Blog Siswa
TUGAS LIBURAN (B.INDONESIA - CARA MENULIS CERPEN DENGAN MUDAH)
Mendengar cerpen, pikiran Anda pasti akan tertuju pada para sastrawan hebat yang namanya sudah begitu dikenal. Oleh sebab itu, Anda kadang malu untuk mencoba menulis sebuah cerpen. Padahal, siapa pun bisa berkarya. Selama seseorang dikaruniai pikiran sehat, ia pasti bisa berkarya.
Masalahnya, tidak semua orang memiliki gaya penceritaan dan penulisan yang baik sehingga mereka malu menyebut tulisannya sebagai karya. Pada dasarnya, menulis cerpen tidaklah sulit. Menulis cerpen sama saja dengan bercerita atau curhat tentang perasaan dan kejadian sehari-hari.
Definisi Cerpen
Cerpen atau cerita pendek adalah sebuah bentuk prosa naratif. Isi cerpen cenderung padat dan langsung pada tujuan dibanding karya-karya fiksi yang lebih panjang, misalnya novel. Cerpen mengandalkan teknik-teknik sastra, misalnya tokoh, alur, tema, bahasa, dan wawasan yang lebih luas karena ceritanya singkat.
Sesuai namanya, cerpen merupakan cerita yang isinya relatif pendek dan selesai dibaca sekali duduk. Dalam sekali duduk, kita sudah bisa memahami isi cerita. Tema cerpen bermacam-macam, di antaranya percintaan, kasih sayang, dan jenaka. Cerpen biasanya mengandung pesan yang dapat dipahami dengan mudah sehingga cocok dibaca segala umur.
Unsur-Unsur Cerpen
Cerita pendek dibangun oleh unsur-unsur penting. Unsur-unsur cerpen terdiri atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik cerpen meliputi tema, tema, alur, latar, tokoh, penokohan atau watak, dan amanat. Sementara itu, unsur ekstrinsik mencakup budaya, jenis pekerjaan, jenis kelamin, dan sebagainya.
Tahapan Cerpen
Cerita pendek terdiri atas 4 tahapan, yaitu pengenalan, awal konflik, puncak konflik, dan penyelesaian konflik. Tahap yang paling diminati pembaca adalah bagian konflik yang merupakan klimaks atau puncak masalah sebuah cerita.
Belajar Menulis Cerpen
Setelah mengetahui definisi, unsur-unsur, dan tahapan cerpen, Anda pasti sudah memiliki gambaran untuk membuat sebuah cerpen. Membuat cerpen pada dasarnya hampir sama dengan menulis di buku diary atau catatan-catatan pendek lain. Bedanya, cerpen memiliki tokoh dan konflik yang lebih rumit.
Berikut adalah langkah-langkah mudah untuk belajar membuat cerpen.
- Tentukan tema cerita yang ingin dibuat.
- Buatlah kerangka karangan cerita secara kasar. Misalnya, tahap pengenalan, kemunculan konflik, klimaks, dan penyelesaian konflik.
- Tentukan alur atau jalan cerita, misalnya alur maju (bercerita hari ini ke masa depan) atau alur mundur (menceritakan ulang hal yang telah terjadi pada masa lalu).
- Tentukan tokoh dan wataknya.
- Mulailah menulis cerita.
Hal lain yang perlu diingat ketika menulis cerpen adalah penggunaan gaya bahasa dan sudut pandang. Layaknya sebuah bacaan fiksi, isi cerpen tentu harus diceritakan dengan bahasa yang indah. Misalnya, malam hari bisa dideskripsikan dengan rentetan kata-kata seperti berikut ini.
Lentera rumah mulai dinyalakan, angin menghunus tulangku hingga dalam. Langit sedikit berawan menyisakan semburat cahaya bulan yang tidak utuh. Kelelawar mulai keluar dari sarangnya…
Yang dimaksud sudut pandang adalah bagaimana penulis menempatkan dirinya dalam cerita. Sudut pandang ada dua macam.
- Sudut pandang orang pertama, yaitu penulis memposisikan diri sebagai tokoh utama. Sudut pandang orang pertama ditandai dengan penggunaan tokoh Aku.
- Sudut pandang orang ketiga, yaitu penulis tidak berperan sebagai tokoh utama. Tokoh utama cerita diperankan oleh Dia, Ia, atau nama-nama tokoh lain seperti Bayu.
~SELESAI~
BLOG AMYLIA TRISIANA LAINNYA
TUGAS LIBURAN (B.INDONESIA - CARA MENULIS CERPEN DENGAN MUDAH)
Cara menulis Cerpen dengan Mudah Mendengar cerpen, pikiran Anda pasti akan tertuju pada para sastrawan hebat yang namanya sudah begitu dikenal. Oleh sebab itu, Anda kadang malu untuk mencoba menulis sebuah cerpen. Padahal, siapa pun bisa berkarya. Selama seseorang dikaruniai pikiran seh...
Read MoreAMYLIA TRISIANA 00:00:00 19-03-2012
tugas liburan (PKN-Demokrasi Pancasila)
I.Pengertian Demokrasi Pancasila Istilah "demokrasi" berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern. Namun, arti dari istilah ini telah...
Read MoreAMYLIA TRISIANA 00:00:00 19-03-2012
ARSIP
- November 2021(15)
- Oktober 2021(15)
- November 2020(7)
- Oktober 2020(10)
- September 2020(9)
- Agustus 2020(3)
- Juli 2020(1)
- Juni 2020(2)
- Mei 2020(4)
- April 2020(12)
- Maret 2020(83)
- April 2017(1)
- Januari 2017(1)
- Oktober 2016(1)
- Desember 2015(5)
- November 2015(1)
- Oktober 2015(1)
- September 2015(2)
- Agustus 2015(1)
- Juli 2015(1)
- Mei 2015(1)
- April 2015(1)
- Maret 2015(1)
- Desember 2014(2)
- November 2014(1)
- Oktober 2014(11)
- September 2014(6)
- Agustus 2014(1)
- Juni 2014(2)
- April 2014(2)
- Maret 2014(1)
- Desember 2013(1)
- Oktober 2013(3)
- September 2013(1)
- Juni 2013(1)
- Maret 2013(26)
- Februari 2013(38)
- Januari 2013(8)
- Desember 2012(23)
- November 2012(8)
- Juni 2012(29)
- Mei 2012(17)
- April 2012(248)
- Maret 2012(436)
- Februari 2012(215)
- Januari 2012(486)
- Desember 2011(647)
- November 2011(39)
- Oktober 2011(272)
- September 2011(81)
- Agustus 2011(115)
- Juli 2011(153)
PENULIS
- NUR AZIZAH(430)
- SYAFIRA NUR AMALIA HARYADI(386)
- ISMI SAVIERA ALMIRA(223)
- UMAR FAROOQ ZAFRULLAH(130)
- Naufal Rasyid(107)
- RISA ANJANI(106)
- MOHAMAD ZIDNI RIZKY(63)
- NURUL RIZKY FAKHIRA(60)
- Fauzi Firdaus(47)
- ALI SYAUQI(46)
- ELITA AVIANTI DARMA(43)
- FAUZAN AKMAL HARIZ(41)
- NABILA ISNAENI AMALIA(38)
- RADEN LILOTHA ZATTY AQMAR(29)
- ANDHIKA FIRDAUS(28)
- ADAM RAMADHAN(26)
- RINDANG NOOR ALIFA(25)
- HERI SUHARSO(25)
- RUSMIATI(24)
- ANITA PUJI ASTUTI(18)