Blog Siswa

TUGAS LIBURAN - CERPEN

DYAH NAHDOTUN NISA | 27-04-2012 00:00:00

LOVE THAT I SHOULD HAVE
Cerpen oleh Bella Danny Justice

            Sekeras apa pun aku mencoba, aku tetap tidak bisa melupakan bayangan pria itu. Karena saat itulah pertama kalinya aku merasakan getar cinta, ya..walau kata orang yang lebih tua adalah cinta-monyet, tapi aku pikir yang aku alami ini berbeda. Awal masa SMP ku dulu penuh dengan kecerian dan kebahagiaan. Aku punya orangtua yang begitu perhatian terhadapku. Sampai peristiwa tragis itu datang menimpaku yang duduk di kelas 8. Sulit tentunya bagiku untuk melupakan kejadian yang terjadi terhadap kedua orangtuaku. Mereka meninggal ketika sedang dalam perjalanan akan menjemput aku dari rumah tante Karina.

Hidupku diselimuti oleh awan gelap. Sejak itu aku menjadi anak yang pendiam dan lebih suka menyendiri. Karena sikapku lah akhirnya teman-teman menjauhi aku. Dan dalam keadaanku yang dirundung pilu inilah, pria itu, Ivan, datang menyelamatkan aku yang terjebak jauh di dasar lembah kekelaman. Beruntunglah dia sekelas denganku. Dia orang yang sangat unik. Auranya begitu cerah dan hangat. Setiap orang yang ada didekatnya pasti merasa senang. Aku melihat dengan siapa saja ia berbicara. Mereka yang kala itu berbincang dengan Ivan selalu menampilkan senyum lebar sambil mata yang disipitkan.

