Blog Siswa

Laboratorium

FITARI RESMALANI | 11-12-2011 00:00:00

Pengertian Laboratorium

Pada pembelajaran sains termasuk biologi di dalamnya keberadaan laboratorium menjadi sangat penting. Pada konteks proses belajar mengajar sains seringkali istilah laboratorium diartikan dalam pengertian sempit yaitu ruangan yang  di dalamnya terdapat sejumlah alat-alat dan bahan praktikum.

Lalu apa yang dimaksud dengan laboratorium? Laboratorium adalah tempat belajar mengajar melalui media praktikum yang dapat menghasilkan pengalaman belajar dimana mahasiswa berinteraksi dengan berbagai alat dan bahan untuk mengobservasi gejala-gejala yang dapat diamati secara langsung dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari.

Fungsi Laboratorium

            Secara umum fungsi semua laboratorium  adalah antara lain :

  • Sebagai tempat dilakukannya percobaan

Alat-alat laboratorium dan bahan-bahan praktikum tidak mungkin semuanya diletakkan dalam kelas, oleh karena itu percobaan dilakukan di dalam laboratorium.

  • Sebagai tempat penunjang kegiatan kelas

Dengan adanya kegiatan pembalajaran di laboratorium, mahasiswa dapat mengamati gejala-gejala yang terjadi dalam percobaan secara langsung dan tidak hanya belajar menurut teori-teori yang ada.

  • Sebagai tempat display / pameran

Laboratorium juga dapat digunakan sebagai tempat pameran atau display dari hasil-hasil percobaan atau penelitian yang telah dilakukan, agar memberi gambaran lebih bagi mahasiswa dan dapat memotivasi untuk penelitian atau percobaan yang lebih baik.

  • Sebagai tempat koleksi sejumlah species langka

Dengan adanya koleksi sejumlah species memudahkan mahasiswa mengamati secara langsung spesies yang mungkin sulit untuk menemukannya.

  • Sebagai museum kecil

Hasil-hasil  penelitian dan sejumlah species langka di kumpulkan dan diklasifikasikan, sehingga laboratorium dapat digunakan sebagai museum kecil.

Adapun tujuan proses pembelajaran di laboratorium bagi siswa maupun mahaiswa yaitu :

  • Teliti dalam pengamatan dan cermat dalam pencatatan pada saat pengamatan
  • Mampu menafsirkan hasil percobaan untuk memperoleh penemuan dan dapat memecahkan masalah
  • Mampu merencanakan dan melaksanakan percobaan
  • Terampil menggunakan alat-alat lab
  • Tumbuh sikap positif terhadap kegiatan praktikum

Tahapan Praktikum di Laboratorium

Dalam melakukan praktikum, praktikan tidak langsung praktik apa yang akan rencanakan namun harus melalui tahapan-tahapan dalam melakukan praktikum  yaitu :

1.Persiapan

Pada tahapan ini praktikan harus mempersiapkan segala yang diperlukan dalam praktikum, antara lain :

·         menentukan tujuan praktikum,

o    menentukan alat dan bahan yang diperlukan dalam praktikum,

o    memperhatikan keamanan dan keselamatan kerja selama praktikum, dan

o    mempersiapkan langkah kerja agar tidak bingung apa yang

harus  dilakukan nantinya saat praktikum berlangsung.

2.Pelaksanaan

Pada tahapan ini praktikan melakukan praktikum sesuai dengan prosedur langkah kerja untuk mencapai tujuan yang diharapkan dengan diamati oleh Dosen, Asisten Dosen dan Co-Asisten Dosen.

3.Tindak lanjut

Tahapan ini dilakukan setelah praktikum, pada tahapan tindak lanjut ini yang harus dilakukan oleh praktikan yaitu :

  • mendiskusikan masalah yang muncul saat praktikum untuk

di pecahkan sehingga praktikan mengerti sebab, akibat dan cara pemecahan masalah tersebut,

  • mengumpulkan laporan praktikum yang dilengkapi dengan data-data pengamatan, dan
  • membersihkan dan menyimpan peralatan sehingga dapat digunakan untuk praktikum selanjutnya.

·         Berikut adalah daftar alat laboratorium kimia.


