Blog Siswa
pembentukan BPUPKI
Sejarah Pembentukan BPUPKI
Memasuki awal tahun 1944, kedudukan Jepang dalam perang Pasifik semakin terdesak. Angkatan Laut Amerika Serikat dipimpin Laksamana Nimitz berhasil menduduki posisi penting di Kepulauan Mariana seperti Saipan, Tidian dan Guan yang memberi kesempatan untuk Sekutu melakukan serangan langsung ke Kepulauan Jepang. Sementara posisi Angkatan Darat Amerika Serikat yang dipimpin oleh Jendral Douglas Mac Arthur melalui siasat loncat kataknya berhasil pantai Irian dan membangun markasnya di Holandia (Jayapura). Dari Holandia inilah Mac Arthur akan menyerang Filipina untuk memenuhi janjinya. Di sisi lain kekuatan Angkatan Laut Sekutu yang berpusat di Biak dan Morotai berhasil menghujani bom pada pusat pertahanan militer Jepang di Maluku, Sulawesi, Surabaya dan Semarang. Kondisi tersebut menyebabkan jatuhnya pusat pertahanan Jepang dan merosotnya semangat juang tentara Jepang. Kekuatan tentara Jepang yang semula ofensif (menyerang) berubah menjadi defensif (bertahan). Kepada bangsa Indonesia, pemerintah militer Jepang masih tetap menggembar gemborkan (meyakinkan) bahwa Jepang akan menang dalam perang Pasifik.
Pada tanggal 18 Juli 1944, Perdana Menteri Hideki Tojo terpaksa mengundurkan diri dan diganti oleh Perdana Menteri Koiso Kuniaki. Dalam rangka menarik simpati bangsa Indonesia agar lebih meningkatkan bantuannya baik moril maupun materiil, maka dalam sidang istimewa ke-85 Parlemen Jepang (Teikoku Ginkai) pada tanggal 7 September 1944 (ada yang menyebutkan 19 September 1944), Perdana Menteri Koiso mengumumkan bahwa Negara-negara yang ada di bawah kekuasaan Jepang diperkenankan merdeka “kelak di kemudian hari”. Janji kemerdekaan ini sering disebut dengan istilah Deklarasi Kaiso. Pada saat itu, Koiso dianggap menciptakan perdamaian dengan Sekutu, namun ia tak bisa menemukan solusi yang akan menenteramkan militer Jepang atau Amerika.
Sejak saat itu pemerintah Jepang memberi kesempatan pada bangsa Indonesia untuk mengibarkan bendera merah putih berdampingan dengan Hinomaru (bendera Jepang), begitu pula lagu kebangsaan Indonesia Raya boleh dinyanyikan setelah lagu Kimigayo. Di satu sisi ada sedikit kebebasan, namun di sisi lain pemerintah Jepang semakin meningkatkan jumlah tenga pemuda untuk pertahanan. Selain dari organisasi pertahanan yang sudah ada ditambah lagi dengan organisasi lainnya seperti: Barisan Pelajar (Suishintai), Barisan Berani Mati (Jikakutai) beranggotakan 50.000 orang yang diilhami oleh pasukan Kamikaze Jepang yang jumlahnya 50.000 orang (pasukan berani mati pada saat penyerangan ke Pearl Harbour).
Pada akhir 1944, posisi Jepang semakin terjepit dalam Perang Asia Timur Raya dimana Sekutu berhasil menduduki wilayah-wilayah kekuasaan Jepang, seperti Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Kepulauan Marshall, bahkan Kepulauan Saipan yang letaknya sudah sangat dekat dengan Jepang berhasil diduduki oleh Amerika pada bulan Juli 1944. Sekutu kemudian menyerang Ambon, Makasar, Manado, Tarakan, Balikpapan, dan Surabaya.
Menghadapi situasi yang kritis itu, maka pada tanggal 1 Maret 1945 pemerintah pendudukan Jepang di Jawa yang dipimpin oleh Panglima tentara ke-16 Letnan Jenderal Kumakici Harada mengumumkan pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tujuan pembentukan badan tersebut adalah menyelidiki dan mengumpulkan bahan-bahan penting tentang ekonomi, politik dan tata pemerintahan sebagai persiapan untuk kemerdekaan Indonesia.
Walaupun dalam penyusunan keanggotaan berlangsung lama karena terjadi tawar menawar antara pihak Indonesia dan Jepang, namun akhirnya BPUPKI berhasil dilantik 28 Mei 1945 bertepatan dengan hari kelahiran Kaisar Jepang, yaitu Kaisar Hirohito. Adapun keanggotaan yang terbentuk berjumlah 67 orang dengan ketua Dr. K.R.T. Radjiman Widiodiningrat dan R. Suroso dan seorang Jepang sebagai wakilnya Ichi Bangase ditambah 7 anggota Jepang yang tidak memiliki suara. Ir. Soekarno yang pada waktu itu juga dicalonkan menjadi ketua, menolak pencalonannya karena ingin memperoleh kebebasan yang lebih besar dalam perdebatan, karena biasanya peranan ketua sebagai moderator atau pihak yang menegahi dalam memberi keputusan tidak mutlak.