            Sampai pada suatu saat, dijam istirahat sekolah, hanya aku yang berada dikelas dengan Ivan sedangkan yang lainnya pergi ke kantin. Aku tau ia sedang tidur, ia menaruh kepalanya diatas meja dan melipat kedua tangannya. Kepalanya menghadap ke arah kiri, tepat kearahku. Momen itu benar-benar membuat rasa penasaranku semakin memuncak. Pada saat tertidur saja ia dapat menarik perhatian orang yang melihatnya! Kemudian aku menghampirinya. Aku memperhatikan wajahnya yang sedang berada dialam mimpi. Dia begitu tampan, populer, dan tentunya...sangat hangat.
            “apa kau sangat menyukai wajahku?” katanya sambil masih memejamkan mata. Aku terkaget mendengar ucapannya. Ternyata ia tau bahwa aku memperhatikannya? Aku sungguh malu sekali!
            Ia membuka kelopak matanya dan menatapku. Aku pun berkata: “siapa yang suka?! Aku hanya sedang lewat dan ingin pergi ke kantin.”
            Sekarang ia sudah dalam posisi duduk yang benar, tapi ia terus menghujamku dengan pertanyaan-pertanyaannya yang membuatku gugup. “ingin pergi ke kantin ya? Bukankah kau selama ini tidak bereaksi terhadap siapa pun dan apa pun yang dilakukan orang-orang disekitarmu? Kau tau, terjebak dalam suatu masalah dan tak mampu untuk keluar dari masalah tersebut adalah hal yang sangat mengerikan, lebih mengerikan dari kau ditolak orang yang kau sukai.” Mendengar ucapan yang sangat dewasa terlontar dari bibirnya, mataku langsung terbelalak. Orang ini tidak seperti yang lainnya. Aku rasa kehidupanku tak akan sama lagi.
            Perlahan aku mulai merajut tali pertemanan diantara kita. Hari demi hari ku lewati penuh dengan senyuman bersamanya. Aku dapat merasakan diriku yang dulu mulai muncul. Aku kembali aktif dan teman-teman yang lainpun sepertinya merindukan diriku yang sesaat menghilang. Aku bisa seperti ini berkat dia. Siapa lagi kalau bukan Ivan dan wejangan-wejangannya setiap hari yang selalu mengiang ditelingaku.
            Tetapi yang kutakutkan pun terjadi. Perasaan yang semula hanya sebagai teman tumbuh melebihi batasnya. Aku menyukainya! Meskipun begitu, aku tidak berani mengatakannya. Karena Ivan seorang yang populer bahkan dikalangan kakak kelas. Semua murid perempuan disekolahku berebut untuk menjadi orang yang spesial dihati Ivan. Tidak sedikit dari mereka yang berwajah cantik, pintar, dan mempunyai keahlian dibidangnya masing-masing seperti melukis, bermain musik, dll. Namun, yang aku tau, tidak ada satupun dari mereka yang diterima oleh Ivan.
            Siang itu aku menerima telfon dari kakak kelasku perempuan. Aku terhentak mendengar pertanyaannya.
            “hei, apa kau ada hubungan spesial dengan Ivan?”
            “t-tidak, aku hanya berteman dengannya.”
            “apa kau menyukainya?”
            “...........”
            “hei, aku tanya apa kau menyukainya?!”
            “aku..... tidak menyukainya.”
            “baiklah kalau begitu.”
            Entah mengapa setelah menerima telfon dari kakak kelas itu perasaanku jadi tidak tenang. Keesokan harinya, saat aku sedang berjalan menuju kelas melalui koridor sekolah, aku mendengar berita bahwa Ivan berpacaran dengan seorang kakak kelas. Pikiranku otomatis langsung menerka-nerka kalau kakak kelas yang berpacaran dengan Ivan adalah orang yang menelfonku kemarin. T-tapi, kenapa dia menanyakan pertanyaan seperti itu? Apa Ivan mengatakan sesuatu kepadanya?
