Blog Siswa

Paracosmos

NADILA ADANIPUTRI YASMIN | 30-11-2021 17:41:07

   

   Bejuta-juta imajinasi dan harapan kita lontarkan. Terus menunggu hingga terkabulkan, dan melupakan saat ini yang lebih penting. Harapan dapat berawal dari imajinasi seseorang. Imajinasi yang indah menciptakan harapan yang indah pula. Paracosmos, dunia terkumpulnya imajinasi dan harapan. 

   Mentari melepaskan cahayanya. Seekor burung menyapa dari balik jendela. Hari-hari terus berganti dan menciptakan hal yang baru tiap harinya. Namaku Cosmo, pemimpin Paracosmos yang telah meninggalkan dunianya untuk menciptakan hubungan dengan para makhluk hidup. Aku berumur 100 juta tahun. Rasa penasaranku terhadap makhluk hidup semakin membesar tiap harinya. Hal ini yang membawaku pergi dari Paracosmos, dan memulai sesuatu yang baru di bumi.

   Aku memulai pagi hari yang cerah ini dengan berjalan mengelilingi taman. Hal ini mengingatkanku akan pertama kalinya aku datang ke bumi sekitar 1.000 tahun yang lalu. Pada awalnya, bagiku segalanya yang ada di bumi terasa campur aduk. Sering kali kudengar berjuta-juta harapan buruk manusia kepada makhluk hidup lainnya, bahkan terhadap sesamanya.

   Pernahkah kalian berpikir? Manusia itu makhluk yang pintar, namun terkadang tidak dapat mengendalikan perasaannya. Salah satu kejadian yang pernah terjadi tepat dihadapanku adalah seorang gadis yang melompat ke tengah jalan dan tertabrak mobil karena merasa hidupnya terasa melelahkan. Bagi makhluk sepertiku di dunia sana, hal ini adalah sesuatu yang sangat menyebalkan. Semudah itu mereka mengakhiri hidupnya, disamping ada banyak manusia yang berharap akan keselamatan nyawanya karena suatu penyakit yang sulit disembuhkan.

   Diego, saudara kandungku yang telah berusaha merebut tahtaku sejak 10 juta tahun yang lalu, telah menemukan keberadaanku saat ini. Dia akan melakukan apapun hanya untuk mendapatkan kembali pewarisan tahtanya. Pada awalnya, penerus tahta ini adalah Diego, namun ia menggunakan hak seorang pemimpin kepada rakyatnya dengan buruk. Ayahku menyuruhku mengambil alih tahta tersebut, dan tidak pernah mengembalikannya kepada Diego. Karena ia tidak dapat mengendalikan emosinya, ia membakar rumahku dan mengakibatkan hilangnya nyawa kedua orang tuaku. 

   Tiba-tiba 3 mobil polisi dan 1 ambulans lewat dihadapanku. “Hei, jangan-jangan ini kasus pembunuhan berantai itu ya?” ucap seorang siswi SMA kepada temannya. 

   “Sepertinya sih iya, pembunuhan berantai yang dilakukan oleh seorang pria berjubah hitam itu.” Sambung temannya.

   Baru saja terjadi pembunuhan yang melahap 3 orang tepat dihadapanku. Tidak ada jejak yang tersisa untuk menangkap pelakunya. Tiba-tiba videotron yang berada di gedung depanku menampilkan sebuah “running text”, yang bertuliskan ‘Cosmo, temukan aku. Mari kita selesaikan ini dengan jantan.’

   Haruskah aku diamkan? Dia bahkan mempermainkan nyawa manusia. Benarkah hanya kejahatan yang bisa menghukum kejahatan? Akan kuselesaikan persoalan ini sekarang. 

   Kudengarkan ucapan alam yang memberikan arah keberadaan Diego padaku. Tak lama kemudian, aku sampai di sebuah gudang kosong di tengah-tengah hutan. 

   “Senang bertemu denganmu lagi, Cosmo.” Ucap Diego dengan senyum tipisnya. 

   “Jangan melewati batas, Diego. Mari kita janjikan satu hal. Jangan lakukan apapun yang merenggut nyawa.” 

   “Bergeraklah secepat angin. Menyeranglah seperti api. Cosmo, meski aku sudah berusaha, ada kalanya dunia tidak mengizinkanku bahagia. Apa kau tahu? Ada orang yang rela dihukum padahal tak berdosa, ada juga orang yang sangat berdosa, tetapi hidup tanpa rasa bersalah. Yang manakah aku?”

   “Jika begitu, apakah kau menyesali perbuatanmu kepada Ayah?” 

   Diego terdiam. “Haruskah aku menyesalinya? Dia tidak pernah menghargai kerja kerasku. Apa kau tahu apa yang lebih menyebalkan dari tidak mengetahui apapun? Yaitu saat berpikir kamu mengetahui segalanya. Kalian selalu bertingkah seolah mengetahui dan memahamiku. Itu adalah hal terbodoh yang pernah kalian lakukan.”

   “Diego, asal kau tahu, kaulah yang berpikir seolah mengetahui segalanya. Tidak apa-apa jika kamu tidak menjadi seperti yang kamu inginkan, karena aku akan selalu menjadi yang terdepan untuk mendukungmu. Terkadang sekalinya dibiarkan, manusia bisa berubah menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Sepertinya itu benar. Sekarang berhentilah. Katakan apa kesalahanku, kemudian aku akan meminta maaf dan memperbaikinya.” 

