Blog Siswa

pembentukan BPUPKI

RIZKY WIJAYA | 01-02-2012 00:00:00

Sejarah Pembentukan BPUPKI

Memasuki awal tahun 1944, kedudukan Jepang dalam perang Pasifik semakin terdesak. Angkatan Laut Amerika Serikat dipimpin Laksamana Nimitz berhasil menduduki posisi penting di Kepulauan Mariana seperti Saipan, Tidian dan Guan yang memberi kesempatan untuk Sekutu melakukan serangan langsung ke Kepulauan Jepang. Sementara posisi Angkatan Darat Amerika Serikat yang dipimpin oleh Jendral Douglas Mac Arthur melalui siasat loncat kataknya berhasil pantai Irian dan membangun markasnya di Holandia (Jayapura). Dari Holandia inilah Mac Arthur akan menyerang Filipina untuk memenuhi janjinya. Di sisi lain kekuatan Angkatan Laut Sekutu yang berpusat di Biak dan Morotai berhasil menghujani bom pada pusat pertahanan militer Jepang di Maluku, Sulawesi, Surabaya dan Semarang. Kondisi tersebut menyebabkan jatuhnya pusat pertahanan Jepang dan merosotnya semangat juang tentara Jepang. Kekuatan tentara Jepang yang semula ofensif (menyerang) berubah menjadi defensif (bertahan). Kepada bangsa Indonesia, pemerintah militer Jepang masih tetap menggembar gemborkan (meyakinkan) bahwa Jepang akan menang dalam perang Pasifik.


Pada tanggal 18 Juli 1944, Perdana Menteri Hideki Tojo terpaksa mengundurkan diri dan diganti oleh Perdana Menteri Koiso Kuniaki. Dalam rangka menarik simpati bangsa Indonesia agar lebih meningkatkan bantuannya baik moril maupun materiil, maka dalam sidang istimewa ke-85 Parlemen Jepang (Teikoku Ginkai) pada tanggal 7 September 1944 (ada yang menyebutkan 19 September 1944), Perdana Menteri Koiso mengumumkan bahwa Negara-negara yang ada di bawah kekuasaan Jepang diperkenankan merdeka “kelak di kemudian hari”. Janji kemerdekaan ini sering disebut dengan istilah Deklarasi Kaiso. Pada saat itu, Koiso dianggap menciptakan perdamaian dengan Sekutu, namun ia tak bisa menemukan solusi yang akan menenteramkan militer Jepang atau Amerika.

Sejak saat itu pemerintah Jepang memberi kesempatan pada bangsa Indonesia untuk mengibarkan bendera merah putih berdampingan dengan Hinomaru (bendera Jepang), begitu pula lagu kebangsaan Indonesia Raya boleh dinyanyikan setelah lagu Kimigayo. Di satu sisi ada sedikit kebebasan, namun di sisi lain pemerintah Jepang semakin meningkatkan jumlah tenga pemuda untuk pertahanan. Selain dari organisasi pertahanan yang sudah ada ditambah lagi dengan organisasi lainnya seperti: Barisan Pelajar (Suishintai), Barisan Berani Mati (Jikakutai) beranggotakan 50.000 orang yang diilhami oleh pasukan Kamikaze Jepang yang jumlahnya 50.000 orang (pasukan berani mati pada saat penyerangan ke Pearl Harbour).

Pada akhir 1944, posisi Jepang semakin terjepit dalam Perang Asia Timur Raya dimana Sekutu berhasil menduduki wilayah-wilayah kekuasaan Jepang, seperti Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Kepulauan Marshall, bahkan Kepulauan Saipan yang letaknya sudah sangat dekat dengan Jepang berhasil diduduki oleh Amerika pada bulan Juli 1944. Sekutu kemudian menyerang Ambon, Makasar, Manado, Tarakan, Balikpapan, dan Surabaya.

Menghadapi situasi yang kritis itu, maka pada tanggal 1 Maret 1945 pemerintah pendudukan Jepang di Jawa yang dipimpin oleh Panglima tentara ke-16 Letnan Jenderal Kumakici Harada mengumumkan pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tujuan pembentukan badan tersebut adalah menyelidiki dan mengumpulkan bahan-bahan penting tentang ekonomi, politik dan tata pemerintahan sebagai persiapan untuk kemerdekaan Indonesia.

Walaupun dalam penyusunan keanggotaan berlangsung lama karena terjadi tawar menawar antara pihak Indonesia dan Jepang, namun akhirnya BPUPKI berhasil dilantik 28 Mei 1945 bertepatan dengan hari kelahiran Kaisar Jepang, yaitu Kaisar Hirohito. Adapun keanggotaan yang terbentuk berjumlah 67 orang dengan ketua Dr. K.R.T. Radjiman Widiodiningrat dan R. Suroso dan seorang Jepang sebagai wakilnya Ichi Bangase ditambah 7 anggota Jepang yang tidak memiliki suara. Ir. Soekarno yang pada waktu itu juga dicalonkan menjadi ketua, menolak pencalonannya karena ingin memperoleh kebebasan yang lebih besar dalam perdebatan, karena biasanya peranan ketua sebagai moderator atau pihak yang menegahi dalam memberi keputusan tidak mutlak.