Pada tanggal 28 Mei 1945 dilangsungkanlah upacara peresmian BPUPKI bertempat di Gedung Cuo Sangi In, Jalan Pejambon Jakarta, dihadiri oleh Panglima Tentara Jepang Wilayah Ketujuh Jenderal Itagaki dan Panglima Tentara Keenam Belas di Jawa Letnan Jenderal Nagano. BPUPKI mulai melaksanakan tugasnya dengan melakukan persidangan untuk merumuskan undang-undang dasar bagi Indonesia kelak. Hal utama yang dibahas adalah dasar negara bagi negara Indonesia merdeka.
Selama masa tugasnya BPUPKI hanya mengadakan sidang dua kali. Sidang pertama dilakukan pada tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945 di gedung Chou Sang In di Jalan Pejambon 6 Jakarta yang sekarang dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila. Pada sidang pertama, Dr. KRT. Rajiman Widyodiningrat selaku ketua dalam pidato pembukaannya menyampaikan masalah pokok menyangkut dasar negara Indonesia yang ingin dibentuk pada tanggal 29 Mei 1945.
Ada tiga orang yang memberikan pandangannya mengenai dasar negara Indonesia yaitu Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Supomo dan Ir. Soekarno.
Orang pertama yang memberikan pandangannya adalah Mr. Muhammad Yamin.
Dalam pidato singkatnya, ia mengemukakan lima asas yaitu:
a. peri kebangsaan
b. peri ke Tuhanan
c. kesejahteraan rakyat
d. peri kemanusiaan
e. peri kerakyatan
Pada tanggal 31 Mei 1945, Prof. Dr. Soepomo dalam pidatonya mengusulkan pula lima asas yaitu:
a. persatuan
b. mufakat dan demokrasi
c. keadilan social
d. kekeluargaan
e. musyawarah
Pada sidang hari ketiga tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengusulkan lima dasar negara Indonesia merdeka yaitu:
a. Kebangsaan Indonesia
b. Internasionalisme dan peri kemanusiaan
c. Mufakat atau demokrasi
d. Kesejahteraan social
e. Ketuhanan yang Maha Esa.
Kelima asas dari Ir. Soekarno itu disebut Pancasila yang menurut beliau dapat diperas menjadi Tri Sila atau Tiga Sila yaitu:
a. Sosionasionalisme
b. Sosiodemokrasi
c. Ketuhanan yang berkebudayaan
Bahkan menurut Ir. Soekarno Trisila tersebut di atas masih dapat diperas menjadi Eka sila yaitu sila Gotong Royong.
Meskipun sudah ada tiga usulan tentang dasar negara, namun sampai 1 Juni 1945 sidang BPUPKI belum berhasil mencapai kata sepakat tentang dasar negara. Maka diputuskan untuk membentuk panitia khusus yang diserahi tugas untuk membahas dan merumuskan kembali usulan dari anggota, baik lisan maupun tertulis dari hasil sidang pertama. Panitia khusus ini yang dikenal dengan Panitia 9 atau panitia kecil yang terdiri dari:
1. Ir. Soekarno (ketua)
2. Drs. Moh. Hatta (wakil ketua)
3. KH. Wachid Hasyim (anggota)
4. Abdoel Kahar Muzakar (anggota)
5. A.A. Maramis (anggota)
6. Abikoesno Tjokrosoeyoso (anggota)
7. H. Agus Salim (anggota)
8. Mr. Achmad Soebardjo (anggota)
9. Mr. Muhammad Yamin (anggota).
Pada tanggal 22 Juni 1945, Panitia Sembilan mengadakan pertemuan. Hasil dari pertemuan tersebut, direkomondasikan Rumusan Dasar Negara yang dikenal dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang berisi
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya;
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab;
3. Persatuan Indonesia;
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan;
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Coba Anda perhatikan rumusan piagam Jakarta point pertama, konsep inilah yang pada akhirnya mengalami perubahan karena adanya kritik bahwa bangsa Indonesia majemuk dalam beragama. Di sisi lain konsep tersebut saat ini sedang gencar-gencarnya untuk diusahakan kembali yaitu upaya untuk menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya mengingat agama Islam merupakan mayoritas di Indonesia.
Setelah piagam Jakarta berhasil disusun, BPUPKI membentuk Panitia Perancang Undang-Undang Dasar. Ini merupakan sidangnya yang ke-2 pada tanggal 10 - 16 Juli 1945. Panitia ini diketuai oleh Ir. Soekarno dan beranggotakan 19 orang. Pada sidang tanggal 11 Juli 1945, panitia Perancang UUD membentuk panitia kecil yang beranggotakan 7 orang.
a. Prof. Dr. Mr. Soepomo (ketua merangkap anggota)
b. Mr. Wongsonegoro
c. Mr. Achmad Soebardjo
d. A.A. Maramis
e. Mr. R.P. Singgih
f. H. Agus Salim
g. Dr. Sukiman.
Tugas panitia kecil adalah menyempurnakan dan menyusun kembali rancangan UUD yang telah disepakati. Selain panitia kecil di atas, adapula panitia Penghalus bahasa yang anggotanya terdiri dari Prof. Dr. Mr. Soepomo, Prof. Dr. P.A.A. Hoesein Djayadiningrat.
