Blog Siswa

sejarah angka

ANDINA | 28-03-2012 00:00:00

Sejarah angka

 

Kalau untuk dapat menulis manusia harus terlebih dahulu menciptakan huruf maka untuk dapat menghitung orang harus terlebih dahulu mengenal bilangan berupa angka. Sejak kapan manusia mengenal angka? Sebagai pendekar aritmatika kamu harus tahu sejarah angka!

 

Manusia purba yang peradabannya masih sangat primitif ( juga beberapa suku bangsa sampai saat ini ) tidak mengenal bilangan karena tidak mempunyai kebutuhan untuk menghitung sesuatu. Tetapi setelah manusia hidup menetap dalam kelompok dan masing-masing mempunyai harta benda pribadi yang dihimpunnya, seperti: kambing piaraan, maka agr mengetahui kambing-kambing yang menjadi haknya timbullah kebutuhan untuk menghitung ternak itu. Adapun cara yang digunakan dalam permulaan penghitungan adalah sebagai berikut:

 

 

Membuat garis

Cara ini tergolong sangat sederhana yaitu dengan cara menggoreskan tanda garis mendatar pda aebilah kayu. 1 garis untuk setiap ekor ternak. Apabila seseorang mempunyai 100 ekor ternak maka ia menggoreskan 100 garis.

 

Sistem ranting/ batu kerikil

Pada permulaan penghitungn ini dilakukan dengan mengganti tiap ekor kambing dengan sepotong ranting atau sebutir batu kecil. Potongan ranting atau butiran-butiran batu yang menunjukan jumlah kambing seseorang dimasukkan dalam suatu kantong tertentu atau tempat penyimpanan tertentu. Bila jumlah kambing bertambah dengan lahirnya seekor anak kambing, maka isi kantong ditambah dengan sepotong ranting. Sebaliknya apabila ada seekor kambing yang mati, maka dibuanglah sebutir batu dari tempat penyimpanan.

 

Seiring berjalannya waktu terjadi perkembangan bilamana benda-benda bilangan itu terlalu banyak jumlahnya sehingga untuk menghitungnya satu persatu menjadi sulit. Maka dilakukanlah pengelompokan-pengelompokan terhadap benda-benda bilangan tersebut, misalnya untuk 10 butir kerikil diganti dengan 1 buah batu besar. Inilah yang disebut dengan sistem 10.

 

Setelah peradaban manusia cukup tinggi dan telah menciptakan huruf-huruf makauntuk masing-masing satuan tertentun dalam dengan ucapan lisan seperti misalnya satu,dua,tiga dan seterusnya. Dan akhirnya bilangan-bilangan itu dilambangkan pula dengan simbol-simbol tulisan yang mempunyai bentuk-bentuk tertentu berupa angka-angka.

 

 

Peradaban Babilonia

Bangsa babilonia yang berkembang tahun 3000 sebelum masehi di lembah sungai eufrat dan tigris ( sekarang daerah irak ) banyak meninggalkan catatan-catatan. Catatan-catatan itu dibuat dari lempengan-lempengan tanah liat yang kemudian dibakar dan dijemur di bawah terik matahari. Lempengan-lempengan yang masih bisa diselamatkan sampai sekarang berusia 3700 tahun sebelum masehi dan isinya berupa tabel perkalian dan ilmu ukur! wow!!!

Angka pada peradaban babilonia umumnya berupa garis-garis tegak yang sering disebut dengan istilah tulisan paku . betuknya tegak runcing ke bawah seperti paku. Hal ini disebabkan karena alat yang digunakan untuk menulis angka-angka ini berupa alat keras berbentuk segitiga yang ujungnya runcing.

 

 

Peradaban yunani

Bangsa yunani mulai meminjam huruf-huruf pada alfabetnya untuk menjadi angka-angka dalam menyatakan bilangan. Misalnya angka 1 ditulis dengan huruf yang disebut dengan alpha, bilangan 2 dinyatakan dengan huruf yang disebut beta. Bilangan 3 diberi simbol tulisan huruf gamma, dan seterusnya.

 

 

Peradaban romawi

Sistem angka lain yang seperti di atas adlah angka romawi. Bangsa romawi memakai huruf latin untuk melambangkan bilangan-bilangannya. Misalnya untuk huruf  I digunakan untuk lambang bilangan 1. huruf V untuk bilangan 5, huruf C untuk bilangan 100, demikian seterusnya.

Bangsa romawi dan yunani memakai sistem 10.

 

 

Peradaban mesir

Bngsa mesir pada zaman kuno menciptakan angka-angka yang mempunyai bentuk-bentuk tersendiri dan menyerupai gambar-gambar untuk menuliskan bentuk bilangan-bilangan. Misalnya untuk bilangan sejutadinyatakan dengan lukisan garis yang berupa orang mengangkat kedua tangannya ke atas sebagai tanda heran.