Pada tanggal 28 Mei 1945 dilangsungkanlah upacara peresmian BPUPKI bertempat di Gedung Cuo Sangi In, Jalan Pejambon Jakarta, dihadiri oleh Panglima Tentara Jepang Wilayah Ketujuh Jenderal Itagaki dan Panglima Tentara Keenam Belas di Jawa Letnan Jenderal Nagano. BPUPKI mulai melaksanakan tugasnya dengan melakukan persidangan untuk merumuskan undang-undang dasar bagi Indonesia kelak. Hal utama yang dibahas adalah dasar negara bagi negara Indonesia merdeka.

Selama masa tugasnya BPUPKI hanya mengadakan sidang dua kali. Sidang pertama dilakukan pada tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945 di gedung Chou Sang In di Jalan Pejambon 6 Jakarta yang sekarang dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila. Pada sidang pertama, Dr. KRT. Rajiman Widyodiningrat selaku ketua dalam pidato pembukaannya menyampaikan masalah pokok menyangkut dasar negara Indonesia yang ingin dibentuk pada tanggal 29 Mei 1945.

Ada tiga orang yang memberikan pandangannya mengenai dasar negara Indonesia yaitu Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Supomo dan Ir. Soekarno.

Orang pertama yang memberikan pandangannya adalah Mr. Muhammad Yamin.
Dalam pidato singkatnya, ia mengemukakan lima asas yaitu:

a. peri kebangsaan

b. peri ke Tuhanan

c. kesejahteraan rakyat

d. peri kemanusiaan

e. peri kerakyatan

Pada tanggal 31 Mei 1945, Prof. Dr. Soepomo dalam pidatonya mengusulkan pula lima asas yaitu:

a. persatuan

b. mufakat dan demokrasi

c. keadilan social

d. kekeluargaan

e. musyawarah

Pada sidang hari ketiga tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengusulkan lima dasar negara Indonesia merdeka yaitu:

a. Kebangsaan Indonesia

b. Internasionalisme dan peri kemanusiaan

c. Mufakat atau demokrasi

d. Kesejahteraan social

e. Ketuhanan yang Maha Esa.

Kelima asas dari Ir. Soekarno itu disebut Pancasila yang menurut beliau dapat diperas menjadi Tri Sila atau Tiga Sila yaitu:

a. Sosionasionalisme

b. Sosiodemokrasi

c. Ketuhanan yang berkebudayaan

Bahkan menurut Ir. Soekarno Trisila tersebut di atas masih dapat diperas menjadi Eka sila yaitu sila Gotong Royong.

Meskipun sudah ada tiga usulan tentang dasar negara, namun sampai 1 Juni 1945 sidang BPUPKI belum berhasil mencapai kata sepakat tentang dasar negara. Maka diputuskan untuk membentuk panitia khusus yang diserahi tugas untuk membahas dan merumuskan kembali usulan dari anggota, baik lisan maupun tertulis dari hasil sidang pertama. Panitia khusus ini yang dikenal dengan Panitia 9 atau panitia kecil yang terdiri dari:

1. Ir. Soekarno (ketua)

2. Drs. Moh. Hatta (wakil ketua)

3. KH. Wachid Hasyim (anggota)

4. Abdoel Kahar Muzakar (anggota)

5. A.A. Maramis (anggota)

6. Abikoesno Tjokrosoeyoso (anggota)

7. H. Agus Salim (anggota)

8. Mr. Achmad Soebardjo (anggota)

9. Mr. Muhammad Yamin (anggota).

Pada tanggal 22 Juni 1945, Panitia Sembilan mengadakan pertemuan. Hasil dari pertemuan tersebut, direkomondasikan Rumusan Dasar Negara yang dikenal dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang berisi

1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya;

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab;

3. Persatuan Indonesia;

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan;

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Coba Anda perhatikan rumusan piagam Jakarta point pertama, konsep inilah yang pada akhirnya mengalami perubahan karena adanya kritik bahwa bangsa Indonesia majemuk dalam beragama. Di sisi lain konsep tersebut saat ini sedang gencar-gencarnya untuk diusahakan kembali yaitu upaya untuk menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya mengingat agama Islam merupakan mayoritas di Indonesia.

Setelah piagam Jakarta berhasil disusun, BPUPKI membentuk Panitia Perancang Undang-Undang Dasar. Ini merupakan sidangnya yang ke-2 pada tanggal 10 - 16 Juli 1945. Panitia ini diketuai oleh Ir. Soekarno dan beranggotakan 19 orang. Pada sidang tanggal 11 Juli 1945, panitia Perancang UUD membentuk panitia kecil yang beranggotakan 7 orang.

a. Prof. Dr. Mr. Soepomo (ketua merangkap anggota)

b. Mr. Wongsonegoro

c. Mr. Achmad Soebardjo

d. A.A. Maramis

e. Mr. R.P. Singgih

f. H. Agus Salim

g. Dr. Sukiman.

