Blog Siswa

Ellie dan Kebun Binatang

NAZMI DWI SHINTA ARYANTI | 30-11-2021 20:14:41

   Pagi hari ini Ellie terbangun dengan senyuman hangat yang terlukis di wajahnya. Dia sangat bersemangat untuk pergi ke Kebun Binatang. Iya, Kebun Binatang. Saat pembagian raport kemarin, Ellie mendapatkan nilai terbaik dikelasnya. Sebagai hadiah, orang tua Ellie menjanjikannya pergi ke Kebun Binatang. Ellie sangat menyukai binatang, terutama jerapah. Menurut Ellie, jerapah sangat lucu karena memiliki corak polkadot pada tubuhnya. Jangan lupakan leher unik jerapah yang sangat panjang setinggi tiang bendera di sekolah Ellie. Saat ini jantung Ellie berdebar-debar tidak sabar. Biasanya Ellie hanya melihat jerapah di televisi ataupun buku, tapi sekarang Ellie akan melihatnya langsung. Wah, betapa senangnya hati Ellie. Ini merupakan hadiah terbaik yang ia pernah dapatkan.


   Sekarang Ellie sudah terduduk rapih di dalam mobil. Ia masih tidak bisa berhenti tersenyum sejak tadi. Pokoknya Ellie ingin cepat-cepat sampai ke Kebung Binatang. “Ellie senang?” tanya mama yang duduk disampingnya. “Senang sekali mama! Bahkan Ellie hampir tidak bisa tidur semalam saking senangnya hehe.” jawab Ellie masih dengan senyuman di wajah kecilnya itu.


   Akhirnya setelah satu jam perjalanan, mereka sampai di tujuan. “Ma! Pa! Lihat, ada jerapah disana!” tunjuk Ellie pada sebuah patung jerapah di depan pintu masuk. Mama dan Papa hanya tersenyum mendengar Ellie yang sangat bersemangat itu. Wah, Ellie tidak menyangka sekarang ia benar-benar ada di Kebung Binatang. Ini seperti mimpi indah, kalau ini mimpi tolong jangan bangunkan Ellie sebentar karena ia masih ingin mengelilingi Kebun Binatang ini. “Aw! Bukan mimpi kok…” gumam Ellie sambil mencubit pipinya untuk memastikan apakah ini hanya mimpi indahnya atau tidak.


   “Ayo Ellie turun, kita lihat semua binatang disini sampai Ellie puas.” ajak mama kepada Ellie.

“Baik ma!” ucap Ellie sambil menuruni mobilnya. Ellie dan orang tuanya pun akhirnya memasuki Kebun Binatang. Oh, mama dan papa juga tidak lupa untuk membeli tiket masuk terlebih dahulu. Setelah sampai di dalam, mata bulat Ellie terlihat berbinar-binar. “Ma, pa! ayo kita lihat kesana!” teriak Ellie bersemangat sambil menarik tangan kedua orang tuanya. Saat ini mereka sudah disambut dengan burung-burung indah yang berterbangan diatas. Ada banyak sekali jenis burung disini dan semua burung itu sangat cantik. Bahkan orang tua Ellie juga sangat kagum melihatnya.

“Wah, indah sekali ya burungnya.” kata papa.

“Iya, sangat indah! Apakah papa tahu burung berwarna putih itu?” tanya Ellie penasaran.

“Uh? Papa juga tidak tahu deh… oh, coba lihat itu.” tunjuk papa pada sebuah tulisan yang tertempel di dinding.

“Kakatua putih atau dalam nama ilmiahnya Cacatua alba adalah burung berukuran sedang, dengan panjang sekitar 46 cm, dari genus Cacatua. Burung ini hampir semua bulunya berwarna putih. Di kepalanya terdapat jambul besar berwarna putih yang dapat ditegakkan. Bulu-bulu terbang dan ekornya berwarna kuning.” ucap mama sambil membaca tulisan itu.

“Oh, jadi namanya burung kakatua putih? Cantik sekali, Ellie suka!” kata Ellie.

“Iya cantik seperti anak papa.” ucap papa sambil terkekeh.

“Ih papa apaan deh!” jawab Ellie malu-malu. Mama yang mendengar percapakan itu hanya tertawa.