   “Tidak perlu. Simpan kata-kata itu. Tuangkan kepada mereka yang lebih membutuhkannya. Perkataanmu tidak sepenuhnya salah. Sepertinya kali ini aku akan mendengarkanmu. Urusi saja makhluk yang penuh imajinasi dan harapan itu. Ingatkan mereka, jangan berimajinasi berlalu banyak. Kembalilah, jangan sampai mereka melupakan kehidupan yang sedang mereka jalani saat ini.”

   “Urusi dulu hidupmu sendiri. Kamu sudah melenyapkan banyak nyawa di luar sana.”

   Dia pergi tanpa aba-aba. Dalam hidup, kita mungkin pernah merasa kehilangan, tersesat, bahkan menyedihkan. Dalam hidup, terkadang kita belajar lebih banyak dari kegagalan daripada kesuksesan. Banyaknya hambatan saat kita ingin menggapai mimpi kemungkinan adalah jembatan menuju mimpi tersebut. Jangan mencoba terlalu keras untuk menyembunyikan perasaanmu yang sebenarnya dengan senyuman. Menipu hati dan hidup seperti itu sangatlah menyakitkan dan melelahkan. Dengarkan, pahami, hadapi, dan terima kenyataannya. Berusahalah menjadi pribadi yang dewasa, jangan hanya selalu menjadi anak kecil dengan jiwa yang tak bertumbuh. 


-Nadila Adaniputri Y 9’9

BLOG NADILA ADANIPUTRI YASMIN LAINNYA

Paracosmos

      Bejuta-juta imajinasi dan harapan kita lontarkan. Terus menunggu hingga terkabulkan, dan melupakan saat ini yang lebih penting. Harapan dapat berawal dari imajinasi seseorang. Imajinasi yang indah menciptakan harapan yang indah pula. Paracosmos, dunia terkumpulnya imajinasi...

Read More

NADILA ADANIPUTRI YASMIN 17:41:07 30-11-2021

ARSIP

  • November 2021(15)
  • Oktober 2021(15)
  • November 2020(7)
  • Oktober 2020(10)
  • September 2020(9)
  • Agustus 2020(3)
  • Juli 2020(1)
  • Juni 2020(2)
  • Mei 2020(4)
  • April 2020(12)
  • Maret 2020(83)
  • April 2017(1)
  • Januari 2017(1)
  • Oktober 2016(1)
  • Desember 2015(5)
  • November 2015(1)
  • Oktober 2015(1)
  • September 2015(2)
  • Agustus 2015(1)
  • Juli 2015(1)
  • Mei 2015(1)
  • April 2015(1)
  • Maret 2015(1)
  • Desember 2014(2)
  • November 2014(1)
  • Oktober 2014(11)
  • September 2014(6)
  • Agustus 2014(1)
  • Juni 2014(2)
  • April 2014(2)
  • Maret 2014(1)
  • Desember 2013(1)
  • Oktober 2013(3)
  • September 2013(1)
  • Juni 2013(1)
  • Maret 2013(26)
  • Februari 2013(38)
  • Januari 2013(8)
  • Desember 2012(23)
  • November 2012(8)
  • Juni 2012(29)
  • Mei 2012(17)
  • April 2012(248)
  • Maret 2012(436)
  • Februari 2012(215)
  • Januari 2012(486)
  • Desember 2011(647)
  • November 2011(39)
  • Oktober 2011(272)
  • September 2011(81)
  • Agustus 2011(115)
  • Juli 2011(153)

PENULIS

  • NUR AZIZAH(430)
  • SYAFIRA NUR AMALIA HARYADI(386)
  • ISMI SAVIERA ALMIRA(223)
  • UMAR FAROOQ ZAFRULLAH(130)
  • Naufal Rasyid(107)
  • RISA ANJANI(106)
  • MOHAMAD ZIDNI RIZKY(63)
  • NURUL RIZKY FAKHIRA(60)
  • Fauzi Firdaus(47)
  • ALI SYAUQI(46)
  • ELITA AVIANTI DARMA(43)
  • FAUZAN AKMAL HARIZ(41)
  • NABILA ISNAENI AMALIA(38)
  • RADEN LILOTHA ZATTY AQMAR(29)
  • ANDHIKA FIRDAUS(28)
  • ADAM RAMADHAN(26)
  • RINDANG NOOR ALIFA(25)
  • HERI SUHARSO(25)
  • RUSMIATI(24)
  • ANITA PUJI ASTUTI(18)

SMP NEGERI 7 BOGOR

SMP NEGERI 7 BOGOR

  • Homepage
  • Informasi Sekolah
  • Profil Sekolah
  • Kegiatan
  • Prestasi Sekolah
  • Sarana Sekolah
  • Sumber Daya Manusia
  • Gerakan Literasi Sekolah

Blog

  • Blog Guru
  • Blog Siswa
  • Blog Ekskul
  • Blog OSIS

Sambutan Kepala Sekolah

Assalamualaikum Wr.WbPuji syukur kehadirat Allah SWT atas karunianya SMP Negeri 7 Bogor dapat menyajikan informasi melalui website sekolah ini.Di era global dan pesatnya teknologi informasi, keberadaa...Read More

© SMP NEGERI 7 BOGOR. All rights reserved.