Blog Siswa

3 Harapan

ADARA KALILA RAKHMANIA | 30-11-2021 13:35:11

Siang hari Nindy akan mengunjungi rumah sakit. Nindy merasakan adanya  gejala yang merujuk kepada penyakit yang sudah ia perkirakan. Tiba-tiba saja kemarin Nindy batuk dan mengeluarkan darah, ia terkejut sekali. Biasanya ia akan batuk biasa saja, tapi memang akhir-akhir ini ia merasakan batuknya semakin parah tapi sebelumnya juga ia sudah ke apotek dan diberi obat untuk batuknya ini, Nindy tersadar sudah lamanya ia mengkonsumsi obat itu lalu tidak adanya tanda-tanda membaik.

Sesudah ia sampai di rumah sakit, segeralah Nindy mendaftar di resepsionis, namanya dipanggil. "Nindy Putri Revalino" Nindy yang merasa namanya terpanggil oleh suster itu pun menuju ke kamar dokter yang dituju. 


Setelah berkonsultasi, dan dokter merujuknya untuk melakukan foto Rontgen. Iya alat yang biasa digunakan untuk periksa penyakit kanker. Ia sangat  terkejut akan hasilnya, ternyata ia mengidap penyakit kanker paru-patu stadium 4, tidak lama kemudian ia menangis di ruangan itu. Suasana di sana sangatlah sunyi dan menyedihkan. 


Dokter yang bekerja sudah terbiasa akan hal itu, ia hanya tersenyum melihat pasien di depannya. "Dan waktu yang kamu punya hanya 1 bulan saja. Karena kanker yang ada di tubuhmu sudah menjalar ke organ lainnya jadi saya harap kamu bisa menerima semua yang sudah ditakdirkan dengan Tuhan." Ucap dokter dengan panjang lebar. Nindy yang mendengar kalimat sang dokter hanya menghembuskan nafasnya saja. Ia sangat pasrah.

"Sudah benar-benar tidak ada lagi harapa ya dok?" Nindy yang melihat dokternya hanya tersenyum ia sudah mengerti artinya. "Saya resepkan obat untuk mengurangi rasa sakit kamu. Jangan lupa diminum ya." Sesudah dapat kabar yang buruk, Nindy membayar untuk sesi konsultasi dan obatnya. Sesampai di rumahnya, ia menuliskan apa yang terjadi hari ini. Mulai dari ia yang terbatuk dan mengeluarkan darah, dan tentang penyakitnya. Nindy kembali mengeluarkan air matanya. Ia sangat sedih dengan realita yang ia hadapi. Nindy lalu menuliskan 3 harapan yang ingin dilakukan sebelum kepergiannya. 

3 Harapan:

1. Makan bersama orang tua.

2. Pergi ke mall untuk bermain di fun game.

3. Belajar mengikhlaskan apa yang sudah terjadi.

"Akhirnya selesai, semoga bisa kesampaian semuanya." Nindy bermonolog.

Mengenai penyakitnya Nindy tidak memberitahu keluarganya. Menurutnya itu akan membuat orang terdekatnya khawatir saja dan Nindy sangat tidak ingin itu. 

Esoknya Nindy menjalani hari-hari seperti biasa, ke kampus, presentasi tugas, dan pulang. Ia sedang malas untuk nongkrong bersama teman-temannya. 

Tiga minggu berlalu, tanggal 12 Desember 2019 ia berencana memenuhu harapan untuk pertama kalinya, mengajak orang tuanya untuk makan bersama. Sesampainya di mall Nindy langsung memesan beberapa makanan. Sesudah acara makan-makan ia ingin ke super market sebentar untuk membeli makanan kucing. Dan memberi makanan kepada kucing liar yang berada di sekitar rumahnya. "Makan yang banyak yang meng, semoga sehat selalu." Nindy menitikan air matanya. 

Seminggu kemudian, Nindy kembali ke mall yang sama untuk memenuhi harapan keduanya. Bermain kesana kemari menikmati waktu yang ada. Membeli makanan dan minuman kesukaannya. Setelah ia merasa cukup, Nindy kembali ke rumah untuk beristirahat dan menjalani esok yang sangat rahasia. 

Tanpa ia rasa, hari sudah menunjukan waktunya. Tepat sekarang, di minggu keempat lalu seminggu lagi akan menuju tepat 1 bulan. Iya benar, Nindy harus segera memenuhi harapan terkahir dan harapan yang sangat sulit baginya untuk dilakukan. Nindy bertekad keras dengan sepenuh hatinya ia mencoba untuk mengikhlaskan akan semua yang sudah terjadi.