* Alat kimia organik semimikro
* Alat pelubang gabus
* Alat pembangkit gas
* Alat pemotong kaca
* Alat pemadam kebakaran
* Alat pemusing
* Alat pendingin leibig

* Buret
* Botol pencuci
* Botol tetes

* Cawan Petri
* Cawan porselen
* Cincin besi bertangkai
* Corong gelas dan propilena
* Corong pisah
* Corong tistel, Gelas

* Elektroda untuk Eudiometer
* Eudiometer

* Gelas kimia dari borosilikat, pireks, polipropilena
* Gelas ukur

* Kaca arloji
* Kaki tiga
* Kasa asbes
* Kawat nikrom
* Kertas saring
* Kolom kromatografi
* Kolom fraksionasi
* Kompor minyak tanah
* Kotak PPPK
* Klem serba guna
* Klem model Hofmann
* Klem buret
* Klip, Mohr

* Labu dasar bulat
* Labu destilasi
* Labu erlenmeyer
* Labu ukur
* Lempeng kaca kobal
* Lumpang dan alu porselen
* Lumpang dan alu besi

* Meter dasar
* Model molekul
* Model molekul, orbital

* Neraca Ohaus

* Pelat tetes porselen
* Pengaduk kaca
* Pengesahan pelubang gabus
* Penguji elektrolit
* Penjepit klem
* Penjepit tabung reaksi
* Pembakar spirtus
* Pemegang batere
* pH meter, digital
* Pinggan uap porselen
* Pipa air
* Pipa kaca soda
* Pipa karet
* Pipa penghubung
* Pipa polietilena
* Pipa tiup
* Pipet volumetrik
* Pipet tetes
* Pipet ukur
* Perangkat demineralisasi air
* Perangkat uji air

* Rak tabung reaksi (kayu dan stainlestell)

* Segitiga poselen
* Sel konduktivitas
* Sendok bakar
* Set model atom
* Sikat buret
* Sikat tabung reaksi
* Siring polipropilene
* Spatula nikel, politena atau tanduk
* Statif besi
* Stop watch
* Sumbat gabus
* Sumbat karet

* Tabung reaksi, borosilikat
* Tabung reaksi dengan pipa samping
* Tabung U dengan pipa samping
* Tabung reaksi bentuk Y garis tengah
* Tang besi
* Termometer 0 - 36°C
* Termometer -10°C - 110°C

* Voltameter Hofmann

* Waskom plastik

BAHAN KIMIA

Bahan berdasarkan fasa :

  1. Padat
  2. Cair
  3. gas

Bahan berdasarkan kualitas

  1. teknis
  2. special grade : pro analyses (pa)
  3. special grade : material referrences

pengenalan Simbol bahaya (Hazard symbol)

  1. Harmful (Berbahaya).

Bahan kimia iritan menyebabkan luka bakar pada kulit, berlendir, mengganggu sistem pernafasan. Semua bahan kimia mempunyai sifat seperti ini (harmful) khususnya bila kontak dengan kulit, dihirup atau ditelan.

  1. Toxic (beracun)

Produk ini dapat menyebabkan kematian atau sakit yang serius bila bahan kimia tersebut masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan, menghirup uap, bau atau debu, atau penyerapan melalui kulit.

  1. Corrosive (korosif)

Produk ini dapat merusak jaringan hidup, menyebabkan iritasi pada kulit, gatal-gatal bahkan dapat menyebabkan kulit mengelupas. Awas! Jangan sampai terpercik pada Mata.

  1. Flammable (Mudah terbakar)

Senyawa ini memiliki titik nyala rendah dan bahan yang bereaksi dengan air atau membasahi udara (berkabut) untuk menghasilkan gas yang mudah terbakar (seperti misalnya hidrogen) dari hidrida metal. Sumber nyala dapat dari api bunsen, permukaan metal panas, loncatan bunga api listrik, dan lain-lain.

  1. Explosive (mudah meledak)

Produk ini dapat meledak dengan adanya panas, percikan bunga api, guncangan atau gesekan. Beberapa senyawa membentuk garam yang eksplosif pada kontak (singgungan dengan logam/metal)

  1. Oxidator (Pengoksidasi)

Senyawa ini dapat menyebabkan kebakaran. Senyawa ini menghasilkan panas pada kontak dengan bahan organik dan agen pereduksi (reduktor)

Laboratorium yang baik adalah laboratorium yang tidak hanya memperhatikan masalah ketelitian analisa saja. Akan tetapi laboratorium yang baik juga harus memperhatikan masalah pembuangan limbah.

Berikut pembuangan dan penanganan bahan kimia tumpahan laboratorium :

Pembuangan Limbah

Secara umum, metoda pembuangan limbah laboratorium terbagi atas empat metoda.

Pertama, pembuangan langsung dari laboratorium. Metoda pembuangan langsung ini dapat diterapkan untuk bahan-bahan kimia yang dapat larut dalam air. Bahan-bahan kimia yang dapat larut dala air dibuang langsung melalui bak pembuangan limbah laboratorium. Untuk bahan kimia sisa yang mengandung asam atau basa harus dilakukan penetralan, selanjutnya baru bisa dibuang. Untuk bahan kimia sisa yang mengandung logam-logam berat dan beracun seperti Pb, Hg, Cd, dan sebagainya, endapannya harus dipisahkan terlebih dahulu. Kemudian cairannya dinetralkan dan dibuang.

