Blog Siswa

Studi di Jerman Tanpa Beasiswa, Siapa Takut?

FAHRI MUHAMMAD HAIKAL | 18-11-2012 00:00:00

Melanjutkan studi di luar negeri tentu membutuhkan persiapan yang matang baik dari segi akademis maupun dari segi finansial. Meski pembiayaan pendidikan di luar negeri khususnya di negara Eropa terbilang murah, para calon pelajar atau mahasiswa tetap harus memperkirakan biaya selama di sana.

Nah bagi kamu yang ingin melanjutkan pendidikan ke Jerman khususnya untuk jenjang master. Bisa disimak pengalaman dari Ajeng Riandini yang kini tengah merampungkan studi di Brandenburg University of Technology untuk jurusan World Heritage.

Ajeng yang merupakan lulusan Sastra Perancis Universitas Indonesia ini mengungkapkan bahwa tidak ada masalah pembiayaan selama tinggal di Jerman. Biasanya dalam sebulan dirinya menghabiskan sekitar 500 euro hingga 600 euro untuk bertahan hidup di kota Cottburg yang berjarak kurang lebih satu jam perjalanan dari Berlin.

"Itu untuk biaya hidup. Kalau untuk biaya kuliah juga terbilang murah. Kebetulan aku berangkat ke Jerman dengan biaya sendiri tanpa bantuan beasiswa," ujar Ajeng pada Kompas.com, Kamis (15/11/2012).

Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak dikenai tuition fee saat masuk universitas. Hanya saja ada uang pendaftaran atau enrollment sebesar 250 euro yang harus dibayarkan tiap semester. Namun sesuai dengan peraturan pendidikan di Jerman, besaran pembayaran masing-masing universitas berbeda tergantung kebijakan negara bagian masing-masing.

Selanjutnya untuk akomodasi, ia menuturkan bahwa ada berbagai pilihan yaitu asrama pelajar (student dorm) atau apartemen berbagi (flat share). Keduanya sama-sama menawarkan harga yang murah yaitu berkisar di antara 250 euro hingga 300 euro. Namun fasilitas yang disediakan memang berbeda.

"Kalau dorm itu 250 euro udah paling mahal tapi peralatan ruangan dan jaringan internet harus sedia sendiri. Kalau di flat harganya nggak jauh berbeda tapi semuanya udah lengkap tinggal masuk aja," jelas Ajeng yang tinggal berlima bersama rekan kuliahnya yang berasal dari Jerman.

Sementara untuk transportasi dan makan, ia mengakui bahwa ada keuntungan yang diperoleh saat menjadi mahasiswa atau pelajar. Dengan menunjukkan kartu mahasiswa, ia dapat mengakses transportasi umum seluruh Brandenburg dan Berlin secara gratis.

"Kalau untuk makan, restoran kampus memang paling murah. Fasilitas kampus seperti berenang juga ada keuntungan. Tapi untuk fasilitas lain ya sama saja," ungkapnya.

Ia juga menambahkan tidak ada kendala bahasa yang dialami selama tinggal di Jerman. Untuk kuliah, ia kebetulan memilih program berbahasa Inggris. Namun untuk sosialisasi sehar-hari, warga di daerahnya banyak yang paham dengan bahasa Inggris sehingga tidak menyulitkannya yang memiliki kemampuan bahasa Jerman biasa saja.

"Bahasa Jermanku kurang bagus. Jadi sering pake bahasa Inggris. Tapi nggak masalah kok. Ya kalau kepepet ujung-ujungnya pake bahasa tarzan," tutupnya.

Dihubungi terpisah, perwakilan dari DAAD Olivia Sopacua juga menjelaskan bahwa biaya hidup di Jerman umumnya berkisar sekitar 8.040 euro per tahun atau 670 euro per bulan untuk kota-kota seperti Berlin, Frankfurt, Hamburg dan Muenchen.

Sementara untuk pembiayaan pendidikan, biasanya tergantung perguruan tinggi masing-masing untuk jenjang master dan doktorat. Skema pembiayaannya pun terbagi dua yaitu pembayaran tuition fee dan semester fee yang dibayarkan tiap semester.

