mendesah pelan. Sekelebat bayangan sang ayah menghantui pikirannya yang tengah berkecamuk diselimuti rasa galau. Rambut hitam yang sama dengannya ―dan kembarannya, wajah dinginnya yang tak berekspresi, gaya bahasanya, rambut pantat ayamnya, dan ―oh, ayolah ... ada banyak kenangan pahit dan manis yang mereka lalui bersama.
"Tou-san ... di sini dingin ..." ia kembali mendesah pilu. Bahu mungilnya gemetar menahan isak. Jemari lentiknya meremas selimut kumal yang menutupi sebagian pahanya. "Tou-san ... Kaa-san(2) ... aku rindu pelukan kalian ..."
― 'tes'
Sebening air mata jatuh dari pelupuknya. Gadis itu menggigit bibirnya sekuat mungkin ―agar suara isaknya tak terdengar oleh sosok kembarnya yang masih tertidur pulas di sampingnya. Ia menumpahkan semua air mata yang tak kuat dibendungnya, tak peduli akan janjinya pada sang saudara kembar setahun lalu ―bahwa ia bersumpah untuk tidak akan pernah menangisi kedua orangtuanya lagi.
Ah, peduli setan.
"Uhhk ... shimatta yo ... kenapa aku menangis seperti ini?"
Kali ini ia menggeram, berusaha untuk menghentikkan tangisnya. Namun semua usahanya gagal. Tetes air mata tetap berjatuhan menghujam permukaan kulit halusnya tanpa ampun.
"Kkhhh ... sudahlah, Ichigo ne ... tak ada gunanya menangisi mereka yang sudah tiada ..." ―dan gadis muda bernama Ichigo itu terus merapalkan mantra pengusir air matanya sambil menghibur dirinya sendiri. "―hiks ..."
―atau mungkin, tak ada salahnya melanggar sumpah serapahnya hanya sekali ini. Sekali ini saja. Kembarannya masih tertidur, Ichigo yakin pemuda berwajah serupa dengannya itu tak akan bisa ―dan tak akan menyadari suara isak tangisnya. Ayolah. Hanya kali ini. Dan gadis itu kembali berjanji kalau malam ini adalah malam pertumpahan air mata terakhirnya.
"Uhhk ... baka(3)―"
.
.
.
"―nanda yo(4)?"
'DEG'
Ichigo tersentak. Ia menoleh ke belakang dan mendapati saudara kembarnya yang terduduk setengah sadar. Lelaki itu masih sibuk mengucek matanya yang terasa lengket dan gatal. Buru-buru ia menghapus aliran air matanya yang menganak di pipi tirusnya. Gadis itu kembali memasang wajah datar dan angkuh.
"Nande mo nai(5)." Responnya singkat. "Kenapa kau bangun? Menganggu saja."
Ryuzaki ―pemuda yang baru terbangun tersebut mendesis. Ia mencibir omongan menusuk saudari kembarnya yang kelewat dingin tersebut. Dasar Yuki-Onna(6).
"Harusnya aku yang bertanya seperti itu ―baka!"
"Kurasa tidak perlu."
"Oooh ―kau kira aku tidak tahu apa yang tadi kau lakukan, eh?"
"―memangnya aku melakukan apa? Ck."
"Entah. Aku tidak peduli."
"Memangnya siapa suruh peduli? Idiot."
"―KAU! DADA RATA!"
"Kau shota(7)."
Kembali mereka beradu mulut. Kedua insan sedarah tersebut saling melempar tatapan membunuh ―yah, yang namanya saudara pasti tak akan pernah lepas dari pertengkaran.
"Cengeng! Tadi aku mendengar isakanmu, tahu!" Ryuzaki kembali memulai argumentasinya. Ia menyeringai licik ―seiring dengan mematungnya Ichigo. Saudari kembarnya tersebut hanya bisa terdiam membisu ―untuk beberapa waktu.
Tanggung jawab kau, Ryuzaki.