   Setelah asik melihat burung yang berterbangan, mereka pun melanjutkan perjalanannya untuk melihat hewan lain. Kebun Binatang ini sangat luas, pasti masih banyak hewan-hewan yang belum pernah Ellie lihat. Dengan bersemangat Ellie mengelilingi Kebun Binatang bersama mama dan papa. Tidak hanya melihat hewan, Ellie juga makan donat cokelat bertaburan permen warna-warni diatasnya. Perut kenyang, hati pun senang haha.


   Ellie dan kedua orang tuanya sudah sekitar satu jam mengelilingi Kebun Binatang, tetapi masih tidak juga menemukan hewan berleher tinggi itu. Iya, Ellie belum bertemu jerapah, hewan kesukaannya.

“Ma… jerapah ada dimana? Ellie belum melihatnya dari tadi.” kata Ellie sambil mengerucutkan bibir kecil itu.

“Sebentar ya Ellie, kita lihat dulu di maps! Pasti ada jerapah kok disini.” jawab mama sambil mengusap puncak kepala Ellie.

“Oh iya juga… ini ma! Jerapah ada di sebelah sana!” seru Ellie sambil berlari setelah melihat keberadaan jerapah dari maps.

“Ellie tunggu! Jangan berlari, nanti kamu bisa jatuh nak!” ucap mama.


   Ellie tidak mendengarkan ucapan mamanya, ia tetap berlari menuju jerapah, hewan kesayangannya itu. Benar saja, hal yang tidak mamanya inginkan terjadi. Ellie terjatuh diantara banyak orang disana. Tetapi tenang saja, Ellie anak yang kuat kok, jadi dia tidak akan menangis. Ellie pun berdiri dan menghampiri jerapah yang ada disana. Wah, tidak Ellie sangka. Akhirnya ia bisa melihat jerapah langsung dengan mata kepalanya sendiri. Mata Ellie berbinar-binar mengamati jerapah yang ada dihadapannya itu. “Wah, jerapah… kamu lucu sekali.” gumam Ellie.


   Ellie asyik melihat jerapah, sampai ia lupa kalau tidak ada mama dan papa disampingnya. “Mama? papa? kalian dimana?” ucap Ellie sambil mengamati sekitar. Ia tidak dapat melihat mama dan papa di segerombolan orang-orang itu. Mata Ellie sudah berkaca-kaca, gumpalan air tertahan di mata bulatnya itu. Ellie pun berlari menuju tempat awal ia bersama dengan mama dan papa. Tetapi tetap saja, Ellie tidak dapat menemukan mereka. Benar deh, Ellie ingin menangis saja. “Mama dan papa ada dimana sih, Ellie takut.” ucap Ellie. Gumpalan air yang tertahan di mata Ellie pun runtuh.


   “Tidak Ellie, jangan menangis. Ayo kita cari mama dan papa.” Ucap Ellie pada diri sendiri sambil mengusap pipi gembulnya itu. Ellie ingat, di sekolah ia pernah diajarkan oleh gurunya untuk pergi ke pusat informasi jika kehilangan orang tuanya. Tetapi, Ellie bingung. Pusat informasi ada disebelah mana, ia kan baru pertama kali kesini. “Oh iya, Ellie kan punya maps…” gumam Ellie. Ellie pun membuka maps dan mencari pusat informasi.

“Oh, ini dia!” ucap Ellie sambil berlari.

“Sebelah kanan lalu lurus dan ke kiri… ketemu!” akhirnya Ellie menemukan pusat informasi, ia segera melaporkannya pada petugas yang ada disana. Disini Ellie dintayai nama dirinya, nama orang tuanya dan umur Ellie. Ellie tidak takut kok, karena Ellie tahu pasti petugas ini baik dan akan membantu Ellie.


   10 menit berlalu, akhirnya mama dan papa bertemu Ellie. Mereka terlihat panik dan khawatir dengan Ellie. Mama memeluk Ellie dengan erat hampir menangis dan papa mengusap kepala Ellie pelan. Ellie merasa sangat bersalah karena tidak mendengar ucapan mama.

“Lain kali Ellie tidak boleh seperti itu ya, mama dan papa sangat khawatir sama Ellie.” ucap mama masih memeluk Ellie.

“Iya mama, Ellie juga ingin minta maaf sama mama dan papa. Ellie janji tidak akan mengulanginya.” kata Ellie memeluk mamanya.