Tanggal 13 Juli 1945 panitia perancang UUD yang diketuai Ir. Soekarno mengadakan sidang untuk membahas hasil kerja panitia kecil perancang UUD.
Pada tanggal 14 Juli 1945 dalam rapat pleno BPUPKI menerima laporan panitia perancang UUD yang dibacakan Ir. Soekarno. Dalam laporan tersebut tiga masalah pokok yaitu:
a. pernyataan Indonesia merdeka
b. pembukaan UUD
c. batang tubuh UUD.
Konsep pernyataan Indonesia merdeka disusun dengan mengambil tiga alenia pertama piagam Jakarta. Sedangkan konsep Undang-Undang Dasar hampir seluruhnya diambil dari alinea keempat piagam Jakarta.
Hasil kerja panitia perancang UUD yang dilaporkan akhirnya diterima oleh BPUPKI. Kejadian ini merupakan momentum yang sangat penting karena disinilah masa depan bangsa dan negara dibentuk.
Pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI atau Dokurtsu Junbi Cosakai dibubarkan oleh Jepang karena dianggap terlalu cepat mewujudkan kehendak Indonesia merdeka dan mereka menolak adanya keterlibatan pemimpin pendudukan Jepang dalam persiapan kemerdekaan Indonesia.
Pada tanggal itu pula dibentuk PPKI atau Dokuritsu Junbi Inkai, dengan anggota berjumlah 21 orang terdiri dari 12 orang dari Jawa, 3 orang dari Sumatra, 2 orang dari Sulawesi, 1 orang dari Kalimantan, 1 orang dari Nusa Tenggara, 1 orang dari Maluku, 1 orang dari Tionghoa
Dokuritsu Zyunbi Tyoosa Kai
Dokuritu Zyunbi Tyoosa Kai atau yang sering dikenal dengan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) adalah sebuah Badan yang dibentuk oleh Pemerintah Angkatan Darat XVI Jepang yang berkedudukan di Jakarta (selengkapnya baca artikel BPUPKI) ini beranggotakan 67 orang,terdiri dari 60 orang yang dianggap tokoh dari Indonesia dan 7 orang anggota Jepang dan ketrunan Indo lainnya tanpa hak suara. Pada sidang yang kedua (10 Juli-17Juli) Pemerintah [Jepang] menambah 6 orang anggota bangsa Indonesia.
[sunting] Daftar Anggota BPUPKI
| Nomor | Nama anggota dalam EYD | Nama anggota dalam ejaan asli | Tempat kelahiran | Tanggal kelahiran | Pekerjaan/Jabatan | Keterangan lainnya |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 #) | Abdul Kaffar | Kaffar, Abdoel | Sampang, Jatim | 14-05-1913 | Bekas Kapten Mantan Barisan Madura | - |
| 2 | Abdul Kahar Muzakir | Moezakir, Abdoel Kahar | Gading, Yogyakarta | 16-04-1907 | Peg Kantor Kooti Zimu Kyoku Yogya bag Ekonomi | - |
| 3 | Agus Muhsin Dasaad | Dasaad, Agoes Moechsin | Sulu, Filipina | 25-08-1905 | Pemimpin NV Pabrik Tenun, Wa Ketua Jakarta Tokubetu Si Sangi Kai | - |
| 4 | AR Baswedan | Baswedan, AR. | Surabaya | 11-09-1908 | Angg Tyuuoo Sangi In | Angg KNIP 1946 |
| 5 *) | Bandoro Pangeran Hario Purubojo | Poeroebojo, Bandoro Pangeran Hario | Yogyakarta | 25-06-1906 | Pembesar Kawedanan Kori Kraton Yogyakarta, Angg Tyuuoo Sangi In | - |
| 6 *) #) | Bendoro Kanjeng Pangeran Ario Suryohamijoyo. | Soerjohamidjojo, Bendoro Kanjeng Pangeran Ario | Solo | 13-10-1905 | Ajudan Sri Susuhunan Surakarta | - |
| 7 | Bendoro Pangeran Hario Bintoro | Bintoro', Bendoro Pangeran Hario | Yogyakarta | 02-08-1914 | Pejabat di Kesultanan Yogyakarta | - |
| 8 *) | Dr. Kanjeng Raden Tumenggung Rajiman Wedyodiningrat | Wedyodiningrat, Radjiman, Kanjeng Raden Tumenggung, Dr | Yogyakarta | 21-04-1879 | Angg Tyuuoo Sangi In, Pertanian di Bulak Ngalaran Walikukun Kab Ngawi | - |