Tugas panitia kecil adalah menyempurnakan dan menyusun kembali rancangan UUD yang telah disepakati. Selain panitia kecil di atas, adapula panitia Penghalus bahasa yang anggotanya terdiri dari Prof. Dr. Mr. Soepomo, Prof. Dr. P.A.A. Hoesein Djayadiningrat.

Tanggal 13 Juli 1945 panitia perancang UUD yang diketuai Ir. Soekarno mengadakan sidang untuk membahas hasil kerja panitia kecil perancang UUD.

Pada tanggal 14 Juli 1945 dalam rapat pleno BPUPKI menerima laporan panitia perancang UUD yang dibacakan Ir. Soekarno. Dalam laporan tersebut tiga masalah pokok yaitu:

a. pernyataan Indonesia merdeka

b. pembukaan UUD

c. batang tubuh UUD.

Konsep pernyataan Indonesia merdeka disusun dengan mengambil tiga alenia pertama piagam Jakarta. Sedangkan konsep Undang-Undang Dasar hampir seluruhnya diambil dari alinea keempat piagam Jakarta.

Hasil kerja panitia perancang UUD yang dilaporkan akhirnya diterima oleh BPUPKI. Kejadian ini merupakan momentum yang sangat penting karena disinilah masa depan bangsa dan negara dibentuk.

Pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI atau Dokurtsu Junbi Cosakai dibubarkan oleh Jepang karena dianggap terlalu cepat mewujudkan kehendak Indonesia merdeka dan mereka menolak adanya keterlibatan pemimpin pendudukan Jepang dalam persiapan kemerdekaan Indonesia.

Pada tanggal itu pula dibentuk PPKI atau Dokuritsu Junbi Inkai, dengan anggota berjumlah 21 orang terdiri dari 12 orang dari Jawa, 3 orang dari Sumatra, 2 orang dari Sulawesi, 1 orang dari Kalimantan, 1 orang dari Nusa Tenggara, 1 orang dari Maluku, 1 orang dari Tionghoa

 

Dokuritsu Zyunbi Tyoosa Kai

Dokuritu Zyunbi Tyoosa Kai atau yang sering dikenal dengan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) adalah sebuah Badan yang dibentuk oleh Pemerintah Angkatan Darat XVI Jepang yang berkedudukan di Jakarta (selengkapnya baca artikel BPUPKI) ini beranggotakan 67 orang,terdiri dari 60 orang yang dianggap tokoh dari Indonesia dan 7 orang anggota Jepang dan ketrunan Indo lainnya tanpa hak suara. Pada sidang yang kedua (10 Juli-17Juli) Pemerintah [Jepang] menambah 6 orang anggota bangsa Indonesia.