Tanggal, 2 januari 2020 Nindy menghembuskan napas terkahirnya. Karena kanker yang dideritanya sudah semakin parah dan merusak organ yang Nindy punya. Nindy ditemukan tergeletak di lantai kamarnya dengan darah mengucur di hidungnya. Ibu Nindy sangat terkejut melihatnya. "Nindy, bangun nak.. Ayah!! Kemari ke kamar Nindy, Nindy pingsan." Ayah Nindy yang mendengar hal itu sangat panik. Orang tuanya segera membawa Nindy ke rumah sakit. Namun, takdir berkata lain, Nindy sudah tiada sejak di kamarnya. Orang terdekatnya sangatlah terkejut dengan kejadian ini. Bahkan sangat tidak disangka-sangka, karena mereka yang melihat Nindy selalu tersenyum, tertawa, dan sangat bahagia setiap harinya. Ternyata Tuhan lebih sayang Nindy. Semoga tenang di sana.

BLOG ADARA KALILA RAKHMANIA LAINNYA

3 Harapan

Siang hari Nindy akan mengunjungi rumah sakit. Nindy merasakan adanya  gejala yang merujuk kepada penyakit yang sudah ia perkirakan. Tiba-tiba saja kemarin Nindy batuk dan mengeluarkan darah, ia terkejut sekali. Biasanya ia akan batuk biasa saja, tapi memang akhir-akhir ini ia merasakan batukny...

Read More

ADARA KALILA RAKHMANIA 13:35:11 30-11-2021

ARSIP

  • November 2021(15)
  • Oktober 2021(15)
  • November 2020(7)
  • Oktober 2020(10)
  • September 2020(9)
  • Agustus 2020(3)
  • Juli 2020(1)
  • Juni 2020(2)
  • Mei 2020(4)
  • April 2020(12)
  • Maret 2020(83)
  • April 2017(1)
  • Januari 2017(1)
  • Oktober 2016(1)
  • Desember 2015(5)
  • November 2015(1)
  • Oktober 2015(1)
  • September 2015(2)
  • Agustus 2015(1)
  • Juli 2015(1)
  • Mei 2015(1)
  • April 2015(1)
  • Maret 2015(1)
  • Desember 2014(2)
  • November 2014(1)
  • Oktober 2014(11)
  • September 2014(6)
  • Agustus 2014(1)
  • Juni 2014(2)
  • April 2014(2)
  • Maret 2014(1)
  • Desember 2013(1)
  • Oktober 2013(3)
  • September 2013(1)
  • Juni 2013(1)
  • Maret 2013(26)
  • Februari 2013(38)
  • Januari 2013(8)
  • Desember 2012(23)
  • November 2012(8)
  • Juni 2012(29)
  • Mei 2012(17)
  • April 2012(248)
  • Maret 2012(436)
  • Februari 2012(215)
  • Januari 2012(486)
  • Desember 2011(647)
  • November 2011(39)
  • Oktober 2011(272)
  • September 2011(81)
  • Agustus 2011(115)
  • Juli 2011(153)

PENULIS

  • NUR AZIZAH(430)
  • SYAFIRA NUR AMALIA HARYADI(386)
  • ISMI SAVIERA ALMIRA(223)
  • UMAR FAROOQ ZAFRULLAH(130)
  • Naufal Rasyid(107)
  • RISA ANJANI(106)
  • MOHAMAD ZIDNI RIZKY(63)
  • NURUL RIZKY FAKHIRA(60)
  • Fauzi Firdaus(47)
  • ALI SYAUQI(46)
  • ELITA AVIANTI DARMA(43)
  • FAUZAN AKMAL HARIZ(41)
  • NABILA ISNAENI AMALIA(38)
  • RADEN LILOTHA ZATTY AQMAR(29)
  • ANDHIKA FIRDAUS(28)
  • ADAM RAMADHAN(26)
  • RINDANG NOOR ALIFA(25)
  • HERI SUHARSO(25)
  • RUSMIATI(24)
  • ANITA PUJI ASTUTI(18)

SMP NEGERI 7 BOGOR

SMP NEGERI 7 BOGOR

  • Homepage
  • Informasi Sekolah
  • Profil Sekolah
  • Kegiatan
  • Prestasi Sekolah
  • Sarana Sekolah
  • Sumber Daya Manusia
  • Gerakan Literasi Sekolah

Blog

  • Blog Guru
  • Blog Siswa
  • Blog Ekskul
  • Blog OSIS

Sambutan Kepala Sekolah

Assalamualaikum Wr.WbPuji syukur kehadirat Allah SWT atas karunianya SMP Negeri 7 Bogor dapat menyajikan informasi melalui website sekolah ini.Di era global dan pesatnya teknologi informasi, keberadaa...Read More

© SMP NEGERI 7 BOGOR. All rights reserved.