 

Perkembangan lainnya mengenai sistem angka di . Pada sekitar 300 tahun sebelum masehi di ciptakan serangkaian simbol bilangan yang di sebut angka-angka brahmi. Angka-angka ini kemudian disempurnahkan sehingga mempunyai simbol 0 nol sesudah tahun 500 masehi. Bentuk angka-angka brahmi beserta perkembangannya sebagai berikut:

 

 

Akirnya berkembang pula angka-angka arab yang semula dapat dibedakan menjadi 2 macam : yaitu arab timur dan arab barat.

 

arab timur : dipakai di turki, saudi arabia, dan negara-negara sekitarnya. Bentuk angka-angka arab timur sebagai berikut :

 

arab barat : berkembang di spanyol. Diambil oleh negara-negara eropa berkat tulisan Muhammad bin Musa ( Al-khawarizmi ). Setelah menjadi pusat kebudayaan Islam pada abad ke 8, dimana cendekiawan islam ini menulis tentang aljabar arab dan sebuah buku kecil mengenai tata cara berhitung bangsa .

 

Angka-angka ini ternyata lebih praktis daripada angka-angka Romawi yang misalnya untuk menulis bilangan 7 harus menambah angka V dengan I dan I lagi, maka angka-angka arab itu dipakai sepenuhnya dalam peradaban berhitung di Eropa mulai tahun 1600.

BLOG ANDINA LAINNYA

sejarah angka

Sejarah angka   Kalau untuk dapat menulis manusia harus terlebih dahulu menciptakan huruf maka untuk dapat menghitung orang harus terlebih dahulu mengenal bilangan berupa angka. Sejak kapan manusia mengenal angka? Sebagai pendekar aritmatika kamu harus tahu sejarah angka!   ...

Read More

ANDINA 00:00:00 28-03-2012

tekanan

Tekanan       Barometer air raksa sebagai pengukur tekanan udara dalam satuan milibar Tekanan (p) adalah satuan fisika untuk menyatakan gaya (F) per satuan luas (A). Satuan tekanan sering digu...

Read More

ANDINA 00:00:00 28-03-2012

ARSIP

  • November 2021(15)
  • Oktober 2021(15)
  • November 2020(7)
  • Oktober 2020(10)
  • September 2020(9)
  • Agustus 2020(3)
  • Juli 2020(1)
  • Juni 2020(2)
  • Mei 2020(4)
  • April 2020(12)
  • Maret 2020(83)
  • April 2017(1)
  • Januari 2017(1)
  • Oktober 2016(1)
  • Desember 2015(5)
  • November 2015(1)
  • Oktober 2015(1)
  • September 2015(2)
  • Agustus 2015(1)
  • Juli 2015(1)
  • Mei 2015(1)
  • April 2015(1)
  • Maret 2015(1)
  • Desember 2014(2)
  • November 2014(1)
  • Oktober 2014(11)
  • September 2014(6)
  • Agustus 2014(1)
  • Juni 2014(2)
  • April 2014(2)
  • Maret 2014(1)
  • Desember 2013(1)
  • Oktober 2013(3)
  • September 2013(1)
  • Juni 2013(1)
  • Maret 2013(26)
  • Februari 2013(38)
  • Januari 2013(8)
  • Desember 2012(23)
  • November 2012(8)
  • Juni 2012(29)
  • Mei 2012(17)
  • April 2012(248)
  • Maret 2012(436)
  • Februari 2012(215)
  • Januari 2012(486)
  • Desember 2011(647)
  • November 2011(39)
  • Oktober 2011(272)
  • September 2011(81)
  • Agustus 2011(115)
  • Juli 2011(153)

PENULIS

  • NUR AZIZAH(430)
  • SYAFIRA NUR AMALIA HARYADI(386)
  • ISMI SAVIERA ALMIRA(223)
  • UMAR FAROOQ ZAFRULLAH(130)
  • Naufal Rasyid(107)
  • RISA ANJANI(106)
  • MOHAMAD ZIDNI RIZKY(63)
  • NURUL RIZKY FAKHIRA(60)
  • Fauzi Firdaus(47)
  • ALI SYAUQI(46)
  • ELITA AVIANTI DARMA(43)
  • FAUZAN AKMAL HARIZ(41)
  • NABILA ISNAENI AMALIA(38)
  • RADEN LILOTHA ZATTY AQMAR(29)
  • ANDHIKA FIRDAUS(28)
  • ADAM RAMADHAN(26)
  • HERI SUHARSO(25)
  • RINDANG NOOR ALIFA(25)
  • RUSMIATI(24)
  • ANITA PUJI ASTUTI(18)

SMP NEGERI 7 BOGOR

SMP NEGERI 7 BOGOR

  • Homepage
  • Informasi Sekolah
  • Profil Sekolah
  • Kegiatan
  • Prestasi Sekolah
  • Sarana Sekolah
  • Sumber Daya Manusia
  • Gerakan Literasi Sekolah

Blog

  • Blog Guru
  • Blog Siswa
  • Blog Ekskul
  • Blog OSIS

Sambutan Kepala Sekolah

Assalamualaikum Wr.WbPuji syukur kehadirat Allah SWT atas karunianya SMP Negeri 7 Bogor dapat menyajikan informasi melalui website sekolah ini.Di era global dan pesatnya teknologi informasi, keberadaa...Read More

© SMP NEGERI 7 BOGOR. All rights reserved.