[sunting] Daftar Anggota BPUPKI

Nomor Nama anggota dalam EYD Nama anggota dalam ejaan asli Tempat kelahiran Tanggal kelahiran Pekerjaan/Jabatan Keterangan lainnya
1 #) Abdul Kaffar Kaffar, Abdoel Sampang, Jatim 14-05-1913 Bekas Kapten Mantan Barisan Madura -
2 Abdul Kahar Muzakir Moezakir, Abdoel Kahar Gading, Yogyakarta 16-04-1907 Peg Kantor Kooti Zimu Kyoku Yogya bag Ekonomi -
3 Agus Muhsin Dasaad Dasaad, Agoes Moechsin Sulu, Filipina 25-08-1905 Pemimpin NV Pabrik Tenun, Wa Ketua Jakarta Tokubetu Si Sangi Kai -
4 AR Baswedan Baswedan, AR. Surabaya 11-09-1908 Angg Tyuuoo Sangi In Angg KNIP 1946
5 *) Bandoro Pangeran Hario Purubojo Poeroebojo, Bandoro Pangeran Hario Yogyakarta 25-06-1906 Pembesar Kawedanan Kori Kraton Yogyakarta, Angg Tyuuoo Sangi In -
6 *) #) Bendoro Kanjeng Pangeran Ario Suryohamijoyo. Soerjohamidjojo, Bendoro Kanjeng Pangeran Ario Solo 13-10-1905 Ajudan Sri Susuhunan Surakarta -
7 Bendoro Pangeran Hario Bintoro Bintoro', Bendoro Pangeran Hario Yogyakarta 02-08-1914 Pejabat di Kesultanan Yogyakarta -
8 *) Dr. Kanjeng Raden Tumenggung Rajiman Wedyodiningrat Wedyodiningrat, Radjiman, Kanjeng Raden Tumenggung, Dr Yogyakarta 21-04-1879 Angg Tyuuoo Sangi In, Pertanian di Bulak Ngalaran Walikukun Kab Ngawi -
9 Dr. Raden Buntaran Martoatmojo Martoatmodjo, Boentaran, Raden, Dr. Loano, Purworejo 11-01-1896 Ka RSU Negeri Semarang, Wa Ketua Syuu Hookoo Kai Semarang dan Tyuuoo Sangi In Men Kes I
10 Dr. Raden Suleiman Effendi Kusumaatmaja Koesoemaatmadja, Soleiman Effendi, Raden. Dr. Purwakarta 08-09-1898 Ketua Tihoo Hooin Semarang, Kendal, Semarang Ken Kooto Hooin Kinmu Ketua MA I
11 Dr. Samsi Sastrawidagda Sastrawidagda, Samsi, Dr. Solo 13-03-1894 Ka Kantor Partikelir Tatausaha dan Pajak Surabaya, Angg Tyuuoo Sangi In Men Keu I
12 Dr. Sukiman Wiryosanjoyo Wirjosandjojo, Soekiman, Dr. Sewor, Solo 19-06-1896 Dokter Partikelir di Yogyakarta -
13 Drs. Kanjeng Raden Mas Hario Sosrodiningrat Sosrodiningrat, Kanjeng Raden Mas Hario, Drs. Solo 01-12-1902 Solo Kooti Soomuu Tyookan -
14 Drs. Muhammad Hatta Hatta, Mohammad, Drs. Bukit Tinggi, Sumbar 12-08-1902 Angg Tyuuoo Sangi In, Wa Ketua Hookoo Kaigi Jawa Hookookai Wakil Presiden I
15 Haji A.A. Sanusi Sanoesi, A.A., Haji Cantayan, Sukabumi 18-09-1888 Angg Bogor Syuu Sangi Kai -
16 *) Haji Abdul Wahid Hasyim Hasjim, Abdoel Wachid, Haji. Jombang 12-02-1913 Berniaga, Penasehat Kantor Penyelidikan Surabaya. -
17 Haji Agus Salim Salim, Agoes, Haji. Koto Gadang, IV Koto, Agam, Sumbar 08-10-1884 N/A -
18 #) Ir. Pangeran Muhammad Nur Noor, Mohammad, Pangeran, Ir. Martapura, Banjarmasin 24-07-1901 Pemimpin Kantor Pengairan Bondowoso Gubernur Kalimantan I
19 Ir. Raden Ashar Sutejo Munandar Moenandar, Ashar Soetedjo, Raden, Ir. Siluwak Sawangan Batang 30-04-1914 Ingenieur Seibu Jawa Denki Zidyoo Koosya Bogor [versi: Suisin Taityoo Ngawi] -
20 Ir. Raden Mas Panji Surahman Cokroadisuryo Tjokroadisoerjo, Soerachman, Raden Mas Panji, Ir. Wonosobo 30-08-1894 Pem Kantor Pusat Kerajinan dan Jawata Tera Men Kemakmuran I
21 Ir. Raden Ruseno Suryohadikusumo Soerjohadikoesoemo, Rooseno, Raden, Ir. Madiun 08-08-1908 Ingenieur, Pem distrik II Pengairan Jatim Kediri, Angg Tyuuoo Sangi In, Wa Penasehat Syuu Sangi Kai Kediri -
22 *) Ir. Sukarno. Soekarno, Ir. Surabaya 06-06-1901 Penasehat Tyuuoo Sangi In, Sango Soomubu Jakarta Presiden I
23 K.H. Abdul Halim (Muhammad Syatari) Halim, Abdul (Mohammad Sjatari), K.H. Majalengka 17-06-1887 Penasehat Perikatan Umat Islam Majalengka, Angg Tyuuoo Sangi In Jakarta. -
24 Kanjeng Raden Mas Tumenggung Ario Wuryaningrat. Woerjaningrat, Kanjeng Raden Mas Toemenggoeng Ario. Solo 12-03-1885 Bupati Nayoko Kaprah Tengan di Kraton Solo -
25 *) Ki Bagus Hadikusumo Hadikoesoemo, Bagoes, Ki Yogyakarta xx-xx-1890 Angg Tyuuoo Sangi In, Ketua Muhammadiyah. -
26 *) Ki Hajar Dewantara Dewantara, Hajar, Ki Paku Alaman, Yogyakarta 08-05-1889 Angg Tyuuoo Sangi In Soomu Jawa Hookookai Yogyakarta. Menteri P&K I
27 #) Kiai Haji Abdul Fatah Hasan Hasan, Abdul Fatah, Kiai Haji. Bojonegaro, Cilegon atau Menes (Banten Selatan) (?) xx-xx-1912 Angg Banten Syuu Sangi Kai. -
28 Kiai Haji Mas Mansoer. Mansoer, Mas, Kiai Haji. Surabaya 25-06-1896 Kamon Shuumubu, Masyumi Jakarta. -
29 Kiai Haji Masjkur. Masjkoer, Kiai Haji. Singasari Malang 30-12-1902 Tokoh NU -
30 Liem Koen Hian Liem, Koen Hian. Banjarmasin xx-xx-1896 N/A Pindah kewarga-negaraan
31 Mas Aris. Aris, Mas. Karanganyar, Kebumen 02-01-1901 Ketua Pati Syuu Sangi Kai, Angg Tyuuoo Sangi In. -
32 Mas Sutarjo Kartohadikusumo Kartohadikoesoemo, Soetardjo. Mas Kunduran, Blora 22-10-1892 Syuutyookan Jakarta. Gubernur Jabar I
33 Mr. A.A. Maramis Maramis, A. A., Mr. Manado 20-06-1897 Advokat Jakarta. Meneg Kabinet I
34 Mr. Kanjeng Raden Mas Tumenggung Wongsonagoro. Wongsonagoro, Kanjeng Raden Mas Toemenggoeng, Mr. Solo 20-04-1897 Bupati Sragen Residen