| 9 | Dr. Raden Buntaran Martoatmojo | Martoatmodjo, Boentaran, Raden, Dr. | Loano, Purworejo | 11-01-1896 | Ka RSU Negeri Semarang, Wa Ketua Syuu Hookoo Kai Semarang dan Tyuuoo Sangi In | Men Kes I |
| 10 | Dr. Raden Suleiman Effendi Kusumaatmaja | Koesoemaatmadja, Soleiman Effendi, Raden. Dr. | Purwakarta | 08-09-1898 | Ketua Tihoo Hooin Semarang, Kendal, Semarang Ken Kooto Hooin Kinmu | Ketua MA I |
| 11 | Dr. Samsi Sastrawidagda | Sastrawidagda, Samsi, Dr. | Solo | 13-03-1894 | Ka Kantor Partikelir Tatausaha dan Pajak Surabaya, Angg Tyuuoo Sangi In | Men Keu I |
| 12 | Dr. Sukiman Wiryosanjoyo | Wirjosandjojo, Soekiman, Dr. | Sewor, Solo | 19-06-1896 | Dokter Partikelir di Yogyakarta | - |
| 13 | Drs. Kanjeng Raden Mas Hario Sosrodiningrat | Sosrodiningrat, Kanjeng Raden Mas Hario, Drs. | Solo | 01-12-1902 | Solo Kooti Soomuu Tyookan | - |
| 14 | Drs. Muhammad Hatta | Hatta, Mohammad, Drs. | Bukit Tinggi, Sumbar | 12-08-1902 | Angg Tyuuoo Sangi In, Wa Ketua Hookoo Kaigi Jawa Hookookai | Wakil Presiden I |
| 15 | Haji A.A. Sanusi | Sanoesi, A.A., Haji | Cantayan, Sukabumi | 18-09-1888 | Angg Bogor Syuu Sangi Kai | - |
| 16 *) | Haji Abdul Wahid Hasyim | Hasjim, Abdoel Wachid, Haji. | Jombang | 12-02-1913 | Berniaga, Penasehat Kantor Penyelidikan Surabaya. | - |
| 17 | Haji Agus Salim | Salim, Agoes, Haji. | Koto Gadang, IV Koto, Agam, Sumbar | 08-10-1884 | N/A | - |
| 18 #) | Ir. Pangeran Muhammad Nur | Noor, Mohammad, Pangeran, Ir. | Martapura, Banjarmasin | 24-07-1901 | Pemimpin Kantor Pengairan Bondowoso | Gubernur Kalimantan I |
| 19 | Ir. Raden Ashar Sutejo Munandar | Moenandar, Ashar Soetedjo, Raden, Ir. | Siluwak Sawangan Batang | 30-04-1914 | Ingenieur Seibu Jawa Denki Zidyoo Koosya Bogor [versi: Suisin Taityoo Ngawi] | - |
| 20 | Ir. Raden Mas Panji Surahman Cokroadisuryo | Tjokroadisoerjo, Soerachman, Raden Mas Panji, Ir. | Wonosobo | 30-08-1894 | Pem Kantor Pusat Kerajinan dan Jawata Tera | Men Kemakmuran I |
| 21 | Ir. Raden Ruseno Suryohadikusumo | Soerjohadikoesoemo, Rooseno, Raden, Ir. | Madiun | 08-08-1908 | Ingenieur, Pem distrik II Pengairan Jatim Kediri, Angg Tyuuoo Sangi In, Wa Penasehat Syuu Sangi Kai Kediri | - |
| 22 *) | Ir. Sukarno. | Soekarno, Ir. | Surabaya | 06-06-1901 | Penasehat Tyuuoo Sangi In, Sango Soomubu Jakarta | Presiden I |
| 23 | K.H. Abdul Halim (Muhammad Syatari) | Halim, Abdul (Mohammad Sjatari), K.H. | Majalengka | 17-06-1887 | Penasehat Perikatan Umat Islam Majalengka, Angg Tyuuoo Sangi In Jakarta. | - |
| 24 | Kanjeng Raden Mas Tumenggung Ario Wuryaningrat. | Woerjaningrat, Kanjeng Raden Mas Toemenggoeng Ario. | Solo | 12-03-1885 | Bupati Nayoko Kaprah Tengan di Kraton Solo | - |
| 25 *) | Ki Bagus Hadikusumo | Hadikoesoemo, Bagoes, Ki | Yogyakarta | xx-xx-1890 | Angg Tyuuoo Sangi In, Ketua Muhammadiyah. | - |
| 26 *) | Ki Hajar Dewantara | Dewantara, Hajar, Ki | Paku Alaman, Yogyakarta | 08-05-1889 | Angg Tyuuoo Sangi In Soomu Jawa Hookookai Yogyakarta. | Menteri P&K I |
| 27 #) | Kiai Haji Abdul Fatah Hasan | Hasan, Abdul Fatah, Kiai Haji. | Bojonegaro, Cilegon atau Menes (Banten Selatan) (?) | xx-xx-1912 | Angg Banten Syuu Sangi Kai. | - |
| 28 | Kiai Haji Mas Mansoer. | Mansoer, Mas, Kiai Haji. | Surabaya | 25-06-1896 | Kamon Shuumubu, Masyumi Jakarta. | - |