            Semenjak itu juga lah aku tidak pernah lagi berbicara ataupun bertegur-sapa dengan Ivan. Ia seperti menghindar, dan aku pun menghindarinya. Aku sangat menyukainya, tapi aku sadar orang yang ia sukai yaitu kakak kelas tersebut. Aku tidak punya hak untuk bersikap egois seperti ini. Aku ingin terbangun dari mimpi ini!!!!
            “aku kira kau akan mati karena bermimpi, kalau begitu aku akan langsung menghubungi cinta pertamamu di masa SMP itu.” cela Vivian kepadaku.
Aku memimpikan masa itu lagi. Sudah beberapa kali ini terjadi ketika aku merindukannya. Tak terasa 6 tahun sudah terlewati bersama dengan kenangan tentang pria yang kusukai itu. Kini aku seorang mahasiswi yang menekuni fakultas Sastra Jepang. Aku suka membaca manga atau komik. Dan Vivian adalah teman terbaikku yang pernah ku miliki. Ia satu jurusan denganku, tetapi ia sudah ingin cepat-cepat magang ke Jepang dan akan berangkat 1 bulan lagi. Aku juga mempunyai keinginan yang sama seperti Vivian, tapi aku rasa belum saatnya bagiku untuk meninggalkan Indonesia. Masih ada yang harus aku selesaikan.
“ahh..kepalaku sedikit sakit.” Erangku sambil menyentuh kepalaku yang terasa pening.
“oh ya, tadi ku lihat ada pesan tuh dihapemu.” Ucap Vivian yang menggandeng tasnya.
“pesan dari siapa?” katanya lagi.
Tanpa menunggu lama aku menekan tombol Open dan ternyata pesan dari teman SMP-ku Florentina yang mengingatkan akan berlangsungnya acara Reuni SMP kelasku. Ini menegangkan sekali. Reuni SMP kelasku, kelas 8-1, kelasku dulu bersama Ivan. Hari itu akhirnya tiba.
Vivian mengawasi hapeku dan rupanya ia juga ikut membaca pesan dari Florentina. “waaw, jadi ga sabar besok nih ya mau ketemu pujaan hati? Kaya apa ya dia sekarang? Tambah ganteng atau tambah jelek? Hehe..” Vivian memang paling rajin kalau meledekku. Padahal sendirinya ia pun belum punya pacar.
“kau itu kalau bicara jangan sembarangan! Sudah ah, aku mau pulang.” Menghindari Vivian sejauh mungkin adalah jurus yang jitu. Kalau tidak, wajahku pasti langsung memerah karena ia terus menggodaku tentang masa lalu.
***
            Reuni SMP kami diadakan di sebuah kafe. Florentina sudah mengurus semuanya dari sebulan sebelumnya. Ini pertama kalinya kami bertemu kembali, walaupun ada beberapa yang tidak dapat hadir tapi aku sangat senang bisa melihat wajah-wajah teman SMP-ku yang dulu lugu sekarang begitu berubah drastis.
            Dia tidak ada. Aku mencari-cari sosoknya tapi sepertinya ia tidak hadir. Aku sedikit kecewa, padahal ini kesempatanku untuk beretemu dengannya setelah sekian lama kita tidak berjumpa. Apa yang menghalanginya? Apa dia terlalu sibuk dengan dunianya? Aku tidak ingin ambil pusing.
            Acara reuni kami pun berjalan dengan lancar. Kami benar-benar menikmati suasana keakraban yang terjalin malam itu. Tawa dan canda menghiasi ruangan yang sudah kami pesan. Meskipun bahagia, aku tetap merasa ada yang kurang. Aku ingin bertemu dengannya. Tapi kenapa dia mengabaikan acara reuni yang mempertemukan kami? Apa dia tidak ingin bertemu denganku?
            “Sevilla, ada apa denganmu? Apa acaranya tidak menyenangkan?” aku tidak sadar ternyata Florentina mendekatiku dan berbicara denganku.
            “ah, tidak..acaranya meriah sekali. Aku suka.” Jawabku agak sedikit kaku.
            “ah, aku tau! Kau pasti gelisah karena Ivan tidak datang. Betul, bukan? Ayo mengaku saja. Hehe” candanya sambil menyenggol sikutku beberapa kali karena aku tidak menjawabnya.
            Dengan tersipu aku mengatakannya. “iya. Apa kau tau mengapa ia tidak hadir?” tanyaku serius.
            “dia...” belum selesai Florentina menyempurnakan kalimat perkataannya seseorang menjawabnya.