35 #) Mr. Mas Besar Martokusumo. Martokoesoemo, Mas Besar, Mr. Brebes 08-07-1893 Walikota Tegal -
36 Mr. Mas Susanto Tirtoprojo Tirtoprodjo, Soesanto, Mas, Mr. Solo 03-03-1900 Madiun Sityoo -
37 Mr. Muhammad Yamin Yamin, Muhammad, Mr. Sawahlunto, Sumbar 23-08-1903 Penasehat Sendenbu-sendenka (Sanyoo-Sendenbu) -
38 *) Mr. Raden Ahmad Subarjo Soebardjo, Ahmad, Raden, Mr. Krawang 23-03-1897 Pem bag Informasi Gunseikanbu cabang I Jakarta Men LN I
39 Mr. Raden Hindromartono, Hindromartono, Raden, Mr. Gunem, Rembang 31-12-1908 Shokuin Naimobu Roodo Kyoku -
40 Mr. Raden Mas Sartono. Sartono, Raden Mas. Mr. Wonogiri 05-08-1900 Advokat, Angg Tyuuoo Sangi In Men Neg Kabinet I
41 Mr. Raden Panji Singgih. Singgih, Raden Panji, Mr. Malang 17-10-1894 Pembesar Umum Naimuu Koseika Tyoo Jakarta -
42 Mr. Raden Samsudin Samsoedin, Raden, Mr. Sukabumi 01-01-1908 N/A -
43 Mr. Raden Suwandi. Soewandi, Raden, Mr. Ngawi 31-10-1898 Sanyo Bunkyoo Kyoku -
44 Mr. Raden, Sastromulyono. Sastromoeljono, Raden, Mr. Kudus 16-10-1898 Hakim Kootoo Hooin dan Tihoo Hooin Jakarta Tangerang -
45 *) Mr. Yohanes Latuharhary Latuharhary, Johanes. Mr. Saparua, Ambon 06-07-1900 Peg. Somubu Jakarta Gubernur Maluku I
46 Ny. Mr. Raden Ayu Maria Ulfah Santoso Santoso, Maria Ulfah, Raden Ayu, Mr. Semarang 18-08-1911 Peg Syhobu Jakarta Men Sos 1946
47 Ny. Raden Nganten Siti Sukaptinah Sunaryo Mangunpuspito Mangoenpoespito, Siti Soekaptinah Soenarjo, Raden Nganten Yogyakarta 28-12-1907 Kabag Wanita Kantor Pus Jawa Hookoo Kai Jakarta -
48 Oey Tiang Tjoei Oey, Tiang Tjoei. Jakarta xx-xx-1893 Angg Tyuuoo Sangi In, Presiden Hua Chiao Tong Hui -
49 Oey Tjong Hauw Oey, Tjong Hauw. Semarang xx-xx-1904 Angg Tyuuoo Sangi In -
50 P.F. Dahler Dahler, P.F. Semarang 21-02-1883 N/A -
51 Parada Harahap Harahap, Parada Pargarutan, Sumut 15-12-1899 Direktur Percetakan dan Harian Sinar Baru Semarang Gelar Maharaja Goenoeng Moeda
52 *) Prof. Dr. Mr. Raden Supomo. Soepomo, Raden, Prof. Mr. Dr. Sukoharjo, Solo 22-01-1903 Pem. Hooki Kyoku, Angg Saikoo Hooin Men Keh I
53 Prof. Dr. Pangeran Ario Husein Jayadiningrat Djajadiningrat, Husein, Pangeran Ario, Prof. Dr. Kramat Watu, Serang 08-12-1886 Syumubutyoo, Angg Tyuuoo Sangi In Jakarta. -
54 Prof. Dr. Raden Jenal Asikin Wijaya Kusuma Koesoema, Djenal Asikin Widjaja, Raden. Prof. Dr. Mononjaya, Tasikmalaya 07-06-1891 Wa Pemimpin RSU Negeri, Guru Tinggi Ika Dai Gaku Jakarta -
55 *) Raden Abdul Kadir Kadir, Abdul, Raden Binjai, Sumut 06-06-1906 Opsir PETA -
56 Raden Abdulrahim Pratalykrama Pratalykrama, Abdoelrahim, Raden Sumenep, Jatim 10-06-1898 Wa Residen Kediri Residen Kediri
57 Raden Abikusno Cokrosuyoso Tjokrosoejoso, Abikoesno, Raden Ponorogo 16-06-1897 Architectparticulir, Ketua bag Umum kantor pusat Jawa Hookoo Kai Men PU I
58 Raden Adipati Ario Purbonegoro Sumitro Kolopaking Kolopaking, Poerbonegoro, Soemitro, Raden Adipati Ario. Papringan, Banyumas 14-06-1887 Bupati Banjarnegara -
59 *) Raden Adipati Wiranatakusuma. Wiranatakoesoema, Raden Adipati. Bandung 08-08-1888 Bupati Bandung Men Dagri I
60 #) Raden Asikin Natanegara Natanegara, Asikin, Raden Bogor 23-12-1902 Ikyu Keishi pada Keimubu -
61 Raden Mas Margono Joyohadikusumo Djojohadikoesoemo, Margono, Raden Mas. Purbolinggo 16-05-1894 Penulis Koperasi Kantor Pusat Koperasi Perdagangan Dagri Jakarta Pendiri BNI 46
62 Raden Mas Tumenggung Ario Suryo Soerjo, Raden Mas Toemenggoeng Ario Magetan 09-07-1895 Residen Bojonegoro Gubernur Jatim I
63 *) Raden Oto Iskandardinata Iskandardinata, Oto, Raden Bojongsoang, Kab Bandung 31-03-1897 Angg Tyuuoo Sangi In, Zissenkyokutyoo Jawa Hookookai Jakarta Meneg Kabinet I
64 *) ++) Raden Panji Suroso Soeroso, Raden Pandji Porong, Sidoarjo 03-11-1893 Wa Ketua Syuu Hookoo Kai Malang Gubernur Jateng I
65 Raden Ruslan Wongsokusumo Wongsokoesoemo, Roeslan, Raden Tanah Merah, Sampang, Madura 15-10-1901 Wa Ketua Perseroan Tanggungan Jiwa Bumiputera Jatim, Pembantu kantor cab Asia Raya dan Jawa Shimbun -
66 Raden Sudirman Soedirman, Raden Semarang 24-12-1890 Wa Ketua Syuu Hookoo Kai dan Penasehat Surabaya Syuu Sangi Kai Residen Surabaya
67 Raden Sukarjo Wiryopranoto Wirjopranoto, Soekardjo, Raden Kasugihan, Cilacap 05-06-1903 Pem Surat Kabar Aria Raya Jurubicara Negara
68 Tan Eng Hoa Tan, Eng Hoa Semarang xx-xx-1907 N/A -
69 Itibangase Yosio Ichibangase Yosio N/A N/A N/A -
67 ^) [1] Matuura Mitukiyo Mitukiyo, Matuura N/A N/A Boo-e ki Kenkyushotyoo -
68 ^)[1] Miyano Syoozoo Syoozoo, Miyano N/A N/A Tianbutyoo -
69 ^)[1] Tanaka Minoru Minoru, Tanaka N/A N/A Kenkoku Gakuintyoo -
70 ^)[1] Tokonami Tokuzi Tokuzi, Tokonami N/A N/A Nainubutyoo -
71 ^)[1] Itagaki Masumitu Masumitu ,Itagaki N/A N/A Ika Daigo Kutyoo -
72 ^)[1] Masuda Toyohiko Toyohiko, Masuda N/A N/A Jawa Shinbun Hensyukutyoo -
73 ^)[1] Ide Teitiroo Teitiroo, Ide N/A N/A Eks Anggota Panitia Adat dan Tata Negara -