| 29 | Kiai Haji Masjkur. | Masjkoer, Kiai Haji. | Singasari Malang | 30-12-1902 | Tokoh NU | - |
| 30 | Liem Koen Hian | Liem, Koen Hian. | Banjarmasin | xx-xx-1896 | N/A | Pindah kewarga-negaraan |
| 31 | Mas Aris. | Aris, Mas. | Karanganyar, Kebumen | 02-01-1901 | Ketua Pati Syuu Sangi Kai, Angg Tyuuoo Sangi In. | - |
| 32 | Mas Sutarjo Kartohadikusumo | Kartohadikoesoemo, Soetardjo. Mas | Kunduran, Blora | 22-10-1892 | Syuutyookan Jakarta. | Gubernur Jabar I |
| 33 | Mr. A.A. Maramis | Maramis, A. A., Mr. | Manado | 20-06-1897 | Advokat Jakarta. | Meneg Kabinet I |
| 34 | Mr. Kanjeng Raden Mas Tumenggung Wongsonagoro. | Wongsonagoro, Kanjeng Raden Mas Toemenggoeng, Mr. | Solo | 20-04-1897 | Bupati Sragen | Residen |
| 35 #) | Mr. Mas Besar Martokusumo. | Martokoesoemo, Mas Besar, Mr. | Brebes | 08-07-1893 | Walikota Tegal | - |
| 36 | Mr. Mas Susanto Tirtoprojo | Tirtoprodjo, Soesanto, Mas, Mr. | Solo | 03-03-1900 | Madiun Sityoo | - |
| 37 | Mr. Muhammad Yamin | Yamin, Muhammad, Mr. | Sawahlunto, Sumbar | 23-08-1903 | Penasehat Sendenbu-sendenka (Sanyoo-Sendenbu) | - |
| 38 *) | Mr. Raden Ahmad Subarjo | Soebardjo, Ahmad, Raden, Mr. | Krawang | 23-03-1897 | Pem bag Informasi Gunseikanbu cabang I Jakarta | Men LN I |
| 39 | Mr. Raden Hindromartono, | Hindromartono, Raden, Mr. | Gunem, Rembang | 31-12-1908 | Shokuin Naimobu Roodo Kyoku | - |
| 40 | Mr. Raden Mas Sartono. | Sartono, Raden Mas. Mr. | Wonogiri | 05-08-1900 | Advokat, Angg Tyuuoo Sangi In | Men Neg Kabinet I |
| 41 | Mr. Raden Panji Singgih. | Singgih, Raden Panji, Mr. | Malang | 17-10-1894 | Pembesar Umum Naimuu Koseika Tyoo Jakarta | - |
| 42 | Mr. Raden Samsudin | Samsoedin, Raden, Mr. | Sukabumi | 01-01-1908 | N/A | - |
| 43 | Mr. Raden Suwandi. | Soewandi, Raden, Mr. | Ngawi | 31-10-1898 | Sanyo Bunkyoo Kyoku | - |
| 44 | Mr. Raden, Sastromulyono. | Sastromoeljono, Raden, Mr. | Kudus | 16-10-1898 | Hakim Kootoo Hooin dan Tihoo Hooin Jakarta Tangerang | - |
| 45 *) | Mr. Yohanes Latuharhary | Latuharhary, Johanes. Mr. | Saparua, Ambon | 06-07-1900 | Peg. Somubu Jakarta | Gubernur Maluku I |
| 46 | Ny. Mr. Raden Ayu Maria Ulfah Santoso | Santoso, Maria Ulfah, Raden Ayu, Mr. | Semarang | 18-08-1911 | Peg Syhobu Jakarta | Men Sos 1946 |
| 47 | Ny. Raden Nganten Siti Sukaptinah Sunaryo Mangunpuspito | Mangoenpoespito, Siti Soekaptinah Soenarjo, Raden Nganten | Yogyakarta | 28-12-1907 | Kabag Wanita Kantor Pus Jawa Hookoo Kai Jakarta | - |
| 48 | Oey Tiang Tjoei | Oey, Tiang Tjoei. | Jakarta | xx-xx-1893 | Angg Tyuuoo Sangi In, Presiden Hua Chiao Tong Hui | - |
| 49 | Oey Tjong Hauw | Oey, Tjong Hauw. | Semarang | xx-xx-1904 | Angg Tyuuoo Sangi In | - |
| 50 | P.F. Dahler | Dahler, P.F. | Semarang | 21-02-1883 | N/A | - |
| 51 | Parada Harahap | Harahap, Parada | Pargarutan, Sumut | 15-12-1899 | Direktur Percetakan dan Harian Sinar Baru Semarang | Gelar Maharaja Goenoeng Moeda |
| 52 *) | Prof. Dr. Mr. Raden Supomo. | Soepomo, Raden, Prof. Mr. Dr. | Sukoharjo, Solo | 22-01-1903 | Pem. Hooki Kyoku, Angg Saikoo Hooin | Men Keh I |
| 53 | Prof. Dr. Pangeran Ario Husein Jayadiningrat | Djajadiningrat, Husein, Pangeran Ario, Prof. Dr. | Kramat Watu, Serang | 08-12-1886 | Syumubutyoo, Angg Tyuuoo Sangi In Jakarta. | - |
