Blog Siswa
Penyesalan
Hafizh Zaidani Alwan
Kelas : IX’9
Pada suatu waktu hiduplah seorang anak bernama Reza Atyono Saputra. Ia adalah seorang anak remaja yang masih bersekolah SMP. Kehidupannya begitu seru apa yang dia mau hampir semuanya ia dapatkan. Reza merupakan anak kedua dari 3 bersaudara.
Saat itu pandemi menyerang wilayahnya dan membuat sekolahnya ditutup sehingga harus belajar secara jarak jauh. 6 bulan pertama dia masih rajin mengikuti semua tugas yang diberikan guru,tetapi saat hari libur tiba Reza mulai mengikuti dunia game dengan serius sehingga lupa akan kegiatannya sebagai siswa SMP pada umumnya. Dia selalu melupakan tugasnya dan tak pernah menyentuh tugasnya sampai – sampai menumpuk dan terus bertambah setiap harinya. Suatu hari dia ditegur oleh semua anggota keluarganya karena ia tak pernah mengumpulkan tugasnya mereka semua diberi tahu oleh guru Reza. “Reza!Tugas mu banyak yang belum kamu kerjakan guru mu mengatakan semuanya kepada Mama cepat selesaikan semua tugas mu atau kamu akan kehilangan barang – barang yang kamu punya.” Ucap Mama Reza. “Iya Ma aku selesaikan” Reza membalas apa yang dikatakan Ibunya. Namun, hari itu Reza hanya berucap dan tetap tak mengerjakan tugasnya.
Hari pembagian raport tengah semester pun hampir tiba,tetapi Reza tetap belum mengerjakan pekerjaanya dan membuat Sang Guru bingung bagaimana cara memberikan nilai pada Reza sementara dia tak mengumpulkan tugas. Guru Reza pun segera menghubungi Reza dan menagih tugas yang belum ia kerjakan sebelum hari pembagian rapot tiba. “Permisi Reza kamu tolong cepat kumpulkan tugasnya ya sebelum rapor dibagikan cepat karena deadline hanya 1 minggu saja!” Ucap Ibu guru Reza. Reza yang panic cepat – cepat mengerjakan tugasnya tetapi tugasnya terlalu banyak sehingga ia selama beberapa hari kedepan begadang untuk menyelesaikan tugasnya. Hari pembagian rapor sudah tiba tetapi Reza belum selesai mengerjakan tugas yang menumpuk tersebut sehingga dia diberi nasihat oleh gurunya. “Reza….Reza….. nak kenapa kamu belum mengumpulkan tugasnya lain kali jangan begitu ya nak karena ini berpengaruh pada nilai kamu untuk ke jenjang selanjutnya” Ucap Ibu guru. “Baik bu maaf saya akan rajin lagi bu”. Reza membalas. Pembelajaran diliburkan selama 2 minggu dan Reza kembali bermain game dan lupa segalanya. Waktu telah berlalu dan kegiatan belajar mengajar pun tiba dan ia masih sama seperti sebelumnya kembali malas untuk belajar. Hari terus berlalu dan waktu untuk pembelajaran tatap muka telah tiba 18 Oktober 2021 sekolah kembali buka dan siswa kini boleh hadir dan belajar disekolah secara langsung. Masalah kembali muncul dikarenakan Reza si pemalas masih belum mengumpulkan tugas yang ia lewati pada semester genap kali ini. H-5 sebelum masuk tatap muka Reza diberi nasihat dan teguran agar ia semakin rajin dan bertanggung jawab dalam belajar.