[sunting] Catatan bagian ini:

  1. Tanda *) menunjukkan anggota tersebut juga menjadi anggota PPKI.
  2. Tanda #) menunjukkan anggota tersebut adalah tambahan yang mulai bersidang pada 10 Juli 1945.
  3. Tanda +) dan ++) berturut-turut menujukkan anggota tersebut adalah Ketua dan Ketua Muda (Wakil Ketua) BPUPKI.
  4. Tanda ^) menujukkan anggota tersebut adalah anggota istimewa bangsa Jepang (tanpa hak suara[?]).

[sunting] Dokuritu Zyunbi Iin Kai

Dokuritu Zyunbi Iin Kai atau yang sering dikenal dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) adalah sebuah Panitia yang dibentuk oleh Pemerintah Angkatan Darat XVI Jepang yang berkedudukan di Jakarta (selengkapnya baca artikel PPKI) ini beranggotakan 21 orang bangsa Indonesia sebagai anggota biasa dan tanpa bangsa Jepang sebagai anggota luar biasa. Pada sidang 18 Agustus 1945 Sukarno sebagai ketua PPKI, dengan sepengetahuan dan persetujuan pemerintah [Militer Jepang (?)] (lihat keterangan di bawah), menambah 6 orang anggota bangsa Indonesia.

