Blog Guru
Tujuan Pembelarajaran Matematika
Terdapat kaitan antara penguasaan matematika dengan ketinggian, keunggulan dan kelangsungan hidup suatu peradaban. Penguasaan matematika tidak cukup hanya dimiliki oleh sebagian orang dalam suatu peradaban. Setiap individu perlu memiliki penguasaan matematika pada tingkat tertentu. Penguasaan individual demikian pada dasarnya bukanlah penguasaan terhadap matematika sebagai ilmu, melainkan penguasaan akan kecakapan matematika (mathematical literacy) yang diperlukan untuk dapat memahami dunia di sekitarnya serta untuk berhasil dalam kehidupan atau kariernya. Kecakapan matematika yang ditumbuhkan pada siswa merupakan sumbangan mata pelajaran matematika kepada pencapaian kecakapan hidup yang ingin dicapai melalui kurikulum matematika. Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik dapat:
- Memahami konsep matematika, merupakan kompetensi dalam menjelaskan
keterkaitan antarkonsep dan menggunakan konsep maupun algoritma, secara
luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.
Indikator-indikator pencapaian kecakapan ini, meliputi:
- menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari
- mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan dipenuhi tidaknya persyaratan yang membentuk konsep tersebut
- mengidentifikasi sifat-sifat operasi atau konsep
- menerapkan konsep secara logis.
- memberikan contoh atau contoh kontra (bukan contoh) dari konsep yang dipelajari
- menyajikan konsep dalam berbagai macam bentuk representasi matematis (tabel, grafik, diagram, gambar, sketsa, model matematika, atau cara lainnya)
- mengaitkan berbagai konsep dalam matematika maupun di luar matematika.
- mengembangkan syarat perlu dan /atau syarat cukup suatu konsep
Termasuk dalam kecakapan ini adalah melakukan algoritma atau prosedur, yaitu kompetensi yang ditunjukkan saat bekerja dan menerapkan konsep-konsep matematika seperti melakukan operasi hitung, melakukan operasi aljabar, melakukan manipulasi aljabar, dan keterampilan melakukan pengukuran dan melukis/ menggambarkan /merepresentasikan konsep keruangan. Indikator-indikator pencapaian kecakapan ini, meliputi:
- menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur/algoritma
- memodifikasi atau memperhalus prosedur
- mengembangkan prosedur
- menggunakan matematika dalam konteks matematika seperti melakukan operasi matematika yang standar ataupun tidak standar (manipulasi aljabar) dalam menyelesaikan masalah matematika
- Menggunakan pola sebagai dugaan dalam penyelesaian masalah, dan mampu
membuat generalisasi berdasarkan fenomena atau data yang
ada.Indikator-indikator pencapaian kecakapan ini, meliputi:
- mengajukan dugaan (conjecture)
- menarik kesimpulan dari suatu pernyataan
- memberikan alternatif bagi suatu argumen
- menemukan pola pada suatu gejala matematis
- Menggunakan penalaran pada sifat, melakukan manipulasi matematika
baik dalam penyederhanaan, maupun menganalisa komponen yang ada dalam
pemecahan masalah dalam konteks matematika maupun di luar matematika
(kehidupan nyata,
ilmu, dan teknologi) yang meliputi kemampuan memahami masalah,
membangun model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi
yang diperolehtermasuk dalam rangka memecahkan masalah dalam kehidupan
sehari-hari (dunia nyata). Masalah ada yang bersifat rutin maupun yang
tidak rutin. Masalah tidak rutin adalah masalah baru bagi siswa, dalam
arti memiliki tipe yang berbeda dari masalah-masalah yang telah dikenal
siswa.
Untuk menyelesaikan masalah tidak rutin, tidak cukup bagi siswa untuk
meniru cara penyelesaian masalah-masalah yang telah dikenalnya,
melainkan ia harus melakukan usaha-usaha tambahan, misalnya dengan
melakukan modifikasi pada
cara penyelesaian masalah yang telah dikenalnya, atau memecah masalah
tidak rutin itu ke dalam beberapa masalah yang telah dikenalnya, atau
merumuskan ulang masalah tidak rutin itu menjadi masalah yang telah
dikenalnya.
Indikator-indikator pencapaian kecakapan ini, meliputi:
- memahami masalah
- mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam mengidentifikasi masalah.