"Semester fee ini gunanya untuk organisasi kemahasiswaan atau fasilitas kampus lainnya," jelas Olivia.

BLOG FAHRI MUHAMMAD HAIKAL LAINNYA

Studi di Jerman Tanpa Beasiswa, Siapa Takut?

Melanjutkan studi di luar negeri tentu membutuhkan persiapan yang matang baik dari segi akademis maupun dari segi finansial. Meski pembiayaan pendidikan di luar negeri khususnya di negara Eropa terbilang murah, para calon pelajar atau mahasiswa tetap harus memperkirakan biaya selama di sana....

Read More

FAHRI MUHAMMAD HAIKAL 00:00:00 18-11-2012

ARSIP

  • November 2021(15)
  • Oktober 2021(15)
  • November 2020(7)
  • Oktober 2020(10)
  • September 2020(9)
  • Agustus 2020(3)
  • Juli 2020(1)
  • Juni 2020(2)
  • Mei 2020(4)
  • April 2020(12)
  • Maret 2020(83)
  • April 2017(1)
  • Januari 2017(1)
  • Oktober 2016(1)
  • Desember 2015(5)
  • November 2015(1)
  • Oktober 2015(1)
  • September 2015(2)
  • Agustus 2015(1)
  • Juli 2015(1)
  • Mei 2015(1)
  • April 2015(1)
  • Maret 2015(1)
  • Desember 2014(2)
  • November 2014(1)
  • Oktober 2014(11)
  • September 2014(6)
  • Agustus 2014(1)
  • Juni 2014(2)
  • April 2014(2)
  • Maret 2014(1)
  • Desember 2013(1)
  • Oktober 2013(3)
  • September 2013(1)
  • Juni 2013(1)
  • Maret 2013(26)
  • Februari 2013(38)
  • Januari 2013(8)
  • Desember 2012(23)
  • November 2012(8)
  • Juni 2012(29)
  • Mei 2012(17)
  • April 2012(248)
  • Maret 2012(436)
  • Februari 2012(215)
  • Januari 2012(486)
  • Desember 2011(647)
  • November 2011(39)
  • Oktober 2011(272)
  • September 2011(81)
  • Agustus 2011(115)
  • Juli 2011(153)

PENULIS

  • NUR AZIZAH(430)
  • SYAFIRA NUR AMALIA HARYADI(386)
  • ISMI SAVIERA ALMIRA(223)
  • UMAR FAROOQ ZAFRULLAH(130)
  • Naufal Rasyid(107)
  • RISA ANJANI(106)
  • MOHAMAD ZIDNI RIZKY(63)
  • NURUL RIZKY FAKHIRA(60)
  • Fauzi Firdaus(47)
  • ALI SYAUQI(46)
  • ELITA AVIANTI DARMA(43)
  • FAUZAN AKMAL HARIZ(41)
  • NABILA ISNAENI AMALIA(38)
  • RADEN LILOTHA ZATTY AQMAR(29)
  • ANDHIKA FIRDAUS(28)
  • ADAM RAMADHAN(26)
  • RINDANG NOOR ALIFA(25)
  • HERI SUHARSO(25)
  • RUSMIATI(24)
  • ANITA PUJI ASTUTI(18)

SMP NEGERI 7 BOGOR

SMP NEGERI 7 BOGOR

  • Homepage
  • Informasi Sekolah
  • Profil Sekolah
  • Kegiatan
  • Prestasi Sekolah
  • Sarana Sekolah
  • Sumber Daya Manusia
  • Gerakan Literasi Sekolah

Blog

  • Blog Guru
  • Blog Siswa
  • Blog Ekskul
  • Blog OSIS

Sambutan Kepala Sekolah

Assalamualaikum Wr.WbPuji syukur kehadirat Allah SWT atas karunianya SMP Negeri 7 Bogor dapat menyajikan informasi melalui website sekolah ini.Di era global dan pesatnya teknologi informasi, keberadaa...Read More

© SMP NEGERI 7 BOGOR. All rights reserved.