[sunting] Daftar Anggota PPKI

Nomor Nama anggota dalam EYD Nama anggota dalam ejaan asli Tempat kelahiran Tanggal kelahiran Pekerjaan/Jabatan Keterangan lainnya
1 Anang Abdul Hamidan. Hamidhan, Anang Abdul. Rantau, Kalsel 25-02-1909 Penanggung jawab Kalimantan Raya kemudian Borneo Shimbun -
2 Andi Pangeran Pettarani. Pettarani, Pangeran, Andi. Gowa, Sulsel 14-04-1903 Bontonompo (Gowa) dan Arung Macege (Bone) -
3 *) Bandoro Pangeran Hario Purubojo. Poeroebojo, Bandoro Pangeran Hario. Yogyakarta 25-06-1906 Pembesar Kawedanan Kori Kraton Yogyakarta, Angg Tyuuoo Sangi In -
4 *) Bendoro Kanjeng Pangeran Ario Suryohamijoyo. Soerjohamidjojo, Bendoro Kanjeng Pangeran Ario. Solo 13-10-1905 Ajudan Sri Susuhunan Surakarta -
5 Dr. G.S.S.J. Ratulangie. Ratulangie, G.S.S.J., Dr. Tondano, Minahasa 05-11-1890 Peg Kantor Chosasitu Jakarta dan Makasar (Sw) Gubernur Sulawesi I
6 *) Dr. Kanjeng Raden Tumenggung Rajiman Wedyodiningrat. Wedyodiningrat, Radjiman, Kanjeng Raden Tumenggung, Dr. Yogyakarta 21-04-1879 Angg Tyuuoo Sangi In, Pertanian di Bulak Ngalaran Walikukun Kab Ngawi -
7 Dr. M. Amir. Amir, M, Dr. Talawi, Sawahlunto, Sumbar 27-01-1900 Dokter Pribadi Sultan Langkat Tanjungpura Sumut Men Neg
8 *) ++) Drs. Muhammad Hatta. Hatta, Mohammad, Drs. Bukit Tinggi, Sumbar 12-08-1902 Angg Tyuuoo Sangi In, Wa Ketua Hookoo Kaigi Jawa Hookookai. Wakil Presiden I
9 Drs. Yap Tjwan Bing Yap, Tjwan Bing, Drs. Solo 31-10-1910 Pengelola Apotek Suniaraya -
10 *) Haji Abdul Wahid Hasyim. Hasjim, Abdoel Wachid, Haji. Jombang 12-02-1913 Berniaga, Penasehat Kantor Penyelidikan Surabaya. -
11 Haji Teuku Mohammad Hasan Hasan, Moehammad, Teuku, Hadji. Pidie, Aceh 04-04-1906 Peg Kantor Gubernur Medan Gubernur Sumatera I
12 *) +) Ir. Sukarno. Soekarno, Ir. Surabaya 06-06-1901 Penasehat Tyuuoo Sangi In, Sango Soomubu Jakarta Presiden I
13 *) Ki Bagus Hadikusumo. Hadikoesoemo, Bagoes, Ki. Yogyakarta xx-xx-1890 Angg Tyuuoo Sangi In, Ketua Muhammadiyah. -
14 *) #) Ki Hajar Dewantara. Dewantara, Hajar, Ki. Paku Alaman, Yogyakarta 08-05-1889 Angg Tyuuoo Sangi In Soomu Jawa Hookookai Yogyakarta. Menteri P&K I
15 *) Mas Sutarjo Kartohadikusumo. Kartohadikoesoemo, Soetardjo. Mas. Kunduran, Blora 22-10-1892 Syuutyookan Jakarta. Gubernur Jabar I
16 Mr. Abdul Abbas. Abbas, Abdul, Mr. Diskie, Binjai, Sumut 11-08-1906 Angg Tyuuoo Sangi In Sumatera Residen Lampung I
17 Mr. I Gusti Ketut Puja. Pudja, I Gusti Ketut, Mr Singaraja, Bali 19-05-1908 Giyozei Komon (Sunda Minseibu) Gubernur Sunda Kecil I
18 *) #) Mr. Raden Ahmad Subarjo. Soebardjo, Ahmad, Raden, Mr. Krawang 23-03-1897 Pem bag Informasi Gunseikanbu cabang I Jakarta Men LN I
19 #) Mr. Raden Iwa Kusuma Sumantri. Soemantri, Iwa Koesoema, Raden, Mr. Ciamis 31-05-1899 Bekas hakim Keizei Hooin Makassar -
20 #) Mr. Raden Kasman Singodimejo Singodimedjo, Kasman, Raden, Mr. Kalirejo, Purworejo 25-02-1908 Dai Dantyoo PETA Jakarta Ketua BKR, Ketua KNIP, Jaksa Agung
21 *) Mr. Yohanes Latuharhary. Latuharhary, Johanes. Mr. Saparua, Ambon 06-07-1900 Peg. Somubu Jakarta. Gubernur Maluku I
22 #) Muhammad Ibnu Sayuti Melik. Melik, Mohammad Ibnu Sayuti. Yogyakarta 25-11-1908 Pemred Surat Kabar Sinar Baru Semarang -
23 *) Prof. Dr. Mr. Raden Supomo. Soepomo, Raden, Prof. Mr. Dr. Sukoharjo, Solo 22-01-1903 Pem. Hooki Kyoku, Angg Saikoo Hooin Men Keh I
24 *) Raden Abdul Kadir. Kadir, Abdul, Raden. Binjai, Sumut 06-06-1906 Opsir PETA. -
25 *) #) Raden Adipati Wiranatakusuma. Wiranatakoesoema, Raden Adipati. Bandung 08-08-1888 Bupati Bandung Men Dagri I
26 *) Raden Oto Iskandardinata. Iskandardinata, Oto, Raden. Bojongsoang, Kab Bandung 31-03-1897 Angg Tyuuoo Sangi In, Zissenkyokutyoo Jawa Hookookai Jakarta. Meneg Kabinet I
27 *) Raden Panji Suroso. Soeroso, Raden Pandji. Porong, Sidoarjo 03-11-1893 Wa Ketua Syuu Hookoo Kai Malang Gubernur Jateng I