―'tes'
Air mata kembali menetes dari mata bening Ichigo ―dan Ryuzaki merasa bersalah seketika itu juga. Ia mengutuki dirinya sendiri ―dan mengacak rambut raven-nya frustasi. Pemuda itu mengusap bahu adik-lima-menitnya lembut sambil menggumamkan kata,
"Gomen(8) ..."
.
Tak ada respon.
Hari semakin malam. Keduanya kembali terdiam menatap langit malam. Gurat keraguan terlukis di wajah tampan Ryuzaki. Pemuda itu tak henti-hentinya memandangi punggung mungil Ichigo dan cakrawala kelam ―melalui celah lebar jendelanya secara bergantian.
Punggung mungil itu bergetar.
―padahal, dulu mereka sama. Postur keduanya tak jauh berbeda ―karena mereka sepasang saudara kembar.
Seandainya Ichigo terlahir sebagai laki-laki, mungkin Ryuzaki tak akan merasa sangat iba seperti sekarang ini. Mungkin yang Ichigo butuhkan hanyalah sosok pelipur lara yang menjadi pelita di tengah kegalauannya.
―sial. Andai saja ia ingat akan watak adiknya yang agak sensitif.
"Ichigo-chan ..." Ryuzaki memanggil nama sang adik dengan suara beratnya. Tangan kanannya masih bertengger manis di bahu mungil saudari kembarnya yang bergetar. "―nee, kau sudah berjanji padaku untuk tidak menangisi Tou-san dan Kaa-san lagi ..." ujarnya lembut.
Tak ada respon.
Pemuda itu menghela napas berat.
"―ano ... kumohon jangan seperti ini, Ichigo. Maafkan aku ―ayolah, aku jadi ingin menangis gara-gara kau ―baahhh ..."
Oh. Hell. I think it's not a good idea, boy.
Ichigo memberontak dari cengkeraman tangan Ryuzaki di bahunya.
"Kau membuatku frustasi, Ryuza―"
'GREP'
Kata-katanya terpotong. Gadis itu membelalakan mata hijaunya. Ia tak bisa berkutik sedikitpun ―dalam dekapan saudara kembarnya. Tubuhnya tak menolak. Rasanya ... hangat. Menangkal hawa dingin dari luar sana yang berhembus melalui celah jendela.
"Tetaplah seperti ini. Hatiku jadi sedikit tenteram, Ichigo."
"Hn."
.
Hangat. Pelukan ini tak ada bedanya dengan dekapan sang ayah.
Lembut. Tutur kata Ryuzaki tak jauh berbeda dengan ibunya.
Ichigo meresapi kehangatan yang diberikan saudara kembarnya ―yang kini tertidur dan menenggelamkan wajahnya di bahu mungil gadis berusia 16 tahun tersebut. Hatinya tenteram, tak diselimuti atmosfir kegelisahan seperti tadi.
Ya, saudara memang sosok pelipur lara.
Tanpa saudara, mungkin kita tak akan bisa mengarungi tantangan demi tantangan yang telah berlalu, 'kan?
.
"Arigatou, Ryuzaki."
~owari~
(1) Ayah
(2) Ibu
(3) Bodoh
(4) Ada apa?
(5) Tidak ada apa-apa.
