Blog Siswa

Rahasia Dibalik Lemari Tua

CITRA NAFA FELISHA | 30-10-2021 23:49:26

Lemari adalah tempat kita menyimpan baju dan pakaian, maupun buku, untuk kita sehari hari. Tapi kalian pernah tidak mendengar kalau di dalam lemari terdapat pintu menuju alam lain?...


Hai! aku Jean cristover gainam panggilanku Jean. Tapi teman teman ku sering memanggilku an. Aku mempunyai teman bernama Andra dan Khai. Andra sering membaca buku yang berbau hal hal mistis dan ghaib, Khai si budak penakut, dan aku yang tidak percaya dengan hal hal yang berbau seperti itu.


Suatu hari aku berpindah ke rumah baru. Rumah itu sangat luas dan lega yang terdapat halaman dan kolam renang di belakangnya. Rumahnya terdapat 4 lantai dan lantai 4 tersebut dilarang keras oleh penghuni rumah itu sebelum aku. Rumahku berada di perbukitan dan lumayan jauh dari kota.


Pada hari sabtu, aku, Andra dan Khai bermain dan menginap ke rumah baru ku. Aku mengajak mereka berputar putar di sekeliling rumah ku. Sampai lah kita di lantai 3, tidak sengaja Andra melihat tangga untuk naik ke lantai 4, lalu dia bertanya “an diatas ada apa? kok keliatannya gelap begitu terus di beri peringatan pula?” tanya andra yang penasaran. “ga tau Ndra, aku dilarang sama nyokap buat ke lantai 4” jawab ku yang tidak tau. Aku langsung mengajak mereka makan dan beristirahat di kamarku. By the way kamarku tepat di samping depan tangga untuk ke lantai 4. karena disitu kamarnya ga luas dan ga sempit, cocok untukku yang tidur sendiri.


Malam pun tiba, Khai terbangun, dan membangunkan ku. “an, an bangun woi, anterin aku ke kamar mandi dong, cepetan” Khai menepuk tangan ku. Lalu aku dan Khai keluar kamar. Khai di dalam kamar mandi dan aku menunggu di depan pintu. Keadaan ku setengah tidur, dan “ssttt” sekelebat lewat. Dalam hati ku berkata “hah? apa itu?” tapi aku tidak peduli. “woi Khai cepetan, ngantuk tau” ucapku sedikit emosi sambil menggedor gedor pintu kamar mandi. Akhirnya kami pun kembali ke kamar. Karena Khai yang terakhir masuk ke dalam kamar, dia harus menutup pintu. Ketika Khai menutup pintu, “AAaaaaa...” Khai berteriak keras, sampai andra terbangun. “apasih kalian berisik banget” raut wajah andra yang tampak kesal. Lalu Khai lari kesebelah ku, “jeaannnn.. aaannn... ituu... adaaa... anak kecilll...” Khai ngomong sambil tergesa gesa. Akupun kebingungan, “apaan sih, orang disini gada anak kecil, aku kan anak tunggal”. wajah Khai makin panik dan takut. Andra terbangun dan mendengar percakapan aku dan Khai, “emang anak kecilnya kaya gimana Khai?” tanya Andra. “aku cuma liat sekilas, anak itu pucet, muka dan wajahnya memar memar kemerahan, membawa boneka, berambut lurus, dan bajunya putih. serius ndra dia lagi duduk di tangga itu” ucap Khai yang panik. “kalau dari buku yang pernah ku baca, setan anak kecil itu menampakan dirinya, karena ada sesuatu yang belum selesai di dunia, jadi di alamnya dia belum tenang” jelas Andra. Ketika berbincang seperti itu, tiba tiba kami semua mendengar suara jentakan kaki yang terdengar dari atap kamar ku. “dug.. dugg...”. aku, Khai, dan Andra takut dan panik. aku langsung menenangkan keadaan. “udah, udah, palingan tikus itu. trs kamu Khai, mungkin kamu salah liat, nih minum dulu” aku menyodorkan gelas berisi air minum kepada Khai. Khai dan Andra tertidur kembali. Ketika aku hendak tidur tiba tiba hp ku terbunyi, ternyata itu telpon dari orang yang tak di kenal. Aku langsung mengangkatnya, tapi tidak ada orang yang bersuara, melainkan suara lagu mainan anak kecil. “ah mungkin saja kepencet?” aku mencoba berfikir positif. 