            “aku disini.” Kata orang itu.
            “ah itu dia! Ivan kau telat 1 jam! Apa kau tidak tau Villa gelisah menunggumu?! Dasar kau tukang telat!”oceh Florentina seketika itu juga saat ia melihat Ivan sudah datang.
“Flo! Ucapanmu berlebihan, aku tidak segelisah yang kau katakan. Kau, tau?!” bantahku dengan cepat. Aku tidak mau Ivan melayang ke angkasa sedangkan aku malu karena perkataan Florentina.
“sudahlah, kalian gunakan momen ini untuk berbincang-bincang. 6 tahun adalah waktu yang cukup lama untuk kalian berpisah. Aku akan mengurus anak-anak yang lainnya.” Ujar Florentina yang melemparkan handuk kecil pada Ivan lalu pergi meninggalkan kami di atap kafe berdua.
Aku sungguh gugup dan tidak tau mau mulai pembicaraan dari mana. Untunglah Ivan adalah orang yang asik, jadi tanpa terlihat kikuk ia mengajakku kembali ke masa dulu SMP. Mengenang semua yang pernah terjadi, dan kelucuan-kelucuan kami ketika masih memakai seragam putih biru. Sebenarnya ada yang ingin kutanyakan kepada Ivan. Aku menyimpan rasa penasaran ini sejak lama. Aku ingin mengetahui kebenarannya. Lalu aku pun memberanikan diri bertanya pada laki-laki itu.
“kau ingat, dulu saat SMP kau pernah berpacaran dengan seorang kakak kelas kita?”
“tentu. Ada apa?”
“ada seorang kakak kelas yang menelfonku waktu itu, dia menanyakan hubunganku denganmu. Dia juga bertanya apa aku suka padamu atau tidak. Apa dia adalah pacarmu? Kakak kelas yang sama dengan orang yang menelfonku?”
“iya..”
“tapi kenapa dia bertanya seperti itu kepadaku? Apa kau mengatakan sesuatu kepadanya? Kalau ia suka padamu, kenapa tidak langsung mengatakannya?”
“bodoh...apa kau sebodoh itu?”
“a-apa maksudmu?”
“aku menyukaimu. Sejak dulu...itu sebabnya aku meminta dia menanyakannya padamu, tapi ternyata kau hanya menganggapku sebagai teman. Dan itu juga yang membuatku jengkel. Aku dulu masih penuh dengan emosi. Setelah tau ternyata kau menganggapku hanya sebagai teman, aku pun memutuskan untuk berpacaran dengan kakak kelas itu dan menjauhimu...”
“a-apa? K-kau menyukaiku? Sejak dulu?”
“ya. Aku minta maaf karna sudah menyakiti hatimu. Aku menghindarimu karna aku ingin melupakanmu. Tetapi, sampai detik ini, aku bahkan belum bisa menghapus bayangmu dari fikiranku. Aku selalu bermimpi bertemu denganmu. Aku ingin mengatakan perasaanku padamu, tapi aku tidak tau info apapun tentangmu sampai Florentina mengadakan reuni ini. Kau tau selama 1 bulan aku menyiapkan diri matang-matang untuk berani menyatakan perasaanku padamu. Hehe”
Aku memeluknya. Mendekapnya erat dan menangis di pundaknya. Aku tidak mengira reuni ini akan sangat berkesan. Ivan yang dingin dan cuek mengungkapkan seluruh perasaannya kepadaku. 6 tahun penantianku selama ini tidak berakhir menyedihkan. Aku tidak bisa berkata-kata aku sangat bahagia malam itu. Mengetahui bahwa ia juga menyukaiku sungguh sebuah anugrah. Aku tidak akan melepaskanmu lagi Ivan. Sudah cukup masa-masa kelam diantara kita. Sekarang yang akan ada hanyalah kebahagiaan.
“aku juga menyukaimu, kau tau?! Tapi aku tidak mengatakannya karna kau terlalu cuek jadi aku takut kau akan menolakku dulu. Andai saja dulu aku tau kau juga menyukaiku aku tidak harus menunggu selama ini bukan?” ucapku sambil tetap memeluk Ivan.
Ivan tertawa dalam pelukanku. Begitu indah dan membuatku tenang. “haha Villa, kau tidak berubah. Aku sangat mencintaimu...tapi biar bagaimanapun, aku bersyukur karna penantian kita tidak sia-sia. Aku benar-benar bersyukur...terimakasih Tuhan.”
THE END