(6) Wanita salju; ini legenda jepang 8DD
(7) Cowok imut X3 #kenapaemotnya
(8) Maaf
Ada wasiat(?) yang pingin saya sampaikan di sini ―sebenarnya D:
Yaaa ... cuma mau bilang makasih sebanyak-banyaknya buat adik-adik saya tercintaaah yang udah mau terlahir sebagai adik dari kakaknya yang gila ini :'D walau terkadang kalian nyebelin, minta dibunuh(?), dan minta dicincang, tapi rasa kasih sayang itu lebih besar dari kebencian ... *susut ingus*
―dan ... saya ... gak berani ngungkapin ini di depan ketiga adik saya -_- artinya saya ... pengecut ... .____.' *gantung diri*
well, maaf atas seluruh kegajeannya XDD saya tau saya nggak bakat bikin cerpen, jadi kabur aja. haha. *dor*
BLOG RINDANG NOOR ALIFA LAINNYA
Kutanya Kalian
Duhai sang waktu Jika kauizinkan aku untuk memutar masa laluku Maka aku akan menjadi sang germawan Duhai erta malaikat-malaikatku Jika kalian izinkan aku untuk memutar balik kehidupan Maka aku ingin menjadi adik bungsu kalian Duhai adik-adikku Duhai mutiara-mutiara pelitaku Iz...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 20-05-2012
Android (Tugas Liburan)
Android (sistem operasi) Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Android adalah sistem operasi yang berbasis Linux untuk telepon seluler seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka send...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 22-04-2012
Diksi (Tugas Liburan)
DIKSI Diksi atau pilihan kata adalah pemilihan kata – kata yang sesuai dengan apa yang hendak kita ungkapkan. Saat kita berbicara, kadang kita tidak sadar dengan kata – kata yang kita gunakan. Maka dari itu, tidak jarang orang yang kita ajak berbicara salah menangkap maksud pembic...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 22-04-2012
Entah
Entah aku merasa ada yang tidak beres denganmu. Apa aku harus menggerus semua isi otakmu? Akupun tak tahu. Kau begitu aneh di mataku. Menggelitik ulu hati. Ironi. Entah aku tak mengerti dengan paradigma kehidupanmu. Apa aku harus membawakan sebilah cermin untukmu? Atau kita sama-sa...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 11-04-2012
Yang Fana Adalah Waktu.
Di sana, teman-temanku mengatakan kalau aku hanya milik kekasihku. Di sana, teman-temanku mengatakan kalau kedua orangtuaku hanya bisa mengekangku. Di sana, teman-temanku mengatakan kalau uang sekian rupiah tidak cukup untuk memenuhi uang sakuku. Di sana, teman-temanku mengatakan kalau mala...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 24-03-2012
Penyimpangan Sosial (Tugas Liburan)
Penyimpangan Sosial dalam Masyarakat Pengertian dari penyimpangan sosial: Bentuk Perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Menurut Bruce J. Cohen, ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 24-03-2012
Tekanan (Tugas Liburan)
Tekanan (p) adalah satuan fisika untuk menyatakan gaya (F) per satuan luas (A). Satuan tekanan sering digunakan untuk mengukur kekuatan dari suatu cairan atau gas. Satuan tekanan dapat dihubungkan dengan satuan volume (isi) dan suhu. Semakin tinggi tekanan di dalam suatu tempat denga...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 17-03-2012
Bapak
Bapak pulang dengan wajah lesunya. Rahangnya mengeras, seolah ingin menyampaikan sesuatu. Namun beliau mengurungkannya. Tubuhnya yang kini tak setegap saat beliau muda itu bermandikan peluh. Namun dengan tololnya aku tetap tak pernah acuh. (Setidaknya aku bisa membuatkannya segelas air un...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 16-03-2012
Facebook Sudah Diramalkan Al-Quran
Suatu ketika selepas Ashar di Masjid Al Hikam. Di salah satu pojok masjid tersebut terdapat Ranid dengan dua orang temannya yakni Ahmad dan Ilmi yang terlihat sedang mendiskusikan sesuatu. Kali ini tema yang diangkat seputar masalah I’jazul Quran (Mukjizat Al Quran). Diskusi yang berjalan c...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 05-02-2012