Kedua, dengan pembakaran terbuka. Metoda pembakaran terbuka dapat dterapkan untuk bahan-bahan organik yang kadar racunnya rendah dan tidak terlalu berbahaya. Bahan-bahan organik tersebut dibakar ditempat yang aman dan jauh dari pemukiman penduduk.

Ketiga, pembakaran dalan insenerator. Metoda pembakaran dalam insenerator dapat diterapkan untuk bahan-bahan toksik yang jika dibakar ditempat terbuka akan menghasilkan senyawa-senyawa yang bersifat toksik.

Keempat, dikubur didalam tanah dengan perlindungan tertentu agar tidak merembes ke badan air. Metoda ini dapat diterapkan untuk zat-zat padat yang reaktif dan beracun.

Penanganan dan Pemusnahan Bahan Kimia Tumpahan

Disamping metoda-metoda yang telah disebutkan diatas, terdapat beberapa jenis tumpahan bahan kimia sisa yang perlu mendapatkan perlakuan khusus sebelum dibuang keperairan. Bahkan diantaranya perlu dimusnahkan sebelum dibuang. Diantara bahan-bahan kimia tersebut antara lain ;

1. Tumpahan Asam-asam Anorganik

Tumpahan asam-asam anorganik seperti HCl, HF, HNO3, H3PO4, H2SO4 haruslah diperlakukan dengan penanganan khusus. Bahan tumpahan tersebut permukaannya ditutup dengan NaHCO3atau campuran NaOH dan Ca(OH)2 dengan perbandingan1:1. Selanjutnya diencerkan dengan air supaya brbentuk bubur dan selanjutnya dibuang kebak pembuangan air limbah.

Basa Akali dan Amonia

Tumpahan basa-basa alkali dan ammonia seperti amonia anhidrat, Ca(OH)2, dan NaOH dapat ditangani dengan mengencerkannya dengan air dan dinetralkan dengan HCl 6 M. Kemudian diserap dengan kain dan dibuang.

3. Bahan-Bahan Kimia Oksidator

Tumpahan bahan-bahan kimia oksidator (padat maupun cair) seperti amonium dikromat, amonium perklorat, asam perklorat, dan sejenisnya dicampur dengan reduktor (seperti garam hypo, bisulfit, ferro sulfat) dan ditambahkan sedikit asam sulfat 3 M. selanjutnya campuran tersebut dinetralkan dan dibuang.

4. Bahan-Bahan Kimia Reduktor

Tumpahan bahan-bahan kimia reduktor ditutup atau dicampurkan dengan NaHCO3 (reaksi selesai) dan dipindahkan ke suatu wadah.. Selanjutnya kedalam campuran tersebut ditambahkan Ca(OCl)2 secara perlahan-lahan dan air (biarkan reaksi selesai). Setelah reaksi selesai cmpuran diencerkan dan dinetralkan sebelum dibuang ke perairan.

Untuk pemusnahan bahan reduktor (seperti Natrium bisulfit, NaNO2, SO, Na2SO2) dapat dipisahkan antara bentuk gas dan padat. Untuk gas (SO2), alirkan kedalam larutan NaOH atau larutan kalsium hipoklorit. Untu k padatan, campurkan dengan NaOH (1:1) dan ditambahkan air hingga terbentuk slurry. Slurry yang terbentuk ditambahkan kalsium hipoklorit dan air dan dibiarkan selama 2 jam. Selanjutnya dinetralkan dan dibuang ke perairan.

Sianida dan Nitril

Tumpahan sianida ditangani dengan menyerap tumpahan tersebut dengan kertas/tissu dan diuapkan dalam lemari asam, dibakar, atau dipindahkan kedalam wadah dan dibasakan dengan NaOH dan diaduk hingga terbentuk slurry. Kemudian ditambahkan ferro sulfat berlebih dan dibiarkan lebh kurang 1 jam dan dibuang keperairan.

Pemusnahan sianda dapat dilakukan dengan cara menambahkan kedalamnya larutan asa dan kalsium hipoklorit berlebih dan dibiarkan 24 jam. Selanjutnya dibuang ke perairan.

Untuk tumpahan nitril, ditambahkan NaOH berlebih dan Ca(OCl)2. setelah satu jam dibuang keperairan. Cuci bekas wadah dengan larutan hipoklorit.