sumber: wikipedia

BLOG RIZKY WIJAYA LAINNYA

pembentukan BPUPKI

Sejarah Pembentukan BPUPKI Memasuki awal tahun 1944, kedudukan Jepang dalam perang Pasifik semakin terdesak. Angkatan Laut Amerika Serikat dipimpin Laksamana Nimitz berhasil menduduki posisi penting di Kepulauan Mariana seperti Saipan, Tidian dan Guan yang memberi kesempatan untuk Sekutu mela...

Read More

RIZKY WIJAYA 00:00:00 01-02-2012

ARSIP

  • November 2021(15)
  • Oktober 2021(15)
  • November 2020(7)
  • Oktober 2020(10)
  • September 2020(9)
  • Agustus 2020(3)
  • Juli 2020(1)
  • Juni 2020(2)
  • Mei 2020(4)
  • April 2020(12)
  • Maret 2020(83)
  • April 2017(1)
  • Januari 2017(1)
  • Oktober 2016(1)
  • Desember 2015(5)
  • November 2015(1)
  • Oktober 2015(1)
  • September 2015(2)
  • Agustus 2015(1)
  • Juli 2015(1)
  • Mei 2015(1)
  • April 2015(1)
  • Maret 2015(1)
  • Desember 2014(2)
  • November 2014(1)
  • Oktober 2014(11)
  • September 2014(6)
  • Agustus 2014(1)
  • Juni 2014(2)
  • April 2014(2)
  • Maret 2014(1)
  • Desember 2013(1)
  • Oktober 2013(3)
  • September 2013(1)
  • Juni 2013(1)
  • Maret 2013(26)
  • Februari 2013(38)
  • Januari 2013(8)
  • Desember 2012(23)
  • November 2012(8)
  • Juni 2012(29)
  • Mei 2012(17)
  • April 2012(248)
  • Maret 2012(436)
  • Februari 2012(215)
  • Januari 2012(486)
  • Desember 2011(647)
  • November 2011(39)
  • Oktober 2011(272)
  • September 2011(81)
  • Agustus 2011(115)
  • Juli 2011(153)

PENULIS

  • NUR AZIZAH(430)
  • SYAFIRA NUR AMALIA HARYADI(386)
  • ISMI SAVIERA ALMIRA(223)
  • UMAR FAROOQ ZAFRULLAH(130)
  • Naufal Rasyid(107)
  • RISA ANJANI(106)
  • MOHAMAD ZIDNI RIZKY(63)
  • NURUL RIZKY FAKHIRA(60)
  • Fauzi Firdaus(47)
  • ALI SYAUQI(46)
  • ELITA AVIANTI DARMA(43)
  • FAUZAN AKMAL HARIZ(41)
  • NABILA ISNAENI AMALIA(38)
  • RADEN LILOTHA ZATTY AQMAR(29)
  • ANDHIKA FIRDAUS(28)
  • ADAM RAMADHAN(26)
  • RINDANG NOOR ALIFA(25)
  • HERI SUHARSO(25)
  • RUSMIATI(24)
  • ANITA PUJI ASTUTI(18)

SMP NEGERI 7 BOGOR

SMP NEGERI 7 BOGOR

  • Homepage
  • Informasi Sekolah
  • Profil Sekolah
  • Kegiatan
  • Prestasi Sekolah
  • Sarana Sekolah
  • Sumber Daya Manusia
  • Gerakan Literasi Sekolah

Blog

  • Blog Guru
  • Blog Siswa
  • Blog Ekskul
  • Blog OSIS

Sambutan Kepala Sekolah

Assalamualaikum Wr.WbPuji syukur kehadirat Allah SWT atas karunianya SMP Negeri 7 Bogor dapat menyajikan informasi melalui website sekolah ini.Di era global dan pesatnya teknologi informasi, keberadaa...Read More

© SMP NEGERI 7 BOGOR. All rights reserved.