“Reza ibu tidak mau tau kamu harus cepat selasaikan itu semua,tugas yang menumpuk yang diberikan gurumu”. Ucap Mama Reza. Reza yang ketakukan dan panik saat itu pun buru-buru mengerjakan tugasnya. Pembelajaran tatap muka sudah dilaksanakan dan hari pertama Reza disekolah berjalan tak mengenakan karena ia mendapat teguran dari semua guru yang mengajarnya. “ahh…..aku cape ditegur terus,aku menyesal karena malas dalam belajar,aku tidak ingin terulang lagi kali ini aku tidak berucap saja,aku akan membuktikannya aku harus rajin!” Ucap Reza dalam hati dengan kesal dan semangat. Reza si anak pemalas kini telah menyesal dan berubah menjadi Reza si anak rajin. Setelah kejadian saat itu Reza menjadi anak yang rajin dan juga mengurangi jatah bermain gamenya agar tidak seperti dulu lagi. Kini dia ketika diberi tugas oleh gurunya dia langsung cepat-cepat mengerjakan agar tidak lupa juga agar tidak menumpuk. Reza kini telah menyesal karena ia malas dalam belajar. “Enak juga ya menjadi orang yang tidak menunda-nunda tugas,tenang terus bawaannya hahahaha” Reza dengan perasaan yang gembira.
BLOG HAFIZH ZAIDANI ALWAN LAINNYA
Penyesalan
Hafizh Zaidani Alwan Kelas : IX’9 Pada suatu waktu hiduplah seorang anak bernama Reza Atyono Saputra. Ia adalah seorang anak remaja yang masih bersekolah SMP. Kehidupannya begitu seru apa yang dia mau hampir semuanya ia dapatkan. Reza merupakan anak kedua dari 3 bersaudara. &...
Read MoreHAFIZH ZAIDANI ALWAN 19:18:58 30-11-2021
ARSIP
- November 2021(15)
- Oktober 2021(15)
- November 2020(7)
- Oktober 2020(10)
- September 2020(9)
- Agustus 2020(3)
- Juli 2020(1)
- Juni 2020(2)
- Mei 2020(4)
- April 2020(12)
- Maret 2020(83)
- April 2017(1)
- Januari 2017(1)
- Oktober 2016(1)
- Desember 2015(5)
- November 2015(1)
- Oktober 2015(1)
- September 2015(2)
- Agustus 2015(1)
- Juli 2015(1)
- Mei 2015(1)
- April 2015(1)
- Maret 2015(1)
- Desember 2014(2)
- November 2014(1)
- Oktober 2014(11)
- September 2014(6)
- Agustus 2014(1)
- Juni 2014(2)
- April 2014(2)
- Maret 2014(1)
- Desember 2013(1)
- Oktober 2013(3)
- September 2013(1)
- Juni 2013(1)
- Maret 2013(26)
- Februari 2013(38)
- Januari 2013(8)
- Desember 2012(23)
- November 2012(8)
- Juni 2012(29)
- Mei 2012(17)
- April 2012(248)
- Maret 2012(436)
- Februari 2012(215)
- Januari 2012(486)
- Desember 2011(647)
- November 2011(39)
- Oktober 2011(272)
- September 2011(81)
- Agustus 2011(115)
- Juli 2011(153)
PENULIS
- NUR AZIZAH(430)
- SYAFIRA NUR AMALIA HARYADI(386)
- ISMI SAVIERA ALMIRA(223)
- UMAR FAROOQ ZAFRULLAH(130)
- Naufal Rasyid(107)
- RISA ANJANI(106)
- MOHAMAD ZIDNI RIZKY(63)
- NURUL RIZKY FAKHIRA(60)
- Fauzi Firdaus(47)
- ALI SYAUQI(46)
- ELITA AVIANTI DARMA(43)
- FAUZAN AKMAL HARIZ(41)
- NABILA ISNAENI AMALIA(38)
- RADEN LILOTHA ZATTY AQMAR(29)
- ANDHIKA FIRDAUS(28)
- ADAM RAMADHAN(26)
- RINDANG NOOR ALIFA(25)
- HERI SUHARSO(25)
- RUSMIATI(24)
- ANITA PUJI ASTUTI(18)