Daughter of Evil
A vast kingdom called Lucifenia, whose popular name was the “Kingdom of Dark Blue”, was ruled by a tyrannical sixteen year-old princess named Chillianne. Under her absolute monarchism, everything was exploited from people and the ones who didn’t obey her were executed...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 31-01-2012
TUGAS IPS: PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA DAN PERUMUSAN DASAR NEGARA
A. Kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik Perang Pasifik disebut juga Perang Asia Timur Raya. Perang ini terjadi antara Jepang dengan Sekutu (yang termasuk Tiongkok, Amerika Serikat, Britania Raya, Filipina, Belanda, dan Selandia Baru). Dalam Perang Pasifik, Pulau Saipan jatuh ke ta...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 31-01-2012
However, He's Your Brother
Ryuzaki adalah saudara kembarnya. Ichigo tahu itu. Ryuzaki adalah kakak lima menitnya. Ichigo muak dengan hal itu. Ryuzaki adalah sosok biadab yang selalu menggodanya. Ichigo semakin frustasi dengan itu. Bodoh. Bagi Ichigo, Ryuzaki adalah laki-laki bodoh. Namun anehnya, gad...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 30-01-2012
Bintang
23 Juli. Ichigo mengerutkan keningnya. Ia masih berjalan menelusuri perkotaan tempatnya mengais rezeki seraya menatap lurus punggung tegap saudara kembarnya yang berada di depannya. Pemuda berambut raven itu masih asyik berkutat dengan gitar mungilnya. Tak menyadari kalau sedari ta...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 29-01-2012
CINTA SEJATI SEORANG IBU TERHADAP ANAK-ANAKNYA
. Wanita itu sudah tua, namun semangat perjuangannya tetap menyala seperti wanita yang masih muda. Setiap tutur kata yang dikeluarkannya selalu menjadi pendorong dan bualan orang disekitarnya. Maklumlah, ia memang seorang penyair dua zaman, maka tidak kurang pula bercakap dalam bentuk syair....
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 21-01-2012
Saudara, Pelipur Lara
Gadis berusia 16 tahun itu terbangun dari alam bawah sadarnya. Ia menerawang bingkai jendela tanpa kaca yang berada di seberangnya ―tanpa bangkit dari posisi tidurnya. Manik emerald-nya menatap nanar lukisan nyata di balik bingkai alam tersebut. Ini malam. ...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 17-01-2012
Secercah Harapan
Seperti biasa, pagi ini Ichigo hanya termenung di depan jendela. Tak menghiraukan seruan saudara kembarnya yang tengah menyiapkan sarapan ―walau hanya dengan sesuap nasi tanpa lauk. Ada sekelebat bayangan aneh yang mengelabui benaknya. Gadis itu mengernyitkan dahinya bingung....
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 16-01-2012
Bunga
Namanya Ryuzaki. Seorang pengamen jalanan. Dia hanya seorang lelaki berusia 16 tahun yang mempunyai cita-cita. Namun takdir ini menjeratnya dalam jeruji derita. Usianya yang belum kuat menerima sodoran fakta, memaksanya untuk bersahabat dengan realita. Kedua orangtuanya telah pergi mening...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 14-01-2012
Genitnya Islam di Indonesia
Layaknya seorang remaja, Islam di negara kita dipenuhi dengan segala asesoris. Wajah yang sedikit jerawatan dan berlubang ditutupi dengan make up tebal, bibir dipoles dengan gincu merah tebal, dan tak lupa, kalau diberitahu mana yang baik dan mana yang kurang baik maka segala argumen p...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 14-01-2012
Hikmah Pengharaman Babi