- menyajikan suatu rumusan masalah secara matematis dalam berbagai bentuk
- memilih pendekatan dan strategi yang tepat untuk memecahkan masalah
- menggunakan atau mengembangkan strategi pemecahan masalah
- menafsirkan hasil jawaban yang diperoleh untuk memecahkan masalah
- menyelesaikan masalah.
- Mengkomunikasikan gagasan,penalaran serta mampu menyusun bukti
matematika dengan menggunakan kalimat lengkap, simbol, tabel, diagram,
atau media lain untuk memperjelas keadaan atau
masalah.Indikator-indikator
pencapaian kecakapan ini, meliputi:
- memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran suatu pernyataan
- menduga dan memeriksa kebenaran dugaan (conjecture)
- memeriksa kesahihan atau kebenaran suatu argumen dengan penalaran induksi
- menurunkan atau membuktikan rumus dengan penalaran deduksi
- menduga dan memeriksa kebenaran dugaan (conjecture)
- Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan,
yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari
matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan
masalah.Indikator-indikator pencapaian kecakapan ini, meliputi:
- memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
- bersikap penuh perhatian dalam belajar matematika
- bersikap antusias dalam belajar matematika
- bersikap gigih dalam menghadapi permasalahan
- memiliki penuh percaya diri dalam belajar dan menyelesaikan masalah
- Memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai dalam matematika dan pembelajarannya, seperti taat azas, konsisten, menjunjung tinggi kesepakatan, toleran, menghargai pendapat orang lain, santun, demokrasi, ulet, tangguh, kreatif, menghargai kesemestaan (konteks, lingkungan), kerjasama, adil, jujur, teliti, cermat, bersikap luwes dan terbuka, memiliki kemauan berbagi rasa dengan orang lain
- Melakukan kegiatan–kegiatan motorik yang menggunakan pengetahuan matematika
- Menggunakan alat peraga sederhana maupun hasil teknologi untuk melakukan kegiatan-kegiatan matematika. Kecakapan atau kemampuan-kemampuan tersebut saling terkait erat, yang satu memperkuat sekaligus membutuhkan yang lain. Sekalipun tidak dikemukakan secara eksplisit, kemampuan berkomunikasi muncul dan diperlukan di berbagai kecakapan, misalnya untuk menjelaskan gagasan pada Pemahaman Konseptual, menyajikan rumusan dan penyelesaian masalah, atau mengemukakan argumen pada penalaran.
BLOG Ahmad Mustofa LAINNYA
Kumpulan Aplikasi Mobile untuk Menjawab Soal dan Belajar Matematika
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran sekolah yang paling berkesan. Mata pelajaran ini memiliki bayak rumus yang harus dihafal siswa. Ditambah lagi pemahaman dan nalar juga diperlukan untuk mengaplikasikan rumus-rumus tersebut.Itulah alasannya kenapa banyak orang menganggap matematika sebag...
Read MoreAhmad Mustofa 05:21:34 25-06-2016
Mengatasi Fobia Angka dan Aritmatika
Berhitung dan segala yang berkaitan dengan aritmatika bisa menjadi momok menakutkan bagi sebagian orang. Mengapa?Vince Petaccio/stock.xchngSemasa Anda bersekolah dulu, pernahkah Anda takut selama pelajaran Matematika berlangsung?Di tahun 2012, suatu penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menun...
Read MoreAhmad Mustofa 05:11:48 25-06-2016
Motivator Andal Itu Ternyata Nabi Muhammad SAW
Sungguh telah ada suri teladan yang baik pada diri Rasulullah bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah. (QS Al Ahzab [33]:21).Tak dapat dimungkiri, bahwa Rasulullah SAW adalah sosok manusia sempurna dari segala sisi. Kerasulan ...
Read MoreAhmad Mustofa 04:43:04 25-06-2016
Tujuan Pembelarajaran Matematika
Terdapat kaitan antara penguasaan matematika dengan ketinggian, keunggulan dan kelangsungan hidup suatu peradaban. Penguasaan matematika tidak cukup hanya dimiliki oleh sebagian orang dalam suatu peradaban. Setiap individu perlu memiliki penguasaan matematika pada tingkat tertentu. Penguasaa...
Read MoreAhmad Mustofa 06:19:19 09-07-2015