| 54 | Prof. Dr. Raden Jenal Asikin Wijaya Kusuma | Koesoema, Djenal Asikin Widjaja, Raden. Prof. Dr. | Mononjaya, Tasikmalaya | 07-06-1891 | Wa Pemimpin RSU Negeri, Guru Tinggi Ika Dai Gaku Jakarta | - |
| 55 *) | Raden Abdul Kadir | Kadir, Abdul, Raden | Binjai, Sumut | 06-06-1906 | Opsir PETA | - |
| 56 | Raden Abdulrahim Pratalykrama | Pratalykrama, Abdoelrahim, Raden | Sumenep, Jatim | 10-06-1898 | Wa Residen Kediri | Residen Kediri |
| 57 | Raden Abikusno Cokrosuyoso | Tjokrosoejoso, Abikoesno, Raden | Ponorogo | 16-06-1897 | Architectparticulir, Ketua bag Umum kantor pusat Jawa Hookoo Kai | Men PU I |
| 58 | Raden Adipati Ario Purbonegoro Sumitro Kolopaking | Kolopaking, Poerbonegoro, Soemitro, Raden Adipati Ario. | Papringan, Banyumas | 14-06-1887 | Bupati Banjarnegara | - |
| 59 *) | Raden Adipati Wiranatakusuma. | Wiranatakoesoema, Raden Adipati. | Bandung | 08-08-1888 | Bupati Bandung | Men Dagri I |
| 60 #) | Raden Asikin Natanegara | Natanegara, Asikin, Raden | Bogor | 23-12-1902 | Ikyu Keishi pada Keimubu | - |
| 61 | Raden Mas Margono Joyohadikusumo | Djojohadikoesoemo, Margono, Raden Mas. | Purbolinggo | 16-05-1894 | Penulis Koperasi Kantor Pusat Koperasi Perdagangan Dagri Jakarta | Pendiri BNI 46 |
| 62 | Raden Mas Tumenggung Ario Suryo | Soerjo, Raden Mas Toemenggoeng Ario | Magetan | 09-07-1895 | Residen Bojonegoro | Gubernur Jatim I |
| 63 *) | Raden Oto Iskandardinata | Iskandardinata, Oto, Raden | Bojongsoang, Kab Bandung | 31-03-1897 | Angg Tyuuoo Sangi In, Zissenkyokutyoo Jawa Hookookai Jakarta | Meneg Kabinet I |
| 64 *) ++) | Raden Panji Suroso | Soeroso, Raden Pandji | Porong, Sidoarjo | 03-11-1893 | Wa Ketua Syuu Hookoo Kai Malang | Gubernur Jateng I |
| 65 | Raden Ruslan Wongsokusumo | Wongsokoesoemo, Roeslan, Raden | Tanah Merah, Sampang, Madura | 15-10-1901 | Wa Ketua Perseroan Tanggungan Jiwa Bumiputera Jatim, Pembantu kantor cab Asia Raya dan Jawa Shimbun | - |
| 66 | Raden Sudirman | Soedirman, Raden | Semarang | 24-12-1890 | Wa Ketua Syuu Hookoo Kai dan Penasehat Surabaya Syuu Sangi Kai | Residen Surabaya |
| 67 | Raden Sukarjo Wiryopranoto | Wirjopranoto, Soekardjo, Raden | Kasugihan, Cilacap | 05-06-1903 | Pem Surat Kabar Aria Raya | Jurubicara Negara |
| 68 | Tan Eng Hoa | Tan, Eng Hoa | Semarang | xx-xx-1907 | N/A | - |
| 69 | Itibangase Yosio | Ichibangase Yosio | N/A | N/A | N/A | - |
| 67 ^) [1] | Matuura Mitukiyo | Mitukiyo, Matuura | N/A | N/A | Boo-e ki Kenkyushotyoo | - |
| 68 ^)[1] | Miyano Syoozoo | Syoozoo, Miyano | N/A | N/A | Tianbutyoo | - |
| 69 ^)[1] | Tanaka Minoru | Minoru, Tanaka | N/A | N/A | Kenkoku Gakuintyoo | - |
| 70 ^)[1] | Tokonami Tokuzi | Tokuzi, Tokonami | N/A | N/A | Nainubutyoo | - |
| 71 ^)[1] | Itagaki Masumitu | Masumitu ,Itagaki | N/A | N/A | Ika Daigo Kutyoo | - |
| 72 ^)[1] | Masuda Toyohiko | Toyohiko, Masuda | N/A | N/A | Jawa Shinbun Hensyukutyoo | - |
| 73 ^)[1] | Ide Teitiroo | Teitiroo, Ide | N/A | N/A | Eks Anggota Panitia Adat dan Tata Negara | - |
[sunting] Catatan bagian ini:
- Tanda *) menunjukkan anggota tersebut juga menjadi anggota PPKI.
- Tanda #) menunjukkan anggota tersebut adalah tambahan yang mulai bersidang pada 10 Juli 1945.
- Tanda +) dan ++) berturut-turut menujukkan anggota tersebut adalah Ketua dan Ketua Muda (Wakil Ketua) BPUPKI.
- Tanda ^) menujukkan anggota tersebut adalah anggota istimewa bangsa Jepang (tanpa hak suara[?]).