Hal ini penting untuk diketahui, terutama oleh pemuda-pemuda kita yang sering pergi ke negara-negara Eropa dan Amerika, yang menjadikan daging babi sebagai makanan pokok dalam hidangan mereka. Dalam kesempatan ini, saya sitir kembali kejadian yang berlangsung ketika Imam...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 13-01-2012
Mati, Rekreasi Sejati
Mati, Rekreasi Sejati AlDakwah.com-- Apa yang dapat kita bayangkan ketika ada seorang pemuda yang ganteng, sehat, dan perkasa tiba-tiba diberi vonis oleh seorang dokter bahwa dalam tubuhnya tumbuh kanker ganas? Andaikata hal itu menimpa kita sendiri? Semangat ...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 13-01-2012
Berjilbab
Berjilbab Pengertian Kewajiban Berjilbab Dalam kehidupan umum, yaitu pada saat seorang wanita keluar rumah atau pun wanita di dalam rumah bersama pria yang bukan muhrimnya maka syara' telah mewajibkan kepada wanita untuk berjilbab. Pakaian jilbab yang diwajibkan ...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 12-01-2012
Menikahlah Dengan Kuda
Saya seorang ikhwan siap untuk menikah dan mencari seorang syahidah dengan kriteria sebagai berikut : kulit putih (sapi?) leher jenjang (jerapah?) tubuh langsing (cacing?) kulit halus (bulus?) mata yang bening (dolpin?) pekerjaan tetap (mengeong?) karyawan tetap (kambin...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 12-01-2012
Deep Thinking
Diambil dari karya Harun Yahya dalam buku "Deep Thinking". Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia "Bagaimana Seorang Muslim Berpikir". Berpikirlah Sejak Anda Bangun Tidur Tidak diperlukan kondisi khusus bagi seseorang untuk mem...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 12-01-2012
Tiga Kenikmatan Hidup
Penulis: Drs. H. Ahmad Yani Tanggal: 15.08.2002 alhikmah.com - Setiap manusia, apalagi sebagai muslim kita tentu mendambakan kehidupan yang menyenangkan di dunia ini, bahkan kalau perlu seolah-olah dunia ini menjadi milik kita. Untuk bisa merasakan ...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 11-01-2012
Rahasia di Balik Nama Muhammad
Rahasia dibalik nama Muhammad, dimana banyak makna yang tersirat dalam kebesaran nama yang sederhana itu. entah apakah ini merupakan salah satu mukjizat atau sekedar kebetulan saja, bahwa ada fakta menarik di abjad/huruf-huruf yang tersusun dari nama itu: 1. Kata Mu...
Read MoreRINDANG NOOR ALIFA 00:00:00 11-01-2012
ARSIP
- November 2021(15)
- Oktober 2021(15)
- November 2020(7)
- Oktober 2020(10)
- September 2020(9)
- Agustus 2020(3)
- Juli 2020(1)
- Juni 2020(2)
- Mei 2020(4)
- April 2020(12)
- Maret 2020(83)
- April 2017(1)
- Januari 2017(1)
- Oktober 2016(1)
- Desember 2015(5)
- November 2015(1)
- Oktober 2015(1)
- September 2015(2)
- Agustus 2015(1)
- Juli 2015(1)
- Mei 2015(1)
- April 2015(1)
- Maret 2015(1)
- Desember 2014(2)
- November 2014(1)
- Oktober 2014(11)
- September 2014(6)
- Agustus 2014(1)
- Juni 2014(2)
- April 2014(2)
- Maret 2014(1)
- Desember 2013(1)
- Oktober 2013(3)
- September 2013(1)
- Juni 2013(1)
- Maret 2013(26)
- Februari 2013(38)
- Januari 2013(8)
- Desember 2012(23)
- November 2012(8)
- Juni 2012(29)
- Mei 2012(17)
- April 2012(248)
- Maret 2012(436)
- Februari 2012(215)
- Januari 2012(486)
- Desember 2011(647)
- November 2011(39)
- Oktober 2011(272)
- September 2011(81)
- Agustus 2011(115)
- Juli 2011(153)
PENULIS
- NUR AZIZAH(430)
- SYAFIRA NUR AMALIA HARYADI(386)
- ISMI SAVIERA ALMIRA(223)
- UMAR FAROOQ ZAFRULLAH(130)
- Naufal Rasyid(107)
- RISA ANJANI(106)
- MOHAMAD ZIDNI RIZKY(63)
- NURUL RIZKY FAKHIRA(60)
- Fauzi Firdaus(47)
- ALI SYAUQI(46)
- ELITA AVIANTI DARMA(43)
- FAUZAN AKMAL HARIZ(41)
- NABILA ISNAENI AMALIA(38)
- RADEN LILOTHA ZATTY AQMAR(29)
- ANDHIKA FIRDAUS(28)
- ADAM RAMADHAN(26)
- RINDANG NOOR ALIFA(25)
- HERI SUHARSO(25)
- RUSMIATI(24)
- ANITA PUJI ASTUTI(18)