“Allahuakbar Allahuakbar...” suara azan subuh. Aku langsung terbangun, dan segera berwudhu. Ketika aku melihat sekelilingku. Ya bener saja Khai dan Andra memang masih terlelap di dunia mimpi. Ketika aku membuka pintu, ada sebuah kertas entah dari mana. Aku langsung mengambil dan membaca, “kamu tidak mau ke lantai 4? ada sesuatu yang harus ku beri tahu” surat dari kertar tersebut. Aku tidak peduli, aku langsung merobek dan membuangnya ke tempat sampah. Ketika sudah sholat dan sedang berdoa, tiba tiba Andra terbangun dan tergesa gesa seperti orang sudah lari 5 putaran lapangan. “kau kenapa ndra? mimpi lomba lari ya? kaya orang kecapean” tanya ku. “aku tadi ketindihan, aku mimpi di seret, sama anak kecil ke atas rumah mu ini, kayanya ada yang ga beres sama rumah ini an” ucap Andra yang masih kaget di mimpinya. “ah ngaco, makanya sebelum tidur tuh baca doa dulu biar ga di ganggu. Udah sana sholat subuh dulu gih” ucap ku mengajak Andra sholat subuh. Setelah melihat Andra sudah berwudhu, aku membangunkan Khai yang sedang tidur sambil mengorok. “Khai woi bangun...!!! kau tidak sholat subuh?” ucapku sambil menggunakan nada tinggi. Khai mulai membuka mata dan melihat jam. Sudah pukul 5 subuh. Andra dan Khai pun sholat bersama.


Sekitar pukul 8, aku, Khai, dan Andra turun untuk makan. “ini Den, makannya ada soto kesukaan mu” ucap bi tari. Ya bi tari sudah bekerja 10 tahun dirumah ku sejak aku masih kecil. Dia yang merawat ku tumbuh saat orang tua ku sibuk bekerja. Bi Tari memanggil ku “Raden” dia sudah menganggap ku seperti anaknya sendiri. Bi Tari orang satu satunya di rumahku yang punya mata batin. Aku sering melihat dia membaca doa, menabur garam dan bunga 7 rupa di sekitar rumahku. Tapi aku tidak memperdulikan itu, mungkin saja untuk menghindari hal hal negatif. Hanya itu yang ku tau.


Kami pun selesai makan dan kembali ke kamar ku. “An, kamu tidak penasaran di lantai 4 ada apa?, aku sepertinya punya rasa ga enak” tanya Andra yang penasaran. “iya an, aku juga kalau melihat tangga itu seperti ada yang mengganjel di hati, hawa nya tidak enak” ucap Khai yang ketakutan sambil menutup pakai selimbut. “aduh kalian apa sih, masa..” belum selesai dengan ucapan ku, tiba tiba ada yang mengetok ketok pintu kamar ku. “tokk.. tokk...” Khai dan Andra kaget, dan menutup pakai mata mereka menggunakan selimbut. pas di buka, ternyata.. “oooohhh bi Tariii...” ucap kami kompak. “ini Den ini susunya” ucap bi Tari sambil membawa nampan 3 gelas susu putih. “Den, di lantai 4 bahaya jangan naik kesana sebelum izin. mereka marah mendengar Den ngomongin mereka” ucap bi Tari yang menunjuk tangga itu. “bi, emang di atas ada apa sih? kok dilarang gitu” tanya Andra yang penasaran. “di atas itu ada lemari tua yang sudah terkunci. Dengar dari warga, lemari itu bekas penghuni pertama rumah ini. Hanya orang orang yang terpilih saja bisa membukanya”  ucap bi tari sambil menggambarkan lemari menggunakan tangannya. “bi, memangnya kalau kita kesana bagaimana?” tanya Khai yang penasaran. “jika salah satu dari kalian membaca matra yang ada di belakang remari tersebut, kalian akan bertemu anak kecil yang tragis hidupnya. Ada juga yang terkurung selamanya, di dalam lemari itu” ucap bi Tari terlihat serius.


Sore pun tiba. Khai dan Andra bersiap untuk pulang. Ketika kami beranjak keluar rumah, tiba tiba lampu rumah ku padam dan semua pintu terkunci. Kami bertiga berteriak keras “TOLONGGG….” Kami berteriak tapi tak ada seorang pun yang menjawab. Ketika kami mencoba untuk keluar rumah, kami bertiga... “AAaaaaa….” Kami seperti ada yang menarik dari belakang dan membuat kami tidak tersadar. Ketika kami semua tersadar, kami berada di suatu ruangan kosong, seperti di atap rumah. Yang terdapat sebuah lemari tua yang berada di tengah tengah ruangan luas itu. Lemari tua itu pun terbuka sendiri dengan pelan pelan. Kami bertiga terangkat dan terlempar kedalam lemari tersebut.