Pemusnahan nitril dilakukan dengan menambahkan kadalamnya NaOH dan alkohol. Setelah 1 jam uapkan alkohol dan ditambahkan larutan basa kalsium hipoklorit. Setelah 24 jam dapat dibuang ke perairan.

BLOG FITARI RESMALANI LAINNYA

kedaulatan rakyat dan sistem pemerintahan di indonesia

Kedaulatan Rakyat Dalam Sistem Pemerintahan Indonesia A. MAKNA KEDAULATAN RAKYAT Sebelum membahas tentang kedaulatan rakyat, perlu dijelaskan terlebih dahulu siapakah rakyat itu? Rakyat adalah orang yang tunduk pada suatu pemerintah negara. Dalam negara ada yang memerintah dan ada ya...

Read More

FITARI RESMALANI 00:00:00 19-03-2012

SAHABAT

Persahabatan ( Sahabat Sejati) Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan ...

Read More

FITARI RESMALANI 00:00:00 13-12-2011

Laboratorium

Pengertian Laboratorium Pada pembelajaran sains termasuk biologi di dalamnya keberadaan laboratorium menjadi sangat penting. Pada konteks proses belajar mengajar sains seringkali istilah laboratorium diartikan dalam pengertian sempit yaitu ruangan yang  di dalamnya terdapat sejumlah alat...

Read More

FITARI RESMALANI 00:00:00 11-12-2011

ARSIP

  • November 2021(15)
  • Oktober 2021(15)
  • November 2020(7)
  • Oktober 2020(10)
  • September 2020(9)
  • Agustus 2020(3)
  • Juli 2020(1)
  • Juni 2020(2)
  • Mei 2020(4)
  • April 2020(12)
  • Maret 2020(83)
  • April 2017(1)
  • Januari 2017(1)
  • Oktober 2016(1)
  • Desember 2015(5)
  • November 2015(1)
  • Oktober 2015(1)
  • September 2015(2)
  • Agustus 2015(1)
  • Juli 2015(1)
  • Mei 2015(1)
  • April 2015(1)
  • Maret 2015(1)
  • Desember 2014(2)
  • November 2014(1)
  • Oktober 2014(11)
  • September 2014(6)
  • Agustus 2014(1)
  • Juni 2014(2)
  • April 2014(2)
  • Maret 2014(1)
  • Desember 2013(1)
  • Oktober 2013(3)
  • September 2013(1)
  • Juni 2013(1)
  • Maret 2013(26)
  • Februari 2013(38)
  • Januari 2013(8)
  • Desember 2012(23)
  • November 2012(8)
  • Juni 2012(29)
  • Mei 2012(17)
  • April 2012(248)
  • Maret 2012(436)
  • Februari 2012(215)
  • Januari 2012(486)
  • Desember 2011(647)
  • November 2011(39)
  • Oktober 2011(272)
  • September 2011(81)
  • Agustus 2011(115)
  • Juli 2011(153)

PENULIS

  • NUR AZIZAH(430)
  • SYAFIRA NUR AMALIA HARYADI(386)
  • ISMI SAVIERA ALMIRA(223)
  • UMAR FAROOQ ZAFRULLAH(130)
  • Naufal Rasyid(107)
  • RISA ANJANI(106)
  • MOHAMAD ZIDNI RIZKY(63)
  • NURUL RIZKY FAKHIRA(60)
  • Fauzi Firdaus(47)
  • ALI SYAUQI(46)
  • ELITA AVIANTI DARMA(43)
  • FAUZAN AKMAL HARIZ(41)
  • NABILA ISNAENI AMALIA(38)
  • RADEN LILOTHA ZATTY AQMAR(29)
  • ANDHIKA FIRDAUS(28)
  • ADAM RAMADHAN(26)
  • RINDANG NOOR ALIFA(25)
  • HERI SUHARSO(25)
  • RUSMIATI(24)
  • ANITA PUJI ASTUTI(18)

SMP NEGERI 7 BOGOR

SMP NEGERI 7 BOGOR

  • Homepage
  • Informasi Sekolah
  • Profil Sekolah
  • Kegiatan
  • Prestasi Sekolah
  • Sarana Sekolah
  • Sumber Daya Manusia
  • Gerakan Literasi Sekolah

Blog

  • Blog Guru
  • Blog Siswa
  • Blog Ekskul
  • Blog OSIS

Sambutan Kepala Sekolah

Assalamualaikum Wr.WbPuji syukur kehadirat Allah SWT atas karunianya SMP Negeri 7 Bogor dapat menyajikan informasi melalui website sekolah ini.Di era global dan pesatnya teknologi informasi, keberadaa...Read More

© SMP NEGERI 7 BOGOR. All rights reserved.