“Iya, tidak apa-apa nak. Asalkan kamu baik-baik saja, tetapi ingat ya… lain kali tidak boleh seperti ini.” ujar papa. Ellie hanya mengangguk sebagai jawabannya. Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka dengan tangan Ellie yang digenggam hangat oleh kedua orang tuanya.

BLOG NAZMI DWI SHINTA ARYANTI LAINNYA

Ellie dan Kebun Binatang

   Pagi hari ini Ellie terbangun dengan senyuman hangat yang terlukis di wajahnya. Dia sangat bersemangat untuk pergi ke Kebun Binatang. Iya, Kebun Binatang. Saat pembagian raport kemarin, Ellie mendapatkan nilai terbaik dikelasnya. Sebagai hadiah, orang tua Ellie menjanjikannya pergi ke K...

Read More

NAZMI DWI SHINTA ARYANTI 20:14:41 30-11-2021

ARSIP

  • November 2021(15)
  • Oktober 2021(15)
  • November 2020(7)
  • Oktober 2020(10)
  • September 2020(9)
  • Agustus 2020(3)
  • Juli 2020(1)
  • Juni 2020(2)
  • Mei 2020(4)
  • April 2020(12)
  • Maret 2020(83)
  • April 2017(1)
  • Januari 2017(1)
  • Oktober 2016(1)
  • Desember 2015(5)
  • November 2015(1)
  • Oktober 2015(1)
  • September 2015(2)
  • Agustus 2015(1)
  • Juli 2015(1)
  • Mei 2015(1)
  • April 2015(1)
  • Maret 2015(1)
  • Desember 2014(2)
  • November 2014(1)
  • Oktober 2014(11)
  • September 2014(6)
  • Agustus 2014(1)
  • Juni 2014(2)
  • April 2014(2)
  • Maret 2014(1)
  • Desember 2013(1)
  • Oktober 2013(3)
  • September 2013(1)
  • Juni 2013(1)
  • Maret 2013(26)
  • Februari 2013(38)
  • Januari 2013(8)
  • Desember 2012(23)
  • November 2012(8)
  • Juni 2012(29)
  • Mei 2012(17)
  • April 2012(248)
  • Maret 2012(436)
  • Februari 2012(215)
  • Januari 2012(486)
  • Desember 2011(647)
  • November 2011(39)
  • Oktober 2011(272)
  • September 2011(81)
  • Agustus 2011(115)
  • Juli 2011(153)

PENULIS

  • NUR AZIZAH(430)
  • SYAFIRA NUR AMALIA HARYADI(386)
  • ISMI SAVIERA ALMIRA(223)
  • UMAR FAROOQ ZAFRULLAH(130)
  • Naufal Rasyid(107)
  • RISA ANJANI(106)
  • MOHAMAD ZIDNI RIZKY(63)
  • NURUL RIZKY FAKHIRA(60)
  • Fauzi Firdaus(47)
  • ALI SYAUQI(46)
  • ELITA AVIANTI DARMA(43)
  • FAUZAN AKMAL HARIZ(41)
  • NABILA ISNAENI AMALIA(38)
  • RADEN LILOTHA ZATTY AQMAR(29)
  • ANDHIKA FIRDAUS(28)
  • ADAM RAMADHAN(26)
  • RINDANG NOOR ALIFA(25)
  • HERI SUHARSO(25)
  • RUSMIATI(24)
  • ANITA PUJI ASTUTI(18)

SMP NEGERI 7 BOGOR

SMP NEGERI 7 BOGOR

  • Homepage
  • Informasi Sekolah
  • Profil Sekolah
  • Kegiatan
  • Prestasi Sekolah
  • Sarana Sekolah
  • Sumber Daya Manusia
  • Gerakan Literasi Sekolah

Blog

  • Blog Guru
  • Blog Siswa
  • Blog Ekskul
  • Blog OSIS

Sambutan Kepala Sekolah

Assalamualaikum Wr.WbPuji syukur kehadirat Allah SWT atas karunianya SMP Negeri 7 Bogor dapat menyajikan informasi melalui website sekolah ini.Di era global dan pesatnya teknologi informasi, keberadaa...Read More

© SMP NEGERI 7 BOGOR. All rights reserved.