Aku, Khai, dan Andra kebingungan setelah tersadar tiba tiba kami berada di depan halaman rumah ku. Tapi yang anehnya kaki kami tidak bisa bergerak dan berlari, kami bergerak seperti ada yang menggerakkan. Aku, Khai dan Andra berjalan, dibawa ke dalam rumah tersebut. “An, Dra, liat deh, itu kan anak kecil yang aku liat kemarin di tangga” Khai menunjuk ke arah anak kecil itu. “sepertinya anak kecil itu ingin mencoba cerita ke kita, makanya kita dibawa kesini” ucap Andra yang tau karena sering membaca buku mistis. “udah deh, sekarang pikirin gimana caranya keluar dari sini, gimana kalau yang dikata bi Tari bener? kita terperangkap selamanya disini?” ucap ku yang takut. Kami diperlihatkan seluruh kejadian yang dilakukan anak kecil tersebut. Ternyata anak kecil itu bernama Naomi, dia adalah anak dari pemilik pertama rumah ini. Dulu Naomi tinggal bersama ayah kandung dan ibu tirinya. Ibu kandung Naomi sudah meninggal karena kecelakaan. Dia tinggal bersama ayah kandungnya, tetapi ayah kandung Naomi menikah lagi. Ayah dan ibu tiri Naomi sangat kasar dan suka main tangan kepadanya. Tubuh Naomi banyak luka karena pukulan dan tamparan dari ayah dan ibu tirinya. 


Suatu hari Naomi memiliki nilai jelek dari sekolahnya. Karena Naomi memiliki nilai jelek orang tuanya dipanggil pihak sekolah. Di waktu bersamaan badan Naomi panas dan dipulangkan. Ketika pulang sekolah, Naomi di bentak dan di tampar oleh ibunya. Kebetulan ayah Naomi pulang. Ayah Naomi pun terlihat tidak khawatir ataupun panik ketika anaknya memar memar kemerahan karena tamparan. Ketika ibu tirinya memberi tau ayah Naomi bahwa Naomi memiliki nilai jelek, ayahnya pun marah besar dan mengusir paksa Naomi yang sedang memegang boneka. Disaat itu malam dan hujan badai. Naomi terpaksa tidur di teras rumah dan tubuhnya kedinginan parah. Tidak ada orang yang peduli dengannya.


Keesokan harinya, ibu tiri Naomi membuka pintu dan melihat Naomi tergeletak di teras. Ibu tirinya memanggil ayahnya untuk mengecek keadaan Naomi yang sudah tidak tersadar. Ketika diperiksa denyut nadi, ternyata Naomi sudah tidak bernyawa lagi karena hipotermia tinggi. Ayah dan ibu tirinya menyeret jasad Naomi ke lantai 4 dan memasukkannya ke dalam lemari tua itu. Lalu di gembok dan diberi mantra agar tidak menggangu ayah dan ibu tirinya.


“Den.. Den.. bangun.., kalian mengapa tidur di depan pintu seperti itu?” ucap bi Tari yang sedang membangunkan kami bertiga. Kami bertiga tersadar dan bingung. “tadi itu mimpi?!” ucap ku kaget dan bertanya tanya. “Naomi??!! gimana dia??” tanya Andra yang kebingungan. “ada di lantai 4” ucap Khai. Kami bertiga lari kelantai 4 dan tidak memperdulikan larangan itu. “Den.. Den.. ada apa ini?? jangan kesana Den...” ucap bi Tari yang kebingungan dan mengikuti kami. Tiba lah kami di lantai 4, dan menenukan lemari tua tersebut. Tempat dan letaknya pun sama percis seperti di mimpi. Dan ternyata memang di gembok, sangat sulit di buka. Ketika aku mengelilingi lemari tersebut memang benar di belakang lemari tersebut terdapat mantra untuk membuka lemari tua itu. “teman teman liat kemari ada mantra” ucap ku menunjukan mantra. “apasih orang tidak ada tulisan apa apa di situ” ucap Khai. “iya, mana sih mantra nya?” tanya Andra yang kebingungan. “den.. kamu bisa melihat mantra nya?” ucap bi Tari yang terlihat lelah karena menaiki tangga. “artinya.. kamu orang yang terpilih untuk menyelamatkan jasad anak kecil bernama Naomi. Segera lah baca mantra nya” ucap bi Tari sambil memegang pundak ku. Aku pun langsung membaca mantra tersebut dan benar saja gembok itu terlepas dengan sendirinya. Kami semua kaget “ini jasad Naomi?” tanya Andra yang kaget. Aku langsung ke kamar dan mengambil hp ku, Lalu menelepon polisi, karena sudah menemukan jasad anak kecil di atap rumah. Polisi pun datang. Lalu membawa dan menguburkan jasad Naomi. 