[sunting] Dokuritu Zyunbi Iin Kai
Dokuritu Zyunbi Iin Kai atau yang sering dikenal dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) adalah sebuah Panitia yang dibentuk oleh Pemerintah Angkatan Darat XVI Jepang yang berkedudukan di Jakarta (selengkapnya baca artikel PPKI) ini beranggotakan 21 orang bangsa Indonesia sebagai anggota biasa dan tanpa bangsa Jepang sebagai anggota luar biasa. Pada sidang 18 Agustus 1945 Sukarno sebagai ketua PPKI, dengan sepengetahuan dan persetujuan pemerintah [Militer Jepang (?)] (lihat keterangan di bawah), menambah 6 orang anggota bangsa Indonesia.
[sunting] Daftar Anggota PPKI
| Nomor | Nama anggota dalam EYD | Nama anggota dalam ejaan asli | Tempat kelahiran | Tanggal kelahiran | Pekerjaan/Jabatan | Keterangan lainnya |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Anang Abdul Hamidan. | Hamidhan, Anang Abdul. | Rantau, Kalsel | 25-02-1909 | Penanggung jawab Kalimantan Raya kemudian Borneo Shimbun | - |
| 2 | Andi Pangeran Pettarani. | Pettarani, Pangeran, Andi. | Gowa, Sulsel | 14-04-1903 | Bontonompo (Gowa) dan Arung Macege (Bone) | - |
| 3 *) | Bandoro Pangeran Hario Purubojo. | Poeroebojo, Bandoro Pangeran Hario. | Yogyakarta | 25-06-1906 | Pembesar Kawedanan Kori Kraton Yogyakarta, Angg Tyuuoo Sangi In | - |
| 4 *) | Bendoro Kanjeng Pangeran Ario Suryohamijoyo. | Soerjohamidjojo, Bendoro Kanjeng Pangeran Ario. | Solo | 13-10-1905 | Ajudan Sri Susuhunan Surakarta | - |
| 5 | Dr. G.S.S.J. Ratulangie. | Ratulangie, G.S.S.J., Dr. | Tondano, Minahasa | 05-11-1890 | Peg Kantor Chosasitu Jakarta dan Makasar (Sw) | Gubernur Sulawesi I |
| 6 *) | Dr. Kanjeng Raden Tumenggung Rajiman Wedyodiningrat. | Wedyodiningrat, Radjiman, Kanjeng Raden Tumenggung, Dr. | Yogyakarta | 21-04-1879 | Angg Tyuuoo Sangi In, Pertanian di Bulak Ngalaran Walikukun Kab Ngawi | - |
| 7 | Dr. M. Amir. | Amir, M, Dr. | Talawi, Sawahlunto, Sumbar | 27-01-1900 | Dokter Pribadi Sultan Langkat Tanjungpura Sumut | Men Neg |
| 8 *) ++) | Drs. Muhammad Hatta. | Hatta, Mohammad, Drs. | Bukit Tinggi, Sumbar | 12-08-1902 | Angg Tyuuoo Sangi In, Wa Ketua Hookoo Kaigi Jawa Hookookai. | Wakil Presiden I |
| 9 | Drs. Yap Tjwan Bing | Yap, Tjwan Bing, Drs. | Solo | 31-10-1910 | Pengelola Apotek Suniaraya | - |
| 10 *) | Haji Abdul Wahid Hasyim. | Hasjim, Abdoel Wachid, Haji. | Jombang | 12-02-1913 | Berniaga, Penasehat Kantor Penyelidikan Surabaya. | - |
| 11 | Haji Teuku Mohammad Hasan | Hasan, Moehammad, Teuku, Hadji. | Pidie, Aceh | 04-04-1906 | Peg Kantor Gubernur Medan | Gubernur Sumatera I |
| 12 *) +) | Ir. Sukarno. | Soekarno, Ir. | Surabaya | 06-06-1901 | Penasehat Tyuuoo Sangi In, Sango Soomubu Jakarta | Presiden I |
| 13 *) | Ki Bagus Hadikusumo. | Hadikoesoemo, Bagoes, Ki. | Yogyakarta | xx-xx-1890 | Angg Tyuuoo Sangi In, Ketua Muhammadiyah. | - |
| 14 *) #) | Ki Hajar Dewantara. | Dewantara, Hajar, Ki. | Paku Alaman, Yogyakarta | 08-05-1889 | Angg Tyuuoo Sangi In Soomu Jawa Hookookai Yogyakarta. | Menteri P&K I |
| 15 *) | Mas Sutarjo Kartohadikusumo. | Kartohadikoesoemo, Soetardjo. Mas. | Kunduran, Blora | 22-10-1892 | Syuutyookan Jakarta. | Gubernur Jabar I |
| 16 | Mr. Abdul Abbas. | Abbas, Abdul, Mr. | Diskie, Binjai, Sumut | 11-08-1906 | Angg Tyuuoo Sangi In Sumatera | Residen Lampung I |
| 17 | Mr. I Gusti Ketut Puja. | Pudja, I Gusti Ketut, Mr | Singaraja, Bali | 19-05-1908 | Giyozei Komon (Sunda Minseibu) | Gubernur Sunda Kecil I |