BLOG DYAH NAHDOTUN NISA LAINNYA

TUGAS LIBURAN - TIK

Jendela MS Excel Jendela Microsoft Excel terdiri dari bagian-bagian yang mempunyai fungsi tertentu. Bagian-bagian itu adalah : Baris Judul Kontrol Jendela Baris Menu Baris R...

Read More

DYAH NAHDOTUN NISA 00:00:00 27-04-2012

TUGAS LIBURAN - TIK

Jendela MS Excel Jendela Microsoft Excel terdiri dari bagian-bagian yang mempunyai fungsi tertentu. Bagian-bagian itu adalah : Baris Judul Kontrol Jendela Baris Menu Baris R...

Read More

DYAH NAHDOTUN NISA 00:00:00 27-04-2012

TUGAS LIBURAN - TIK

Jendela MS Excel Jendela Microsoft Excel terdiri dari bagian-bagian yang mempunyai fungsi tertentu. Bagian-bagian itu adalah : Baris Judul Kontrol Jendela Baris Menu Baris R...

Read More

DYAH NAHDOTUN NISA 00:00:00 27-04-2012

TUGAS LIBURAN - CERPEN

LOVE THAT I SHOULD HAVE Cerpen oleh Bella Danny Justice             Sekeras apa pun aku mencoba, aku tetap tidak bisa melupakan bayangan pria itu. Karena saat itulah pertama kalinya aku merasakan getar cinta, ya..walau kata orang yang l...

Read More

DYAH NAHDOTUN NISA 00:00:00 27-04-2012

ARSIP

  • November 2021(15)
  • Oktober 2021(15)
  • November 2020(7)
  • Oktober 2020(10)
  • September 2020(9)
  • Agustus 2020(3)
  • Juli 2020(1)
  • Juni 2020(2)
  • Mei 2020(4)
  • April 2020(12)
  • Maret 2020(83)
  • April 2017(1)
  • Januari 2017(1)
  • Oktober 2016(1)
  • Desember 2015(5)
  • November 2015(1)
  • Oktober 2015(1)
  • September 2015(2)
  • Agustus 2015(1)
  • Juli 2015(1)
  • Mei 2015(1)
  • April 2015(1)
  • Maret 2015(1)
  • Desember 2014(2)
  • November 2014(1)
  • Oktober 2014(11)
  • September 2014(6)
  • Agustus 2014(1)
  • Juni 2014(2)
  • April 2014(2)
  • Maret 2014(1)
  • Desember 2013(1)
  • Oktober 2013(3)
  • September 2013(1)
  • Juni 2013(1)
  • Maret 2013(26)
  • Februari 2013(38)
  • Januari 2013(8)
  • Desember 2012(23)
  • November 2012(8)
  • Juni 2012(29)
  • Mei 2012(17)
  • April 2012(248)
  • Maret 2012(436)
  • Februari 2012(215)
  • Januari 2012(486)
  • Desember 2011(647)
  • November 2011(39)
  • Oktober 2011(272)
  • September 2011(81)
  • Agustus 2011(115)
  • Juli 2011(153)

PENULIS

  • NUR AZIZAH(430)
  • SYAFIRA NUR AMALIA HARYADI(386)
  • ISMI SAVIERA ALMIRA(223)
  • UMAR FAROOQ ZAFRULLAH(130)
  • Naufal Rasyid(107)
  • RISA ANJANI(106)
  • MOHAMAD ZIDNI RIZKY(63)
  • NURUL RIZKY FAKHIRA(60)
  • Fauzi Firdaus(47)
  • ALI SYAUQI(46)
  • ELITA AVIANTI DARMA(43)
  • FAUZAN AKMAL HARIZ(41)
  • NABILA ISNAENI AMALIA(38)
  • RADEN LILOTHA ZATTY AQMAR(29)
  • ANDHIKA FIRDAUS(28)
  • ADAM RAMADHAN(26)
  • RINDANG NOOR ALIFA(25)
  • HERI SUHARSO(25)
  • RUSMIATI(24)
  • ANITA PUJI ASTUTI(18)

SMP NEGERI 7 BOGOR

SMP NEGERI 7 BOGOR

  • Homepage
  • Informasi Sekolah
  • Profil Sekolah
  • Kegiatan
  • Prestasi Sekolah
  • Sarana Sekolah
  • Sumber Daya Manusia
  • Gerakan Literasi Sekolah

Blog

  • Blog Guru
  • Blog Siswa
  • Blog Ekskul
  • Blog OSIS

Sambutan Kepala Sekolah

Assalamualaikum Wr.WbPuji syukur kehadirat Allah SWT atas karunianya SMP Negeri 7 Bogor dapat menyajikan informasi melalui website sekolah ini.Di era global dan pesatnya teknologi informasi, keberadaa...Read More

© SMP NEGERI 7 BOGOR. All rights reserved.