karya by: citranafa


Citra nafa felisha

kelas: 95

BLOG CITRA NAFA FELISHA LAINNYA

Rahasia Dibalik Lemari Tua

Lemari adalah tempat kita menyimpan baju dan pakaian, maupun buku, untuk kita sehari hari. Tapi kalian pernah tidak mendengar kalau di dalam lemari terdapat pintu menuju alam lain?...Hai! aku Jean cristover gainam panggilanku Jean. Tapi teman teman ku sering memanggilku an. Aku mempunyai teman berna...

Read More

CITRA NAFA FELISHA 23:49:26 30-10-2021

ARSIP

  • November 2021(15)
  • Oktober 2021(15)
  • November 2020(7)
  • Oktober 2020(10)
  • September 2020(9)
  • Agustus 2020(3)
  • Juli 2020(1)
  • Juni 2020(2)
  • Mei 2020(4)
  • April 2020(12)
  • Maret 2020(83)
  • April 2017(1)
  • Januari 2017(1)
  • Oktober 2016(1)
  • Desember 2015(5)
  • November 2015(1)
  • Oktober 2015(1)
  • September 2015(2)
  • Agustus 2015(1)
  • Juli 2015(1)
  • Mei 2015(1)
  • April 2015(1)
  • Maret 2015(1)
  • Desember 2014(2)
  • November 2014(1)
  • Oktober 2014(11)
  • September 2014(6)
  • Agustus 2014(1)
  • Juni 2014(2)
  • April 2014(2)
  • Maret 2014(1)
  • Desember 2013(1)
  • Oktober 2013(3)
  • September 2013(1)
  • Juni 2013(1)
  • Maret 2013(26)
  • Februari 2013(38)
  • Januari 2013(8)
  • Desember 2012(23)
  • November 2012(8)
  • Juni 2012(29)
  • Mei 2012(17)
  • April 2012(248)
  • Maret 2012(436)
  • Februari 2012(215)
  • Januari 2012(486)
  • Desember 2011(647)
  • November 2011(39)
  • Oktober 2011(272)
  • September 2011(81)
  • Agustus 2011(115)
  • Juli 2011(153)

PENULIS

  • NUR AZIZAH(430)
  • SYAFIRA NUR AMALIA HARYADI(386)
  • ISMI SAVIERA ALMIRA(223)
  • UMAR FAROOQ ZAFRULLAH(130)
  • Naufal Rasyid(107)
  • RISA ANJANI(106)
  • MOHAMAD ZIDNI RIZKY(63)
  • NURUL RIZKY FAKHIRA(60)
  • Fauzi Firdaus(47)
  • ALI SYAUQI(46)
  • ELITA AVIANTI DARMA(43)
  • FAUZAN AKMAL HARIZ(41)
  • NABILA ISNAENI AMALIA(38)
  • RADEN LILOTHA ZATTY AQMAR(29)
  • ANDHIKA FIRDAUS(28)
  • ADAM RAMADHAN(26)
  • HERI SUHARSO(25)
  • RINDANG NOOR ALIFA(25)
  • RUSMIATI(24)
  • ANITA PUJI ASTUTI(18)

SMP NEGERI 7 BOGOR

SMP NEGERI 7 BOGOR

  • Homepage
  • Informasi Sekolah
  • Profil Sekolah
  • Kegiatan
  • Prestasi Sekolah
  • Sarana Sekolah
  • Sumber Daya Manusia
  • Gerakan Literasi Sekolah

Blog

  • Blog Guru
  • Blog Siswa
  • Blog Ekskul
  • Blog OSIS

Sambutan Kepala Sekolah

Assalamualaikum Wr.WbPuji syukur kehadirat Allah SWT atas karunianya SMP Negeri 7 Bogor dapat menyajikan informasi melalui website sekolah ini.Di era global dan pesatnya teknologi informasi, keberadaa...Read More

© SMP NEGERI 7 BOGOR. All rights reserved.