| 18 *) #) | Mr. Raden Ahmad Subarjo. | Soebardjo, Ahmad, Raden, Mr. | Krawang | 23-03-1897 | Pem bag Informasi Gunseikanbu cabang I Jakarta | Men LN I |
| 19 #) | Mr. Raden Iwa Kusuma Sumantri. | Soemantri, Iwa Koesoema, Raden, Mr. | Ciamis | 31-05-1899 | Bekas hakim Keizei Hooin Makassar | - |
| 20 #) | Mr. Raden Kasman Singodimejo | Singodimedjo, Kasman, Raden, Mr. | Kalirejo, Purworejo | 25-02-1908 | Dai Dantyoo PETA Jakarta | Ketua BKR, Ketua KNIP, Jaksa Agung |
| 21 *) | Mr. Yohanes Latuharhary. | Latuharhary, Johanes. Mr. | Saparua, Ambon | 06-07-1900 | Peg. Somubu Jakarta. | Gubernur Maluku I |
| 22 #) | Muhammad Ibnu Sayuti Melik. | Melik, Mohammad Ibnu Sayuti. | Yogyakarta | 25-11-1908 | Pemred Surat Kabar Sinar Baru Semarang | - |
| 23 *) | Prof. Dr. Mr. Raden Supomo. | Soepomo, Raden, Prof. Mr. Dr. | Sukoharjo, Solo | 22-01-1903 | Pem. Hooki Kyoku, Angg Saikoo Hooin | Men Keh I |
| 24 *) | Raden Abdul Kadir. | Kadir, Abdul, Raden. | Binjai, Sumut | 06-06-1906 | Opsir PETA. | - |
| 25 *) #) | Raden Adipati Wiranatakusuma. | Wiranatakoesoema, Raden Adipati. | Bandung | 08-08-1888 | Bupati Bandung | Men Dagri I |
| 26 *) | Raden Oto Iskandardinata. | Iskandardinata, Oto, Raden. | Bojongsoang, Kab Bandung | 31-03-1897 | Angg Tyuuoo Sangi In, Zissenkyokutyoo Jawa Hookookai Jakarta. | Meneg Kabinet I |
| 27 *) | Raden Panji Suroso. | Soeroso, Raden Pandji. | Porong, Sidoarjo | 03-11-1893 | Wa Ketua Syuu Hookoo Kai Malang | Gubernur Jateng I |
sumber: wikipedia
BLOG RIZKY WIJAYA LAINNYA
pembentukan BPUPKI
Sejarah Pembentukan BPUPKI Memasuki awal tahun 1944, kedudukan Jepang dalam perang Pasifik semakin terdesak. Angkatan Laut Amerika Serikat dipimpin Laksamana Nimitz berhasil menduduki posisi penting di Kepulauan Mariana seperti Saipan, Tidian dan Guan yang memberi kesempatan untuk Sekutu mela...
Read MoreRIZKY WIJAYA 00:00:00 01-02-2012
ARSIP
- November 2021(15)
- Oktober 2021(15)
- November 2020(7)
- Oktober 2020(10)
- September 2020(9)
- Agustus 2020(3)
- Juli 2020(1)
- Juni 2020(2)
- Mei 2020(4)
- April 2020(12)
- Maret 2020(83)
- April 2017(1)
- Januari 2017(1)
- Oktober 2016(1)
- Desember 2015(5)
- November 2015(1)
- Oktober 2015(1)
- September 2015(2)
- Agustus 2015(1)
- Juli 2015(1)
- Mei 2015(1)
- April 2015(1)
- Maret 2015(1)
- Desember 2014(2)
- November 2014(1)
- Oktober 2014(11)
- September 2014(6)
- Agustus 2014(1)
- Juni 2014(2)
- April 2014(2)
- Maret 2014(1)
- Desember 2013(1)
- Oktober 2013(3)
- September 2013(1)
- Juni 2013(1)
- Maret 2013(26)
- Februari 2013(38)
- Januari 2013(8)
- Desember 2012(23)
- November 2012(8)
- Juni 2012(29)
- Mei 2012(17)
- April 2012(248)
- Maret 2012(436)
- Februari 2012(215)
- Januari 2012(486)
- Desember 2011(647)
- November 2011(39)
- Oktober 2011(272)
- September 2011(81)
- Agustus 2011(115)
- Juli 2011(153)
PENULIS
- NUR AZIZAH(430)
- SYAFIRA NUR AMALIA HARYADI(386)
- ISMI SAVIERA ALMIRA(223)
- UMAR FAROOQ ZAFRULLAH(130)
- Naufal Rasyid(107)
- RISA ANJANI(106)
- MOHAMAD ZIDNI RIZKY(63)
- NURUL RIZKY FAKHIRA(60)
- Fauzi Firdaus(47)
- ALI SYAUQI(46)
- ELITA AVIANTI DARMA(43)
- FAUZAN AKMAL HARIZ(41)
- NABILA ISNAENI AMALIA(38)
- RADEN LILOTHA ZATTY AQMAR(29)
- ANDHIKA FIRDAUS(28)
- ADAM RAMADHAN(26)
- RINDANG NOOR ALIFA(25)
- HERI SUHARSO(25)
- RUSMIATI(24)
- ANITA PUJI ASTUTI(18)