Blog Siswa
Guling
Guling
Penulis : Regina Jazzy Arissty
"Ahahaha, iya benar benar!” seru ku senang. Aku sedang menelepon temanku, Pia. Kami mulai menelepon saat jam sebelas malam.
Aku melirik jam dinding di kamar kost ku, sudah jam satu lewat. Terkadang, gibah bagi wanita itu menyenangkan, sehingga membuat lupa waktu. Aku teringat akan mata kuliah pagiku besok.
“Pi, udahan dulu, yuk. Aku ada matkul besok pagi, diajar nya sama Pak Yos pula. Kalo telat, mampus aku,” ucap ku. Pia mengiyakan ku, seolah mengerti betapa galaknya dosen ku pagi besok.
“Yaudah, dadah Pia Pia. Guling ku sudah mau ngajak ngapel nih,” canda ku. Pia tertawa. “Hati hati dengan ucapan mu,” ledek Pia.
Setelah mengucapkan ‘dadah’ berkali kali, akhir nya sambungan telepon putus. Aku membaringkan tubuhku di kasur dan menarik selimut hingga dada.
Aku membuka ponsel, ingin bermain sebentar dengan benda pipih itu sebelum akhirnya rasa kantuk menyerang mataku.
Aku bergelung dibawah selimut, memeluk guling empuk yang menemaniku selama aku tinggal di kost ini. Perlahan aku memejamkan mata, mulai membuka kilas kilas mimpi dialam bawah sadarku.
Eh?
Bau apa ini?
Aku mengendus, mencium bau pandan yang menyeruak hebat di dalam kamarku. Sejak kapan ada pandan di kamar ku?
Aku dengan malas membuka mata. Aih, bau ini begitu menyengat, menganggu pernapasan ku.
Aku duduk ditepi kasur dengan gontai, berniat untuk minum air. Seteguk, dua teguk. Aku menaruh gelas setelah meneguk air yang ke empat.
Aku kembali ke kasur, lalu mencoba tidur, lagi. Bau pandan itu semakin parah. Seolah bau itu berada di dekatku.
Aku menutup hidung dengan gulingku, tetap positif thinking bahwa bau pandan itu dari musang pandan yang mungkin ada diatap. Besok aku harus menyuruh Mang Usep memeriksa atap.
Percuma, gulingku yang wangi bahkan tak mampu mengalahkan bau bau tidak sedap ini. Aku mendengus kesal, ingin tidur pun susah banget.
“Bau banget sih, bikin mual aja,” decakku kesal. Musang nya ada berapa sih? Satu? Dua? Kenapa bau sekali?
Aku hendak memejamkan mata lagi saat aku merasakan bulu kudukku meremang. Pikiranku mulai kalut, tidak tenang. Astaga, berpikir positif, Dira. Berpikir positif.
Hawa dingin menusuk leherku. Seakan belum cukup membuatku ketakutan, aku merasakan sesuatu memeperhatikan ku dari jauh.
Aku berusaha bodo amat dan menutup seluruh tubuh ku dengan selimut. Aku seakan ingin mati dari dunia ini ketika selimutku ditarik paksa dan melihat sosok tinggi seperti guling yang tersenyum lebar, memperlihatkan mata bolong, wajah berdarah, bernanah, dan belatung dimana mana.
Sosok itu tersenyum begitu lebar, seolah merobek wajahnya sendiri. Aku yakin aku pingsan setelah sosok itu mengucapkan kalimat yang tidak akan pernah aku lupakan.
“Aku nungguin dari tadi loh, kita kan mau jalan.”
BLOG MUHAMAD ABYAN MAULANA LAINNYA
Guling
Guling Penulis : Regina Jazzy Arissty "Ahahaha, iya benar benar!” seru ku senang. Aku sedang menelepon temanku, Pia. Kami mulai menelepon saat jam sebelas malam.Aku melirik jam dinding di kamar kost ku, sudah jam satu lewat. Terkadang, gibah bagi wanita itu menyenangkan, sehingga membuat...
Read MoreMUHAMAD ABYAN MAULANA 13:22:54 05-10-2021
ARSIP
- November 2021(15)
- Oktober 2021(15)
- November 2020(7)
- Oktober 2020(10)
- September 2020(9)
- Agustus 2020(3)
- Juli 2020(1)
- Juni 2020(2)
- Mei 2020(4)
- April 2020(12)
- Maret 2020(83)
- April 2017(1)
- Januari 2017(1)
- Oktober 2016(1)
- Desember 2015(5)
- November 2015(1)
- Oktober 2015(1)
- September 2015(2)
- Agustus 2015(1)
- Juli 2015(1)
- Mei 2015(1)
- April 2015(1)
- Maret 2015(1)
- Desember 2014(2)
- November 2014(1)
- Oktober 2014(11)
- September 2014(6)
- Agustus 2014(1)
- Juni 2014(2)
- April 2014(2)
- Maret 2014(1)
- Desember 2013(1)
- Oktober 2013(3)
- September 2013(1)
- Juni 2013(1)
- Maret 2013(26)
- Februari 2013(38)
- Januari 2013(8)
- Desember 2012(23)
- November 2012(8)
- Juni 2012(29)
- Mei 2012(17)
- April 2012(248)
- Maret 2012(436)
- Februari 2012(215)
- Januari 2012(486)
- Desember 2011(647)
- November 2011(39)
- Oktober 2011(272)
- September 2011(81)
- Agustus 2011(115)
- Juli 2011(153)
PENULIS
- NUR AZIZAH(430)
- SYAFIRA NUR AMALIA HARYADI(386)
- ISMI SAVIERA ALMIRA(223)
- UMAR FAROOQ ZAFRULLAH(130)
- Naufal Rasyid(107)
- RISA ANJANI(106)
- MOHAMAD ZIDNI RIZKY(63)
- NURUL RIZKY FAKHIRA(60)
- Fauzi Firdaus(47)
- ALI SYAUQI(46)
- ELITA AVIANTI DARMA(43)
- FAUZAN AKMAL HARIZ(41)
- NABILA ISNAENI AMALIA(38)
- RADEN LILOTHA ZATTY AQMAR(29)
- ANDHIKA FIRDAUS(28)
- ADAM RAMADHAN(26)
- RINDANG NOOR ALIFA(25)
- HERI SUHARSO(25)
- RUSMIATI(24)
- ANITA PUJI ASTUTI(18)